Rasa asam menjadi salah satu elemen penting dalam masakan Indonesia. Tidak hanya memberikan sensasi segar, rasa asam juga dapat membantu menyeimbangkan rasa gurih, manis, pedas, dan asin dalam hidangan.
Setiap jenis asam memiliki karakter rasa, aroma, dan kegunaan yang berbeda. Ada yang memberikan rasa asam kuat dengan sedikit manis, ada pula yang memiliki rasa sepat atau pahit.
Lalu, apa saja macam-macam asam yang sering digunakan untuk memasak? Yuk, kenali beberapa jenisnya berikut ini!
Macam-Macam Asam untuk Masakan
Rasa asam bisa membuat masakan terasa lebih segar dan seimbang. Yuk, kenali berbagai jenis asam yang sering digunakan dalam masakan Indonesia beserta kegunaannya!
1. Asam Jawa
Asam jawa atau Tamarindus indica merupakan salah satu bumbu dapur yang mudah dijumpai di Indonesia. Meskipun sangat familiar dalam berbagai masakan Nusantara, tanaman ini diketahui berasal dari Afrika dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis dan subtropis.
Pohon asam jawa dapat tumbuh besar dengan tinggi mencapai sekitar 30 meter dan termasuk tanaman yang selalu hijau. Bagian buahnya menjadi bagian yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan masakan.
Rasa asam jawa khas dan cukup kuat dengan sedikit sentuhan rasa manis. Asam jawa sering digunakan untuk sayur asam, sambal, hingga berbagai bumbu masakan. Selain untuk memasak, asam jawa juga digunakan sebagai salah satu bahan dalam jamu tradisional.
2. Asam Kandis
Selanjutnya ada asam kandis atau Garcinia xanthochymus. Tanaman ini berasal dari India dan telah menyebar ke berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia. Biasanya, buah asam kandis dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bumbu masakan.
Pohon asam kandis merupakan tanaman yang selalu hijau. Buahnya berbentuk agak membulat dengan bagian ujung yang sedikit meruncing. Saat matang, buahnya dapat berwarna jingga pucat hingga kuning pekat.
Rasa asam kandis lebih ringan dari asam jawa dengan sedikit rasa sepat dan pahit. Asam kandis cukup banyak digunakan dalam masakan khas Sumatra, terutama yang membutuhkan sentuhan rasa asam untuk menyeimbangkan rasa gurih dan kaya rempah.
3. Asam Gelugur
Asam gelugur atau Garcinia atroviridis adalah buah yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pengasam dalam masakan. Buah ini juga dikenal sebagai penghasil asam potong atau asam keping.
Asam gelugur memiliki dua jenis yang dikenal sebagai asam batu dan asam air. Asam batu memiliki ukuran sekitar 7–10 cm dengan tekstur yang lebih padat, liat, dan cenderung kering. Sementara itu, asam air berukuran lebih besar, sekitar 10–14 cm, dengan tekstur yang lebih renyah, kenyal, dan berair.
Untuk digunakan sebagai bumbu, buah gelugur biasanya diiris kemudian dikeringkan. Asam gelugur dapat ditemukan dalam berbagai masakan Nusantara, khususnya hidangan khas Sumatra seperti ikan mas arsik, gulai, asam padeh, dan pindang kuah.
4. Asam Sunti
Asam sunti dibuat dari buah belimbing wuluh yang dikeringkan dan telah digunakan secara turun-temurun dalam masakan khas Aceh. Bahan ini memberikan rasa asam dan segar yang khas pada masakan.
Membuat asam sunti dengan merendam belimbing wuluh terlebih dahulu, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Selama proses penjemuran, buah dibolak-balik dan diberi garam secara merata. Garam membantu mengawetkan asam sunti sehingga dapat disimpan lebih lama.
Bahan ini banyak digunakan dalam hidangan Aceh seperti asam keueng, keumamah, dan tongkol tumeh Aceh. Penggunaan asam sunti juga menjadi salah satu ciri yang membuat cita rasa masakan Aceh begitu khas.
5. Asam Mawang
Asam mawang merupakan buah dari tanaman dengan nama ilmiah Mangifera pajang. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Kalimantan dan masih berkerabat dengan mangga.
Buah asam mawang memiliki bentuk yang menyerupai mangga dengan kulit berwarna cokelat dan tekstur yang cukup kasar. Buah ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan, tetapi juga digunakan dalam berbagai olahan khas masyarakat setempat.
Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai bahan minuman lokal yang dikenal dengan nama serawe. Selain itu, kulitnya juga dapat dimanfaatkan dalam sajian sayur. Rasa asamnya membuat buah ini cocok digunakan sebagai bahan sambal tradisional, sayur berkuah, hingga gulai ikan khas Kalimantan.
6. Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh atau Averrhoa bilimbi juga menjadi salah satu bahan asam alami yang populer di dapur Indonesia. Buah ini berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 4–6 cm dan memiliki kulit mengilap. Warnanya berubah dari hijau menjadi kekuningan ketika matang.
Belimbing wuluh memiliki rasa asam dan segar sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengasam seperti asam Jawa atau tomat dalam berbagai hidangan. Beberapa masakan yang memanfaatkan belimbing wuluh antara lain garang asem, pepes ikan, dan sambal.
Selain memberikan rasa asam, belimbing wuluh juga dapat dimanfaatkan ketika mengolah ikan. Rasa asamnya membantu memberikan kesegaran pada ikan dan dapat digunakan dalam proses marinasi untuk membantu mengurangi aroma amis.
Dari asam Jawa hingga belimbing wuluh, ternyata bahan pengasam yang digunakan dalam masakan Indonesia sangat beragam. Meskipun sama-sama memberikan rasa asam, setiap bahan memiliki karakter yang berbeda.
Dengan mengenali macam-macam asam untuk masak, kamu bisa lebih mudah memilih bahan yang sesuai dengan hidangan yang ingin dibuat. Jadi, jangan ragu mengeksplorasi berbagai bahan asam untuk menghasilkan masakan Nusantara yang semakin kaya rasa!
Resep Masakan dari Berbagai Jenis Asam
Ayam dan kacang panjang ditumis dengan asam jawa yang memberikan rasa segar dan sedikit asam. Ditambah Masako® Rasa Ayam, tumisan ini jadi makin gurih dan nikmat untuk menu sehari-hari.
Aneka buah seperti nanas, timun, jambu, dan lainnya makin segar disantap dengan sambal rujak berbumbu air asam jawa. Tambahan AJINOMOTO® Terasi Udang bikin sambalnya terasa gurih dan harum.
Ayam kampung dimasak bersama belimbing wuluh yang memberikan rasa asam segar. Dibungkus daun pisang dan dikukus, garang asem ini punya aroma khas yang makin menggugah selera dengan tambahan AJI-NO-MOTO®.
Potongan ikan patin yang lembut berpadu dengan kuah gulai dari Sajiku® Bumbu Gulai yang gurih dan kaya rempah. Tambahan belimbing wuluh memberikan rasa asam segar.
Irisan daging yang gurih dipadukan dengan sambal balado pedas dan asam kandis yang memberikan rasa asam khas. Tambahan AJI-NO-MOTO® membuat cita rasanya semakin gurih dan nikmat.
Ampela ayam yang gurih berpadu dengan rasa pedas dan segar dari bumbu acar. Tambahan asam kandis memberikan sentuhan asam yang khas dan Masako® Rasa Ayam membuat rasanya makin gurih.