Penulis: Azzahra Ilka Aulia
Kue apem adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang sampai sekarang masih banyak digemari. Kue apem sering hadir di berbagai acara, mulai dari syukuran, pengajian, hingga sajian camilan di rumah.
Buat kamu yang ingin mencoba membuat jajanan klasik ini, kunci utama kue apem terletak pada adonan yang mengembang dengan baik dan proses memasak yang tepat.
Dengan bahan yang mudah ditemukan dan langkah yang tidak ribet, kamu bisa menghasilkan kue apem lembut, manis, dan harum ala buatan rumah.
Sekilas Tentang Kue Apem
Kue apem dikenal sebagai kue tradisional berbahan dasar tepung dan ragi yang melalui proses fermentasi. Proses inilah yang membuat teksturnya empuk dan berongga.
Di beberapa daerah, kue apem memiliki variasi bahan dan penyajian, seperti apem kukus, apem panggang, atau apem yang disajikan dengan taburan kelapa parut.
Selain rasanya yang enak, kue apem juga punya makna tersendiri dalam budaya masyarakat. Di Jawa, kue apem sering dikaitkan dengan simbol permohonan maaf dan doa sehingga kerap disajikan dalam tradisi tertentu.
Sejarah Kue Apem
Kata apem diyakini berasal dari kata Arab “afwan” yang berarti maaf. Istilah ini mulai dikenal di Nusantara seiring masuknya pengaruh budaya dan agama Islam, khususnya di Pulau Jawa.
Kue apem sering hadir dalam acara keagamaan dan tradisi, seperti selametan, kenduri, peringatan hari besar Islam, ritual menjelang Ramadan, atau tradisi bulan Sya’ban (Ruwahan). Masyarakat membagikan apem kepada tetangga dan kerabat sebagai lambang niat baik dan permohonan ampun.
Di masa kerajaan-kerajaan Jawa, kue apem mulai dikenal luas dan menjadi bagian dari sajian tradisi. Dari dapur keraton hingga masyarakat umum, resep apem berkembang dengan berbagai variasi bahan dan bentuk.
Di masa sekarang, kue apem tidak hanya hadir di acara tradisi, tetapi juga dijual sebagai jajanan pasar dan camilan rumahan. Banyak pelaku UMKM mengembangkan apem dengan berbagai variasi.
Resep Kue Apem ala Rumahan
Untuk membuat kue apem lembut di rumah, kamu tidak perlu bahan yang sulit. Berikut bahan-bahan serta cara membuatnya.
Bahan-Bahan Kue Apem:
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 1/2 sendok teh ragi instan
- 60 gram gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- 300 ml santan hangat
- 1 lembar daun pandan, ikat simpul
- 1/2 sendok teh vanili (opsional)
- Minyak secukupnya untuk olesan cetakan
Cara Membuat Kue Apem:
- Masak santan bersama daun pandan hingga hangat saja, tidak perlu sampai mendidih. Aduk perlahan agar santan tidak pecah, lalu diamkan sampai suam-suam kuku.
- Dalam wadah, campurkan tepung terigu, gula pasir, garam, dan ragi instan. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diaduk hingga licin dan tidak bergerindil. Tambahkan vanili jika suka.
- Tutup wadah dan diamkan adonan selama 45–60 menit sampai mengembang dan muncul gelembung kecil di permukaannya
- Panaskan cetakan kue apem di atas api kecil, lalu olesi dengan sedikit minyak agar tidak lengket
- Tuang adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh. Masak dengan api kecil sampai kue matang dan bagian atasnya berlubang-lubang.
- Angkat kue apem dari cetakan dan sajikan selagi hangat atau setelah dingin sesuai selera
Tips agar Kue Apem Tetap Lembut dan Mengembang
Agar kue apem hasilnya lembut, mengembang, dan tidak bantat, ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan saat proses pembuatannya. Mulai dari pengolahan adonan hingga cara memasaknya, setiap langkah penting dalam menentukan tekstur akhir kue apem.
Berikut ini beberapa tips yang bisa diikuti agar kue apem lembut dan mengembang:
- Gunakan santan hangat, bukan santan panas, agar ragi bisa bekerja dengan baik dan adonan mengembang maksimal
- Diamkan adonan sampai benar-benar mengembang dan muncul gelembung kecil sebagai tanda fermentasi berhasil
- Aduk adonan hingga licin dan tidak bergerindil supaya tekstur kue apem lembut saat matang
- Masak kue apem dengan api kecil agar matang merata dan tidak cepat gosong di bagian bawah
- Olesi cetakan dengan minyak secukupnya agar kue tidak lengket dan mudah dilepaskan
- Hindari terlalu sering membuka tutup cetakan karena bisa membuat suhu turun dan kue menjadi bantat
Kue apem membuktikan bahwa kuliner tradisional tidak hanya soal rasa, tapi juga cerita dan makna di baliknya. Dari sejarah penyebaran hingga perannya dalam berbagai tradisi, apem hadir sebagai simbol kebersamaan, permohonan maaf, dan harapan akan kebaikan.
Meski zaman terus berubah dan banyak jajanan modern bermunculan, kue apem tetap punya tempat istimewa di hati masyarakat. Jadi, tidak ada salahnya sesekali menghadirkan kue apem di rumah, bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk merayakan warisan kuliner yang penuh nilai.
Baca Juga: Aneka Macam Kue Basah Jajanan Pasar Tradisional untuk Jualan