Artikel & Tips Dari Coto hingga Barongko, Ini Daftar Makanan Khas Makassar
Dari Coto hingga Barongko, Ini Daftar Makanan Khas Makassar

Dari Coto hingga Barongko, Ini Daftar Makanan Khas Makassar

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
06 Oktober 2026, 15:58
Bagikan

Kalau mendengar kata Makassar, makanan apa yang langsung terlintas di pikiran Umamichi? Coto Makassar mungkin jadi salah satunya. Namun, kuliner khas Makassar ternyata punya banyak pilihan lain dengan cita rasa yang tidak kalah menarik.

Dari pallubasa dan sop konro hingga pisang epe dan barongko, yuk kita bahas satu per satu makanan populer khas Makassar.

 

Makanan Khas Makassar

Mulai dari makanan berat hingga jajanan tradisional, berikut ini beberapa kuliner Makassar yang populer dan sayang untuk dilewatkan.

1. Coto Makassar

Coto Makassar merupakan salah satu makanan khas Makassar yang paling dikenal. Sekilas mirip dengan soto daging, tetapi bedanya adalah coto Makassar memiliki karakter kuah dan penggunaan rempah yang khas.

Bahan utamanya berupa daging dan jeroan sapi yang dimasak hingga empuk. Kuahnya berwarna cokelat dengan rasa gurih. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan kacang tanah yang dihaluskan dalam kuah sehingga memberikan rasa gurih sekaligus tekstur.

Coto Makassar biasanya disajikan bersama ketupat atau burasa. Tambahan sambal dan perasan jeruk nipis juga bisa memberikan rasa pedas dan segar yang melengkapi kuahnya. Buat Umamichi yang ingin mencoba membuat hidangan ini di rumah, ada Coto Makassar ala AJI-NO-MOTO® yang bisa menjadi pilihan resep.

2. Pallubasa

Salah satu ciri khas pallubasa adalah tambahan kelapa parut yang sudah disangrai. Kelapa sangrai tersebut memberikan rasa gurih sekaligus aroma yang khas pada hidangan. Ketika disajikan, pallubasa juga sering diberi kuning telur ayam kampung.

Jika coto memiliki kuah yang lebih ringan dengan kacang tanah sebagai salah satu cirinya, pallubasa terasa lebih pekat dan gurih dengan aroma kelapa sangrai yang cukup menonjol. Umamichi juga bisa mencoba Pallubasa ala Masako® untuk mengenal cita rasa hidangan khas Makassar ini.

3. Sop Konro

Hidangan ini berupa iga sapi yang dimasak dalam kuah berwarna cokelat kehitaman. Warna gelap tersebut salah satunya berasal dari penggunaan kluwek yang juga memberikan karakter rasa khas pada kuah.

Selain kluwek, sop konro menggunakan berbagai rempah sehingga menghasilkan kuah yang kaya rasa dan aroma. Iga sapi dimasak hingga teksturnya empuk sehingga mudah disantap bersama kuah yang gurih.

Dalam perkembangannya, konro tidak hanya hadir dalam bentuk sup. Ada pula konro bakar, yaitu iga sapi yang diolah dengan cara dibakar dan biasanya disajikan bersama kuah konro.

4.  Pallumara

Makassar juga punya pallumara, yaitu hidangan yang menggunakan ikan sebagai bahan utama. Pallumara merupakan hidangan tradisional berupa sup ikan dengan kuah berwarna kuning cerah.

Jenis ikan yang digunakan cukup beragam, mulai dari bandeng, kakap merah, kakap putih, tuna, hingga kerapu. Ikan kemudian dimasak bersama bumbu dan rempah hingga menghasilkan kuah dengan rasa gurih, segar, dan sedikit asam.

Salah satu yang bisa dicoba adalah Bandeng Pallumara AJI-NO-MOTO® dari Dapur Umami. Bandeng yang lembut berpadu dengan kuah berbumbu yang segar dan gurih, cocok disantap bersama nasi hangat.

5. Songkolo Bagadang

Songkolo Bagadang merupakan hidangan khas Makassar yang berbahan dasar beras ketan. Ketan bisa menggunakan jenis ketan hitam maupun ketan putih, kemudian dikukus hingga matang dan pulen.

Salah satu ciri khas songkolo adalah taburan kelapa parut sangrai yang gurih. Untuk menambah rasa, hidangan ini bisa disantap bersama berbagai lauk seperti telur asin, ikan teri goreng, atau sambal.

Nama "bagadang" berkaitan dengan kebiasaan menikmati hidangan ini pada malam hari. Oleh karena itu, Songkolo Bagadang cukup dikenal sebagai makanan malam di Makassar. 

6. Gogoso

Masih berbahan dasar ketan, ada gogoso yang juga dikenal dalam masyarakat Makassar. Makanan tradisional ini dibuat dari beras ketan putih atau hitam yang dimasak bersama santan. Setelah matang, ketan dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dibakar. 

Teksturnya cenderung pulen dan padat dengan rasa gurih dari santan. Gogoso biasanya dapat ditemukan dalam berbagai momen dan tradisi masyarakat setempat. Cara memasaknya yang sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan justru menjadi salah satu daya tarik makanan tradisional ini.

7. Jalangkote

Jalangkote merupakan salah satu jajanan khas Sulawesi Selatan yang bentuknya sekilas mirip pastel, tetapi jalangkote memiliki karakter kulit yang lebih tipis dan biasanya disajikan bersama sambal cair yang menjadi ciri khasnya.

Jalangkote umumnya berisi tumisan wortel, kentang, bihun atau mi, serta tauge. Beberapa variasi juga menambahkan telur rebus sebagai isian. Semua bahan tersebut dibungkus dengan kulit tipis, kemudian digoreng hingga matang.

Sambal yang disajikan sebagai pendamping jalangkote terbuat dari campuran air, cabai, dan cuka sehingga menghasilkan rasa pedas dengan asam yang segar. 

8. Pisang Epe

Berkunjung ke Makassar rasanya belum lengkap tanpa mengenal Pisang epe. Jajanan kaki lima tradisional ini cukup identik dengan kuliner Makassar dan mudah ditemukan di kawasan yang ramai oleh wisatawan.

Pisang Epe dibuat menggunakan pisang kepok yang masih setengah matang. Pisang dibakar hingga matang, kemudian dipipihkan atau ditekan sampai bentuknya menjadi lebih lebar dan pipih. Setelah itu, pisang dipanggang hingga bagian luarnya memiliki aroma bakaran yang khas.

Pisang Epe biasanya disajikan dengan siraman saus gula merah. Rasa manis dari saus berpadu dengan pisang yang lembut dan aroma smoky. Saat ini, Pisang Epe juga memiliki berbagai variasi topping, tetapi saus gula merah tetap menjadi salah satu ciri penyajian tradisionalnya.

9. Barongko

Barongko umumnya dibuat dari pisang kepok yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan bahan lainnya hingga menjadi adonan lembut. Adonan tersebut dibungkus menggunakan daun pisang, lalu dimasak hingga matang.

Penggunaan daun pisang bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga memberikan aroma khas pada Barongko. Teksturnya yang lembut membuat makanan ini berbeda dari olahan pisang yang biasanya digoreng atau dibakar.

10. Es Pisang Ijo

Hidangan Es Pisang Ijo cukup populer dan sudah banyak dikenal di luar Sulawesi Selatan. Sesuai namanya, bahan utama Es Pisang Ijo adalah pisang yang dibalut dengan adonan berwarna hijau. Warna tersebut umumnya berasal dari pandan atau pewarna makanan. 

Pisang yang sudah dibungkus kemudian disajikan dengan kuah atau bubur, sirup, dan es. Perpaduan pisang yang lembut, rasa manis dari sirup, serta dingin dari es membuat pisang ijo cocok dinikmati sebagai hidangan penutup atau camilan. 

 

Ternyata, kuliner Makassar bukan cuma coto, ya! Ada banyak makanan khas lain yang nggak kalah menarik, mulai dari pallubasa, sop konro, dan pallumara hingga jalangkote, pisang epe, dan barongko. Masing-masing punya rasa dan cara penyajian yang khas.

Jadi, kalau suatu saat Umamichi berkunjung ke Makassar, jangan lupa sempatkan mencicipi kuliner khasnya. Dari daftar di atas, mana yang paling bikin Umamichi penasaran untuk dicoba?

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait