Artikel & Tips Ini 10 Makanan Populer Solo, Mana Favoritmu?
Ini 10 Makanan Populer Solo, Mana Favoritmu?

Ini 10 Makanan Populer Solo, Mana Favoritmu?

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
10 Agustus 2026, 10:24
Bagikan

Solo atau Surakarta dikenal sebagai salah satu kota budaya di Jawa Tengah yang memiliki beragam kuliner khas dengan rasa yang lezat dan kaya akan sejarah. Tidak hanya terkenal dengan keratonnya, Solo juga menjadi destinasi favorit para pencinta kuliner.

Makanan khas Solo memiliki ciri khas rasa yang cenderung manis dan gurih. Menariknya, beberapa hidangan khas Solo juga merupakan hasil perpaduan budaya lokal dengan budaya Eropa dan Tionghoa yang telah berkembang sejak zaman dahulu.

Jika kamu berencana berkunjung ke Kota Bengawan atau sekadar ingin mengenal kuliner khasnya, berikut daftar makanan khas Solo yang populer dan wajib dicoba.

 

Kuliner Khas Solo yang Populer dan Legendaris

Mulai dari makanan berkuah yang gurih hingga jajanan tradisional yang legendaris, kuliner Solo memiliki cita rasa yang unik dan kaya akan sejarah. Berikut beberapa makanan khas Solo yang populer dan wajib kamu coba.

1. Selat Solo

Selat Solo merupakan salah satu kuliner ikonik dari Kota Solo yang merupakan hasil perpaduan budaya Jawa dan Eropa. Bahan dan bumbu yang digunakan disesuaikan dengan selera masyarakat lokal sehingga kemudian mengalami berbagai modifikasi hingga menjadi selat Solo yang dikenal saat ini.

Hidangan ini sekilas menyerupai steak, tetapi disajikan dengan rasa yang lebih manis. Seporsi selat Solo biasanya terdiri dari daging sapi yang empuk, kentang, wortel, buncis, telur rebus, dan daun selada yang disiram kuah manis gurih berbahan dasar kecap dan rempah-rempah. 

Selat Solo menjadi salah satu bukti bahwa pengaruh budaya asing dapat berbaur dengan kuliner lokal dan menghasilkan hidangan yang unik. Hingga kini, makanan khas Solo ini masih banyak disajikan di berbagai rumah makan legendaris.

2. Timlo Solo

Timlo Solo adalah hidangan berkuah khas Solo yang dikenal memiliki kuah bening yang gurih dengan isian yang beragam sehingga cocok dinikmati sebagai menu sarapan maupun makan siang.

Seporsi timlo Solo biasanya terdiri atas suwiran ayam, bihun, telur pindang, jamur kuping, ati ampela, serta sosis Solo yang menjadi pelengkap. Kuahnya dibuat dari kaldu ayam yang kaya rasa sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih dan hangat tanpa terasa terlalu berat.

Hidangan ini dipercaya berasal dari masakan Tionghoa bernama kimlo, yaitu sup berkuah bening yang berisi aneka bahan seperti daging dan sayuran. Seiring masuknya budaya Tionghoa ke Indonesia, resep tersebut kemudian disesuaikan dengan bahan dan cita rasa lokal hingga lahirlah timlo Solo yang dikenal saat ini.

3. Sate Buntel

Berbeda dengan sate kambing pada umumnya yang menggunakan potongan daging utuh, sate buntel dibuat dari daging kambing cincang yang telah dibumbui, kemudian dibungkus dengan lapisan lemak tipis sebelum dibakar hingga matang.

Nama "buntel" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "bungkus", merujuk pada proses pembuatannya yang membungkus daging cincang dengan lemak kambing tipis sebelum dibakar. Lapisan lemak tersebut akan meleleh saat dipanggang.

Jika tertarik mencicipi hidangan khas Solo ini, kamu juga bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah melalui resep Sate Buntel ala AJI-NO-MOTO® dari Dapur Umami. 

4. Tengkleng 

Tengkleng terbuat dari tulang kambing yang masih menyisakan sedikit daging, kemudian dimasak dengan berbagai rempah hingga menghasilkan cita rasa dan menggugah selera. Saat ini, tengkleng banyak disajikan dengan nasi hangat.

Sekilas, Tengkleng terlihat mirip dengan gulai kambing karena sama-sama menggunakan aneka rempah dan santan. Namun, kuah Tengkleng umumnya lebih encer dan memiliki cita rasa yang lebih ringan.

Jika ingin menikmati Tengkleng dengan cara yang lebih praktis, kamu bisa mencoba resep Tengkleng ala Sajiku® dari Dapur Umami. Menggunakan Sajiku® Bumbu Gulai yang praktis, hidangan ini menghadirkan kuah gurih kaya rempah dengan cita rasa yang lezat.

5. Bistik Solo

Bistik Solo merupakan salah satu kuliner khas Solo yang terinspirasi dari beef steak yang diperkenalkan pada masa kolonial Belanda, kemudian diadaptasi oleh masyarakat Solo dengan menggunakan bumbu dan cita rasa yang lebih sesuai dengan lidah lokal.

Berbeda dengan steak ala Barat yang menggunakan saus kental berbahan dasar mentega atau lada hitam, bistik Solo disajikan dengan kuah manis gurih yang terbuat dari kecap manis dan rempah-rempah, seperti pala dan bawang putih.

Bistik Solo dan selat Solo memiliki perbedaan pada kuah dan pelengkapnya. Bistik Solo memiliki kuah manis gurih kaya rempah dan berfokus pada olahan daging sapi, sedangkan selat Solo disajikan dengan kuah yang lebih ringan serta dilengkapi lebih banyak sayuran segar dan rebus.

6. Sosis Solo

Sosis Solo merupakan jajanan tradisional khas Solo yang terinspirasi dari sosis khas Eropa pada masa kolonial Belanda. Daging sapi yang digunakan untuk membuat sosis sulit diperoleh saat itu sehingga masyarakat Solo mengganti isian menggunakan daging ayam atau sapi.

Meski namanya mengandung kata "sosis", bentuk dan cara penyajiannya berbeda dengan sosis pada umumnya. Sosis Solo terdiri atas kulit berbahan tepung dan telur yang diisi tumisan ayam, kemudian digulung dan digoreng hingga berwarna keemasan. 

Jika ingin membuatnya sendiri di rumah, kamu bisa mencoba resep Sosis Solo ala Masako® dari Dapur Umami. Dengan tambahan Masako® Rasa Ayam, isian ayam menjadi lebih gurih dan lezat.

7. Cabuk Rambak

Cabuk rambak adalah kuliner tradisional khas Solo yang telah dikenal sejak lama. Nama "cabuk rambak" berasal dari dua komponen utamanya, yaitu cabuk, saus berbahan wijen sangrai dan kelapa berbumbu, serta rambak, yaitu kerupuk kulit sapi atau kerbau.

Cabuk rambak terdiri dari potongan ketupat yang disiram saus berbahan wijen sangrai, kelapa parut, bawang putih, dan rempah-rempah, kemudian disajikan dengan kerupuk rambak sebagai pelengkap. 

Dahulu, cabuk rambak banyak dijual sebagai menu sarapan di pasar-pasar tradisional Solo. Hingga kini, kuliner legendaris ini masih menjadi salah satu makanan khas yang bisa dicoba saat berkunjung ke Kota Solo.

8. Brambang Asem

Brambang asem merupakan makanan tradisional khas Solo dengan cita rasanya yang menyegarkan. Dalam bahasa Jawa, brambang berarti bawang merah, sedangkan asem mengacu pada asam jawa yang menjadi bahan utama sambalnya. 

Brambang asem terdiri atas daun ubi jalar rebus yang disajikan bersama sambal berbahan bawang merah, cabai, gula jawa, dan asam jawa. Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan tempe gembus sebagai pelengkap.

Brambang asem memiliki cita rasa perpaduan antara rasa pedas, manis, asam, dan gurih yang seimbang. Hidangan ini dikenal sebagai makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Solo karena menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan.

9. Serabi Solo

Serabi Solo merupakan jajanan tradisional yang telah menjadi ikon kuliner Kota Solo. Berbeda dengan serabi daerah lain, serabi Solo memiliki tekstur yang lebih lembut dan tipis karena dibuat dari adonan tepung beras, santan, gula, serta dimasak di atas tungku tanah liat.

Awalnya, serabi Solo hanya memiliki rasa original dengan perpaduan gurih santan dan sedikit manis. Seiring perkembangan zaman, jajanan ini hadir dengan berbagai pilihan topping, seperti cokelat, pisang, nangka, keju, hingga meses.

Kamu bisa mencoba resep Surabi Spesial Mayumi® dari Dapur Umami. Kreasi ini menggunakan topping gurih dari sosis, telur rebus, tuna rebus, dan abon sapi. Lalu diberi Mayumi® di atas serabi untuk memberikan rasa yang creamy, gurih, dan semakin nikmat.

10. Intip Solo

Intip Solo adalah camilan tradisional khas Solo yang berasal dari kerak nasi yang menempel di dasar dandang atau panci setelah proses menanak nasi. Dahulu, kerak nasi ini dimanfaatkan agar tidak terbuang, kemudian dijemur hingga kering dan digoreng sampai renyah. 

Seiring waktu, intip Solo berkembang menjadi salah satu oleh-oleh khas yang banyak diburu wisatawan. Selain varian gurih original, kini juga hadir dengan berbagai pilihan rasa, seperti gula jawa, balado pedas, hingga aneka bumbu modern yang menambah variasi cita rasanya.

Intip Solo menjadi bukti kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan makanan sederhana menjadi camilan yang lezat. Tak heran jika hingga kini Intip Solo tetap menjadi salah satu ikon kuliner yang identik dengan Kota Bengawan.

 

Itulah beberapa makanan khas Solo yang populer dan masih menjadi favorit hingga sekarang. Dari berbagai kuliner khas Solo di atas, mana yang paling membuatmu penasaran untuk mencoba?

Jika belum sempat berkunjung ke Solo, kamu bisa menghadirkan cita rasa khasnya di rumah dengan mencoba berbagai resep inspirasi dari Dapur Umami. Yuk, recook aneka hidangan khas Nusantara favoritmu dan ciptakan momen bersama keluarga yang semakin istimewa!

 

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait