Artikel & Tips Apakah Kandungan Gizi Telur Asin Sama Seperti Telur Biasa?
Apakah Kandungan Gizi Telur Asin Sama Seperti Telur Biasa?

Apakah Kandungan Gizi Telur Asin Sama Seperti Telur Biasa?

Ditulis Oleh
Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
15 Agustus 2026, 11:00
Bagikan

Di meja makan masyarakat Indonesia, telur asin sering hadir sebagai lauk pendamping yang sederhana, tetapi mampu menambah cita rasa berbagai hidangan. Mulai dari nasi hangat, bubur, hingga aneka masakan modern, telur asin memiliki rasa gurih yang khas berkat proses pengasinan yang dilakukan selama beberapa hari.

Namun, di balik popularitasnya, telur asin juga kerap menjadi bahan perbincangan. Sebagian orang memilih membatasi konsumsinya karena kandungan garamnya lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Di sisi lain, tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah telur asin masih memiliki kandungan gizi yang bermanfaat atau hanya sekadar memberikan rasa gurih pada makanan.

Faktanya, proses pengasinan memang meningkatkan kandungan natrium, tetapi tidak menghilangkan protein, lemak, vitamin, maupun mineral yang secara alami terdapat pada telur. Oleh karena itu, telur asin tetap dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan dipadukan dengan menu yang beragam.

Lalu, berapa sebenarnya kalori dalam satu butir telur asin? Apa saja kandungan gizinya dan manfaat yang dapat diperoleh dari makanan ini? Mari kita bahas lebih lanjut.

 

Kandungan Gizi Telur Asin

Sama seperti telur pada umumnya, telur asin mengandung protein berkualitas, lemak, vitamin, dan berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh. Perbedaan utamanya terletak pada proses pengasinan yang meningkatkan kandungan natrium sehingga cita rasanya menjadi lebih gurih.

Dalam kehidupan sehari-hari, telur asin biasanya dikonsumsi per butir. Satu butir telur asin dengan berat sekitar 60–70 gram diperkirakan mengandung energi sekitar 110 kilokalori. Nilai kandungan gizinya dapat berbeda tergantung pada jenis telur, ukuran telur, serta metode pengasinan yang digunakan.

Berikut kandungan gizi utama yang terdapat dalam satu butir telur asin.

1. Protein

Dalam 100 gram telur asin terdapat sekitar 13,6 gram protein. Protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung pembentukan enzim dan hormon yang dibutuhkan tubuh.

2. Lemak

Telur asin mengandung sekitar 13,6 gram lemak per 100 gram. Lemak menjadi sumber energi, membantu pembentukan membran sel, serta mendukung penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A dan vitamin D.

3. Natrium

Dalam 100 gram telur asin terdapat sekitar 1.600 mg natrium. Natrium dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi saraf dan otot. Namun, karena jumlahnya cukup tinggi, konsumsi telur asin perlu disesuaikan agar asupan natrium harian tidak berlebihan.

4. Kalsium dan Fosfor

Telur asin menyediakan sekitar 120 mg kalsium dan 220 mg fosfor per 100 gram. Kedua mineral ini bekerja bersama dalam membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi. Fosfor juga berperan dalam berbagai proses metabolisme energi di dalam tubuh.

5. Vitamin A dan Vitamin B12

Dalam 100 gram telur asin terdapat sekitar 270 mcg RE vitamin A dan 1,8 mcg vitamin B12. Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata dan mendukung fungsi sistem imun. Sementara itu, vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah serta membantu menjaga fungsi sistem saraf.

Telur asin juga mengandung zat besi dan vitamin D. Zat besi membantu pembentukan sel darah merah, sedangkan vitamin D mendukung penyerapan kalsium dan pemeliharaan kesehatan tulang. Meskipun mengandung berbagai zat gizi, telur asin memiliki kadar natrium dan kolesterol yang cukup tinggi sehingga konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan setiap individu.

 

Manfaat Telur Asin untuk Kesehatan

 Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kandungan gizi telur asin.

1. Menjadi Sumber Protein Berkualitas

Di balik cita rasanya yang gurih, telur asin tetap mempertahankan kandungan protein berkualitas tinggi yang berasal dari telur. Protein merupakan zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, membentuk enzim dan hormon, serta mendukung berbagai fungsi tubuh sehari-hari.

Protein pada telur juga mengandung asam amino esensial yang relatif lengkap sehingga dapat dimanfaatkan tubuh dengan baik. Oleh karena itu, telur asin dapat menjadi salah satu pilihan lauk untuk membantu melengkapi kebutuhan protein harian selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.

2. Mengandung Vitamin dan Mineral Penting

Selain protein, telur asin mengandung berbagai mikronutrien yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh. Vitamin A membantu mendukung kesehatan mata dan sistem imun, sedangkan vitamin D membantu penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang. Telur asin juga mengandung vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi sistem saraf.

Kandungan fosfor dan zat besi turut melengkapi profil gizi telur asin. Fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan metabolisme energi, sedangkan zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Meskipun jumlahnya belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan harian, keberadaan berbagai vitamin dan mineral tersebut menunjukkan bahwa telur asin bukan sekadar lauk yang memberikan rasa gurih.

3. Membantu Melengkapi Kebutuhan Energi

Tubuh memerlukan energi untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari bergerak, berpikir, hingga menjaga kerja organ-organ vital. Energi tersebut diperoleh dari zat gizi makro, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Dalam telur asin, kandungan protein dan lemak berkontribusi terhadap asupan energi harian. Oleh karena itu, telur asin dapat menjadi lauk yang membantu melengkapi kebutuhan energi ketika dikombinasikan dengan sumber karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau jagung, serta sayuran dalam satu kali makan.

4. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Kesehatan tulang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan kalsium, tetapi juga membutuhkan fosfor dan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Kalsium dan fosfor bekerja sama dalam proses pembentukan dan pemeliharaan struktur tulang serta gigi. Sementara itu, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik. Telur asin mengandung ketiga zat gizi tersebut sehingga dapat memberikan tambahan asupan untuk membantu menjaga kesehatan tulang. Namun, untuk memenuhi kebutuhan harian secara optimal, telur asin tetap perlu dikombinasikan dengan sumber kalsium dan vitamin D lainnya, seperti susu, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

5. Praktis Dikonsumsi sebagai Lauk Pendamping

Salah satu alasan telur asin tetap digemari adalah karena praktis disajikan dan mudah dipadukan dengan berbagai jenis makanan. Rasanya yang gurih membuat telur asin dapat menjadi pelengkap menu sederhana tanpa memerlukan banyak bumbu tambahan. Agar menu menjadi lebih seimbang, telur asin dapat disajikan bersama nasi, aneka sayuran, serta lauk lain yang rendah natrium, seperti ayam kukus, ikan panggang, tahu, atau tempe. Dengan kombinasi tersebut, cita rasa gurih telur asin tetap dapat dinikmati tanpa membuat keseluruhan menu menjadi terlalu tinggi garam.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Telur Asin

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi telur asin.

1. Kandungan Natriumnya Lebih Tinggi Dibandingkan Telur Biasa

Perbedaan utama antara telur asin dan telur biasa terletak pada kandungan natriumnya. Selama proses pengasinan, garam masuk ke dalam telur sehingga cita rasanya menjadi lebih gurih sekaligus meningkatkan kadar natrium. Natrium memang dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi saraf dan otot. Namun, apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada sebagian orang.

2. Nikmati dalam Porsi yang Sesuai

Karena memiliki rasa yang cukup gurih, telur asin biasanya sudah dapat dinikmati dalam jumlah kecil sebagai pelengkap makanan. Bagi sebagian besar orang sehat, konsumsi sekitar setengah hingga satu butir telur asin sesekali dapat menjadi pilihan. Porsi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan jenis makanan lain yang dikonsumsi pada hari yang sama. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Individu dengan hipertensi, penyakit ginjal, gangguan jantung, atau yang sedang menjalani pola makan rendah natrium sebaiknya mengikuti anjuran dokter atau ahli gizi mengenai konsumsi makanan tinggi garam.

3. Padukan dengan Sayuran agar Menu Lebih Seimbang

Cara menikmati telur asin juga memengaruhi kualitas gizi keseluruhan hidangan. Telur asin sebaiknya tidak dikombinasikan dengan terlalu banyak makanan tinggi garam lainnya. Telur asin lebih baik dipadukan dengan sayuran segar atau sayur bening, sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, atau jagung, serta lauk lain yang rendah natrium. 

Sebagai contoh, sepiring nasi hangat yang disajikan bersama setengah butir telur asin, tumis buncis, tahu kukus, dan buah sebagai pencuci mulut akan memberikan komposisi menu yang lebih seimbang dibandingkan telur asin yang dikombinasikan dengan mi instan, ikan asin, kerupuk, atau lauk olahan tinggi garam lainnya. Dengan cara tersebut, cita rasa khas telur asin tetap dapat dinikmati sekaligus menjaga variasi dan keseimbangan asupan gizi sehari-hari.

4. Perhatikan Makanan Tinggi Garam Lainnya

Asupan natrium tidak hanya berasal dari telur asin. Garam juga dapat ditemukan dalam kecap, saus, makanan kaleng, mi instan, keripik, makanan cepat saji, ikan asin, dan berbagai makanan olahan lainnya. Oleh karena itu, ketika mengonsumsi telur asin, penggunaan kecap, saus, garam tambahan, dan penyedap dalam menu yang sama sebaiknya dikurangi. Cara ini membantu mencegah jumlah natrium dalam satu kali makan menjadi terlalu tinggi.

5. Perhatikan Cara Penyimpanan

Telur asin yang sudah matang sebaiknya disimpan dalam kondisi bersih dan tertutup. Apabila tidak langsung dikonsumsi, telur asin dapat disimpan di dalam lemari pendingin untuk membantu mempertahankan kualitasnya. Hindari mengonsumsi telur asin yang memiliki aroma tidak normal, tekstur berlendir, warna yang berubah, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan lainnya.

 

Kesimpulan

Telur asin merupakan salah satu olahan telur yang tetap mengandung protein berkualitas, lemak, vitamin, dan berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, serta zat besi. Satu butir telur asin juga dapat memberikan energi yang membantu melengkapi kebutuhan gizi harian. Di sisi lain, proses pengasinan membuat kandungan natriumnya lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Oleh karena itu, telur asin sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dan dipadukan dengan sayuran, sumber karbohidrat, buah, serta lauk lain yang rendah natrium.

Setiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, termasuk dalam mengatur konsumsi makanan yang mengandung natrium. Jika kamu ingin mengetahui apakah telur asin sesuai dengan kondisi kesehatanmu, bagaimana mengatur porsinya, atau cara menyusun menu yang lebih seimbang, yuk manfaatkan fitur Tanya NutriExpert di Dapur Umami. 

 

Baca Juga

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait