Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Halo Umamichi, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Aamiin. Wah masih nuansa peringatan HUT RI ke-81 nih. Umamichi udah masak hidangan apa saja nih untuk peringatan kemerdekaan kali ini? Dalam suasana kemerdekaan kali ini saya memasak kreasi hidangan yaitu bubur sengkolo tahu bejek telur ala AJI-NO-MOTO®. Bubur sengkolo alias bubur merah putih berbahan dasar dari nasi. Untuk warna merahnya berasal dari gula merah kemudian dipasangkan dengan bubur putih. Rasanya cenderung manis. Biasanya disajikan hanya berupa bubur nasinya saja. Namun, untuk edisi #PestaRasaMerdeka kali ini saya kreasikan dengan menambahkan pelengkap yang umami yaitu disajikan bersama tahu bejek telur. Perpaduan rasanya jadi lebih kaya banget, manis dari buburnya dan gurih dari pelengkapnya bisa menyatu saat disantap bersamaan. Apalagi memasaknya pakai AJI-NO-MOTO® dijamin bikin umami. Nah Umamichi tapi sebenarnya apa sih sisi histori dari bubur sengkolo itu? Terus makna dan hubungannya apa dengan peringatan kemerdekaan Indonesia? Bubur sengkolo atau biasa disebut dengan bubur merah putih menjadi salah satu hidangan dari Jawa yang biasanya disajikan saat ada acara selamatan atau perayaan lainnya. Dalam filosofi budaya Jawa, bubur sengkolo ini melambangkan simbol untuk menolak bala dan sebagai wujud rasa syukur. Bubur sengkolo ini juga seringkali disajikan salah satunya saat memperingati HUT RI. Apabila dikorelasikan dengan peringatan kemerdekaan RI, bubur sengkolo atau bubur merah putih merepresentasikan warna bendera negara kita yaitu merah putih. Dalam konteks memperingati HUT RI, bubur sengkolo ini melambangkan rasa kebersyukuran atas nikmat kemerdekaan negara kita. Hal tersebut menunjukkan bahwa hidangan ini menjadi salah satu bentuk wujud cinta tanah air dan sebagai doa untuk keselamatan bangsa kita tercinta ini. Wah dari sebuah hidangan tradisi ternyata tersimpan cerita dan makna yang simbolis. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah semestinya kita terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, terus mencintai tanah air, menjunjung tinggi nilai persatuan serta kesatuan NKRI, salah satunya dengan melestarikan berbagai hidangan tradisional dari Indonesia itu sendiri. Dari situlah, kebudayaan Indonesia tidak mudah tergerus oleh perkembangan zaman.
Bahan Bubur Sengkolo
| 70 gram Nasi Putih Sisa Kemarin |
| 30 gram Gula Merah |
| 1 lembar Daun Salam |
| ¼ sdt AJI-NO-MOTO® |
| 400 ml Air |
Bahan Tahu Bejek Telur
| 1 buah Tahu Putih |
| 1 butir Telur |
| 2 batang Bunga Bawang |
| 2 siung Bawang Putih |
| 2 siung Bawang Merah |
| 2 buah Cabai Merah Keriting |
| 2 lembar Daun Salam |
| ½ sdt Garam |
| ¼ sdt AJI-NO-MOTO® |
| ½ sdt Gula Pasir |
| 4 sdm Minyak Goreng |
Bagikan pengalaman saat kamu membuat dan menyantap resep ini, dan dapatkan Umami coins!
Tulis Jurnal UmamiAjak teman untuk memasak resep ini dengan versi dan keunikannya sendiri.
Challenge Recook