Saat membuat ayam goreng crispy, risoles, kroket, atau aneka camilan goreng lainnya, kamu mungkin pernah menemukan resep yang menggunakan tepung roti atau tepung panir. Tahukah kamu bahwa tepung roti dan tepung panir sebenarnya memiliki beberapa perbedaan?
Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada bentuk dan warna, tetapi juga tekstur, bahan baku, hingga hasil akhir setelah digoreng. Apa sebenarnya perbedaan tepung roti dan tepung panir? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa itu Tepung Roti?
Tepung roti atau breadcrumbs adalah remahan roti yang dibuat dari roti tawar yang dikeringkan kemudian dihancurkan menjadi butiran-butiran kecil. Tepung ini banyak digunakan sebagai pelapis makanan agar menghasilkan tekstur yang renyah setelah digoreng.
Tepung roti tersedia dalam beberapa ukuran, mulai dari butiran halus hingga kasar. Salah satu jenis yang paling populer adalah panko, yaitu tepung roti khas Jepang yang memiliki tekstur lebih ringan dan serpihan lebih besar. Tepung roti cocok digunakan untuk chicken katsu, ebi furai, fish and chips.
Apa itu Tepung Panir?
Tepung panir juga merupakan remahan roti yang digunakan sebagai pelapis makanan sebelum digoreng. Bedanya, tepung panir umumnya dibuat dari roti dan pinggirannya yang dikeringkan, kemudian dihancurkan menjadi butiran yang lebih padat.
Di pasaran, warna tepung panir adalah putih maupun oranye karena sebagian produk telah diberi pewarna makanan. Teksturnya lebih rapat sehingga menghasilkan lapisan yang lebih padat dan berwarna keemasan setelah digoreng. Risoles, kroket, nugget, pisang goreng adalah contoh makanan yang cocok menggunakan tepung panir.
Perbedaan Tepung Roti dan Tepung Panir
Meski sama-sama digunakan sebagai pelapis makanan sebelum digoreng, tepung roti dan tepung panir memiliki beberapa perbedaan yang memengaruhi tekstur, tampilan, hingga hasil akhir masakan.
1. Bahan Baku
Tepung roti dan tepung panir sama-sama terbuat dari roti, tetapi proses pembuatannya sedikit berbeda. Tepung roti umumnya dibuat dari remahan roti tawar yang dikeringkan, sedangkan tepung panir berasal dari roti tawar dan pinggirannya yang dikeringkan hingga lebih kering sebelum dihancurkan.
2. Tekstur
Perbedaan yang paling mudah dikenali adalah teksturnya. Tepung roti memiliki butiran yang lebih besar, ringan, dan berongga sehingga menghasilkan lapisan yang lebih crispy. Sementara itu, tepung panir memiliki butiran yang lebih kecil, padat, dan rapat sehingga menghasilkan tekstur yang lebih garing.
3. Warna
Tepung roti umumnya berwarna putih atau krem karena berasal dari remahan roti tawar. Sebaliknya, tepung panir ada yang warna putih maupun oranye. Warna oranye biasanya berasal dari pewarna makanan yang ditambahkan untuk memberikan tampilan gorengan yang lebih menarik.
4. Hasil Setelah Digoreng
Saat digoreng, tepung roti menghasilkan lapisan yang lebih ringan, renyah, dan bertekstur kasar. Tepung panir menghasilkan lapisan yang lebih padat, garing, dan berwarna keemasan sehingga sering digunakan pada berbagai gorengan.
5. Penggunaan dalam Masakan
Tepung roti cocok digunakan untuk hidangan yang mengutamakan tekstur renyah, seperti chicken katsu, ebi furai, fish and chips, atau mozzarella stick. Sementara itu, tepung panir lebih sering digunakan untuk risoles, kroket, nugget, tahu isi, hingga pisang goreng panir karena menghasilkan lapisan yang lebih tebal dan kokoh.
Tepung roti lebih sering digunakan untuk hidangan bergaya Barat atau Jepang yang mengutamakan tekstur ringan dan ekstra renyah. Contohnya adalah Ebi Furai ala AJI-NO-MOTO®, Fish Finger ala Mayumi®, dan Chicken Katsu Curry ala Sajiku®.
Sementara itu, tepung panir lebih banyak digunakan pada camilan atau gorengan yang membutuhkan lapisan lebih padat dan menempel sempurna. Beberapa contohnya adalah Pisang Nugget ala Sajiku®, Risol Udang Mayo ala Mayumi®, dan Nugget Sayur ala Masako®.
Tips Menggunakan Tepung Roti dan Tepung Panir
Agar hasil gorengan lebih renyah dan lapisan tepung menempel sempurna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan tepung roti maupun tepung panir.
1. Urutan Baluran Harus Benar
Sebelum dibaluri tepung roti atau tepung panir, lapisi bahan makanan dengan tepung terigu terlebih dahulu, kemudian celupkan ke dalam telur kocok. Setelah itu, baluri dengan tepung roti atau tepung panir hingga seluruh permukaannya tertutup rata. Cara ini membuat lapisan tepung menempel lebih kuat.
2. Tekan Tepung Perlahan
Setelah makanan dibaluri tepung, tekan perlahan menggunakan tangan agar butiran tepung menempel dengan baik. Langkah sederhana ini membantu lapisan tidak mudah rontok saat digoreng dan menghasilkan tekstur yang lebih merata.
3. Diamkan Sebelum Digoreng
Simpan bahan yang sudah dilapisi tepung di dalam kulkas selama sekitar 10–15 menit sebelum digoreng. Proses ini membantu pelapis lebih menyatu dengan bahan makanan sehingga hasil gorengan lebih rapi dan renyah.
4. Gunakan Minyak yang Sudah Panas
Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum mulai menggoreng. Minyak yang terlalu dingin akan membuat tepung menyerap lebih banyak minyak, sedangkan suhu yang tepat akan menghasilkan lapisan yang garing dan berwarna keemasan.
Meski sering dianggap sama, tepung roti dan tepung panir ternyata memiliki perbedaan mulai dari tekstur, tampilan, hingga hasil akhir setelah digoreng.
Jadi, sebelum mulai memasak, pastikan kamu menggunakan tepung yang sesuai agar hasilnya semakin lezat dan menggugah selera.