Bawang putih adalah salah satu bumbu dapur yang hampir selalu ada di setiap masakan Indonesia. Selain membuat masakan lebih sedap, bawang putih juga dikenal mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan.
Ternyata, bawang putih memiliki beberapa jenis dengan ukuran, aroma, dan karakteristik yang berbeda. Ada yang memiliki siung besar, aroma yang tajam, hingga hanya terdiri dari satu siung saja. Yuk, kenali berbagai jenis bawang putih berikut ini!
Jenis-Jenis Bawang Putih yang Populer
Setiap jenis bawang putih memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari ukuran umbi, jumlah siung, aroma, hingga rasa.
1. Bawang Putih Kating
Bawang putih kating merupakan jenis bawang putih yang banyak dijual dan digunakan di Indonesia. Bawang ini berbentuk bulat dengan kulit luar berwarna putih bersih dan tipis seperti kertas, serta tangkai keras. Siungnya berukuran besar sehingga lebih mudah dikupas.
Keunggulan bawang putih kating terletak pada aromanya yang sangat harum dan cita rasanya yang gurih serta kuat. Bawang ini menjadi pilihan untuk membuat bumbu halus, tumisan, sup, aneka sambal, hingga berbagai masakan khas Indonesia.
2. Bawang Putih Honan
Bawang putih honan merupakan jenis bawang putih impor yang berasal dari Tiongkok dan dikenal juga dengan nama bawang putih Shin Chung. Jenis ini memiliki ukuran bonggol yang lebih besar dibandingkan bawang putih kating, tetapi ukuran setiap siungnya justru lebih kecil.
Dibandingkan bawang putih kating, aroma dan rasa bawang putih Honan cenderung lebih ringan sehingga tidak terlalu menyengat saat dimasak. Bawang ini sering digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari, terutama pada hidangan yang tidak memerlukan aroma bawang putih yang terlalu kuat.
3. Bawang Putih Tunggal
Bawang putih tunggal atau bawang lanang adalah jenis yang unik karena hanya memiliki satu siung dalam satu umbi. Bentuknya bulat atau sedikit lonjong tanpa sekat seperti bawang putih pada umumnya. Ukurannya pun relatif lebih kecil dibandingkan jenis bawang putih lainnya.
Bawang lanang memiliki aroma dan rasa yang jauh lebih tajam dibandingkan bawang putih biasa. Oleh karena itu, jenis ini lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan herbal karena. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu didukung dengan pola hidup sehat dan bukan sebagai pengganti pengobatan medis.
4. Bawang Putih Lokal
Sesuai namanya, bawang putih lokal merupakan bawang putih yang dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa varietas yang cukup dikenal antara lain Sangga Sembalun, Tawangmangu Baru, dan Lumbu Hijau. Penggunaan bawang putih lokal juga menjadi salah satu cara mendukung hasil pertanian dalam negeri.
Dibandingkan bawang putih impor, ukurannya cenderung lebih kecil dengan aroma yang lebih tajam serta rasa yang lebih pedas. Bawang putih lokal banyak digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia, seperti rendang, gulai, soto, hingga aneka sambal.
5. Bawang Putih Gajah
Bawang putih gajah atau elephant garlic dikenal karena ukuran umbi dan siungnya jauh lebih besar dibandingkan bawang putih biasa. Berkat ukurannya tersebut, bawang putih gajah sangat mudah dikupas sehingga lebih praktis digunakan dalam jumlah banyak.
Dibandingkan jenis bawang putih lainnya, rasa bawang putih gajah cenderung lebih ringan dan tidak terlalu tajam. Oleh karena itu, bawang ini sering digunakan sebagai pelengkap salad, dipanggang utuh, dijadikan bahan marinasi.
Cara Memilih Bawang Putih yang Bagus
Agar masakan semakin harum dan lezat, penting untuk memilih bawang putih yang masih segar.
- Pilih umbinya yang padat dan keras. Bawang putih yang segar masih padat saat dipegang dan tidak lembek. Hindari umbi yang keriput atau berongga karena menandakan kualitasnya sudah menurun.
- Perhatikan kondisi kulitnya. Pilih bawang putih dengan kulit luar yang kering, utuh, dan bersih. Hindari bawang yang kulitnya lembap, sobek berlebihan, atau terdapat bercak hitam karena bisa menjadi tanda jamur.
- Pastikan belum bertunas. Bawang putih yang belum mengeluarkan tunas umumnya memiliki rasa dan aroma yang lebih kuat. Meski bawang yang bertunas masih aman dikonsumsi, kualitasnya biasanya sudah mulai berkurang.
- Cium aromanya. Bawang putih yang berkualitas memiliki aroma khas yang segar dan tajam. Hindari bawang yang berbau apek, asam, atau menyengat tidak wajar karena bisa jadi sudah mulai membusuk.
- Sesuaikan dengan kebutuhan memasak. Gunakan bawang putih kating atau bawang putih lokal untuk bumbu halus dan masakan tradisional karena aromanya lebih kuat. Sementara itu, bawang putih honan cocok untuk masakan sehari-hari, sedangkan bawang putih gajah ideal untuk hidangan panggang atau marinasi karena ukuran siungnya besar dan mudah dikupas.
Itulah berbagai jenis bawang putih yang perlu kamu ketahui. Meski sekilas terlihat mirip, setiap jenis bawang putih memiliki ukuran, aroma, rasa, dan kegunaan yang berbeda-beda.
Mulai dari bawang putih kating, Honan, bawang lanang, bawang putih lokal, hingga bawang putih gajah, semuanya memiliki karakteristik yang unik.
Nah, dari kelima jenis bawang putih di atas, mana yang paling sering kamu gunakan di dapur? Apa pun pilihannya, bawang putih tetap menjadi bumbu andalan yang mampu membuat masakan terasa lebih sedap dan kaya rasa.
Baca Juga: