Ebi dan rebon sering digunakan sebagai pelengkap berbagai masakan Indonesia karena memberikan cita rasa gurih yang khas. Meski sama-sama berasal dari udang yang dikeringkan, keduanya ternyata memiliki perbedaan dari segi jenis, bentuk, rasa, hingga penggunaannya dalam masakan. 

Tak sedikit orang yang mengira ebi dan rebon adalah bahan yang sama dan bisa digunakan secara bergantian. Padahal, ebi dan rebon memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penggunaannya pun dapat disesuaikan dengan jenis hidangan yang akan dibuat. 

 

Apa itu Ebi?

Ebi merupakan udang yang telah dikupas, kemudian dikeringkan hingga kadar airnya berkurang. Kata "ebi" berasal dari bahasa Jepang yang berarti udang, tetapi di Indonesia istilah ini lebih dikenal untuk menyebut udang kering yang biasa digunakan sebagai bumbu maupun pelengkap masakan.

Ebi umumnya dibuat dari udang berukuran kecil hingga sedang yang telah dibuang kepala, kulit, dan kakinya sebelum dikeringkan. Karena melalui proses pengeringan, cita rasa gurihnya menjadi lebih pekat sehingga dapat memberikan aroma yang khas pada masakan.

Sebelum digunakan, ebi biasanya direndam terlebih dahulu menggunakan air hangat agar teksturnya menjadi lebih lunak dan mudah dihaluskan atau dicampurkan ke dalam masakan.

 

Apa itu Rebon?

Rebon merupakan jenis udang laut berukuran sangat kecil yang berasal dari genus Acetes. Berbeda dengan ebi yang merupakan hasil olahan udang kering, rebon adalah nama dari jenis udangnya itu sendiri.

Rebon dapat diolah dalam keadaan segar maupun dikeringkan dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar terasi, rempeyek, sambal, hingga aneka tumisan. Ukurannya yang kecil membuat rebon sering diolah tanpa membuang kepala maupun kulitnya. 

Cita rasa rebon cenderung lebih gurih dan sedikit asin dengan aroma yang lebih kuat dibandingkan ebi. Selain itu, rebon juga banyak digunakan sebagai pelengkap masakan tradisional Indonesia karena mampu memberikan rasa umami yang khas.

 

Perbedaan Ebi dan Rebon

Sekilas, ebi dan rebon memang terlihat mirip karena sama-sama berasal dari udang dan sering digunakan untuk menambah cita rasa gurih pada masakan. Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan, mulai dari jenis bahan, bentuk, warna, hingga penggunaannya dalam hidangan sehari-hari. 

1. Jenis Bahannya

Ebi merupakan udang yang telah dikupas kemudian dikeringkan, sedangkan rebon adalah jenis udang laut berukuran kecil yang berasal dari genus Acetes. Rebon dapat diolah dalam kondisi segar maupun dikeringkan sesuai kebutuhan masakan.

2. Bentuk dan Ukuran

Ebi berbentuk udang kupas tanpa kepala dan kaki dengan ukuran yang relatif lebih besar. Sementara itu, rebon memiliki ukuran yang sangat kecil dan umumnya diolah dalam keadaan utuh, termasuk kepala dan kulitnya.

3. Warna

Ebi memiliki warna oranye kemerahan yang khas setelah melalui proses pengeringan. Sebaliknya, rebon cenderung berwarna putih keabu-abuan hingga kecokelatan, tergantung pada proses pengolahannya.

4. Cita Rasa

Ebi memiliki rasa gurih dengan sedikit sentuhan manis khas udang kering sehingga cocok digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan. Adapun rebon memiliki cita rasa gurih dan sedikit asin yang lebih pekat dengan aroma seafood yang lebih kuat.

5. Penggunaan dalam Masakan

Ebi lebih sering digunakan sebagai campuran isian lumpia, sambal, maupun tumisan. Sementara itu, rebon banyak dimanfaatkan untuk membuat rempeyek, bakwan, sambal, terasi, hingga aneka masakan tradisional Nusantara.

 

Kini, kamu sudah tahu bahwa ebi dan rebon memiliki karakteristik serta penggunaan yang berbeda dalam masakan. Dua bahan ini dapat membuat hasil masakan menjadi semakin lezat dan sesuai dengan hidangan yang ingin dibuat.

Mulai dari sambal, tumisan, serundeng, hingga bakwan, ada banyak kreasi olahan ebi dan rebon yang bisa kamu coba di rumah. Yuk, kreasikan berbagai hidangan favoritmu dengan ebi dan rebon, serta temukan lebih banyak inspirasi resep lezat lainnya di Dapur Umami!

 

Olahan Ebi dan Rebon

Ebi menjadi salah satu bahan yang cocok digunakan untuk menambah cita rasa sambal agar lebih gurih dan kaya rasa. Sebelum digunakan, ebi cukup dicuci bersih dan direndam sebentar menggunakan air hangat agar teksturnya lebih lunak dan mudah diolah. Setelah itu, ebi dihaluskan bersama bumbu sambal atau ditambahkan saat proses memasak. Kamu bisa mencoba Sambal Bajak Banten ala AJI-NO-MOTO® yang memiliki perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis yang menggugah selera.

Tak hanya untuk sambal, ebi juga cocok dijadikan campuran aneka tumisan. Rasa gurih alami dari ebi mampu membuat hidangan sederhana terasa semakin nikmat tanpa perlu banyak tambahan bahan lainnya. Pada resep Tumis Kangkung Jamur Merang ala SAORI®, ebi memberikan sentuhan umami yang berpadu dengan kangkung dan jamur merang sehingga menghasilkan masakan yang praktis dan lezat untuk menu sehari-hari.

Udang rebon juga dapat diolah menjadi serundeng yang gurih dan renyah. Rebon ditumis hingga kering, kemudian dicampurkan dengan kelapa parut dan berbagai rempah pilihan untuk menghasilkan cita rasa yang khas. Serundeng udang rebon cocok disajikan sebagai pelengkap nasi hangat maupun lauk favorit keluarga karena memiliki perpaduan rasa gurih dan aroma yang menggugah selera.

Bakwan sayur menjadi salah satu camilan yang semakin lezat dengan tambahan udang rebon. Cukup campurkan wortel, buncis, dan udang rebon ke dalam adonan tepung, kemudian goreng hingga berwarna keemasan. Udang rebon tidak hanya memberikan rasa gurih, tetapi juga menambah tekstur pada bakwan sehingga semakin nikmat disantap selagi hangat. Bakwan Sayur Udang Rebon ala Sajiku® pun bisa menjadi pilihan camilan praktis untuk dinikmati bersama keluarga.

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait