Artikel & Tips Apa itu Kimpul? Umbi Lokal yang Lagi Viral
Apa itu Kimpul? Umbi Lokal yang Lagi Viral

Apa itu Kimpul? Umbi Lokal yang Lagi Viral

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
08 Agustus 2026, 03:50
Bagikan

Belakangan ini, kimpul menjadi salah satu umbi lokal yang banyak diperbincangkan, terutama di tengah tren diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan adalah upaya memperluas konsumsi pangan dengan memanfaatkan berbagai jenis bahan makanan sehingga tidak bergantung pada satu sumber pangan saja, seperti beras.

Umbi yang masih satu kelompok dengan talas ini mulai banyak dilirik sebagai sumber karbohidrat alternatif karena mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Meski sekilas terlihat mirip dengan talas, kimpul memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda.

Agar tidak tertukar dengan talas, yuk kenali lebih jauh ciri-ciri kimpul, perbedaannya, serta berbagai olahan yang bisa dibuat dari umbi ini.

 

Apa itu Kimpul?

Kimpul merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang masih satu kelompok dengan talas dan termasuk dalam famili Araceae. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium dan banyak tumbuh di daerah tropis, termasuk Indonesia.

Dibandingkan singkong atau ubi jalar, kimpul memang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehari-hari. Padahal, umbi ini memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi salah satu sumber pangan alternatif.

Daun dari tanaman kimpul berbentuk melekuk seperti panah tajam dengan ukuran yang cukup lebar, sedangkan umbinya berbentuk lonjong dengan daging berwarna putih bersih. Umbi inilah yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

Selain singkong dan ubi jalar, Indonesia juga memiliki berbagai jenis umbi lokal lain yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan, seperti uwi, talas, gembili, dan mbolo. Keragaman ini menjadi kekayaan pangan lokal yang patut dilestarikan.

 

Ciri-Ciri Kimpul

Kimpul memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari umbi-umbian lain, termasuk talas. Mulai dari bentuk tanaman hingga karakteristik umbinya, berikut ciri-ciri kimpul yang perlu kamu ketahui.

1. Memiliki Batang Semu yang Tinggi

Tanaman kimpul memiliki batang semu yang terbentuk dari pelepah daun dan dapat tumbuh hingga lebih dari dua meter. Batangnya tegak dan kokoh sehingga tanaman ini tampak lebih tinggi dibanding beberapa jenis umbi lainnya.

2. Umbinya Berbentuk Lonjong

Berbeda dengan beberapa jenis talas yang cenderung bulat, umbi kimpul umumnya berbentuk lonjong. Kulit luarnya berwarna cokelat muda, sedangkan daging umbinya berwarna putih bersih.

3. Daging Umbinya Lembut

Setelah direbus atau dikukus, kimpul memiliki tekstur yang lembut dengan rasa yang gurih dengan sedikit manis. Umbi ini juga cukup mengenyangkan sehingga sering dijadikan alternatif sumber karbohidrat.

4. Mengandung Getah

Seperti talas, kimpul juga mengandung getah dan kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, kimpul sebaiknya direbus atau dikukus hingga matang sebelum dikonsumsi.

5. Mudah Diolah Menjadi Berbagai Makanan

Kimpul memiliki rasa yang cenderung netral sehingga cocok diolah menjadi berbagai hidangan. Umbi ini dapat direbus, dikukus, digoreng, atau diolah menjadi getuk, perkedel, keripik, hingga aneka camilan tradisional dan internasional.

 

Perbedaan Talas dan Kimpul

Sekilas, kimpul dan talas memang terlihat mirip karena sama-sama termasuk tanaman umbi dari famili Araceae. Namun, keduanya berasal dari spesies yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan antara talas dan kimpul.

1. Nama Ilmiah

Perbedaan pertama terletak pada spesies tanamannya. Kimpul memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium, sedangkan talas memiliki nama ilmiah Colocasia esculenta. Talas juga sering disebut dengan mbote di beberapa daerah. Meski masih satu famili, keduanya merupakan tanaman yang berbeda.

2. Bentuk Daun

Daun kimpul berbentuk seperti hati atau anak panah tajam dengan tangkai daun yang menempel di bagian tepi pangkal daun. Sementara itu, daun talas juga berbentuk hati utuh yang lebih tumpul, tetapi tangkai daunnya menempel lebih ke bagian tengah permukaan daun, sehingga tampilannya sedikit berbeda.

3. Bentuk dan Warna Umbi

Umbi kimpul umumnya berbentuk lonjong atau memanjang dengan daging berwarna putih bersih. Sebaliknya, talas cenderung berbentuk lebih bulat atau oval, dengan daging umbi berwarna putih, putih keunguan, atau memiliki bercak ungu tergantung varietasnya.

4. Tekstur dan Rasa

Setelah dimasak, kimpul memiliki tekstur yang lembut dengan rasa yang gurih dan sedikit manis. Talas cenderung lebih padat, pulen, dan memiliki rasa yang lebih khas sehingga sering digunakan sebagai bahan berbagai camilan maupun makanan penutup.

5. Cara Pengolahan

Kimpul maupun talas merupakan umbi yang serbaguna dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Keduanya bisa dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dihaluskan terlebih dahulu, kemudian diolah menjadi getuk, keripik, perkedel, kolak, hingga aneka camilan kekinian.

6. Popularitas

Dibandingkan kimpul, talas lebih banyak dikenal dan dibudidayakan sebagai bahan pangan di Indonesia. Sementara itu, kimpul masih tergolong umbi lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal, meski memiliki potensi besar sebagai alternatif sumber karbohidrat dalam mendukung diversifikasi pangan.

 

Aneka Olahan Kimpul yang Populer

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan lokal, kimpul kini tidak hanya diolah menjadi makanan tradisional, tetapi juga mulai banyak dikreasikan menjadi aneka jajanan kekinian. Berikut beberapa olahan kimpul yang populer.

1. Mashed Kimpul

Kimpul bisa dikreasikan menjadi mashed kimpul, yaitu versi lokal dari mashed potato. Umbi kimpul yang telah direbus hingga empuk dihaluskan bersama susu, mentega, dan sedikit bumbu hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan creamy

Mashed kimpul cocok disajikan sebagai pendamping steak, ayam panggang, atau hidangan utama lainnya, sekaligus menjadi cara menarik untuk menikmati umbi lokal dengan sentuhan hidangan modern.

2. Kimpul Wedges

Jika biasanya potato wedges dibuat dari kentang, kini kimpul juga bisa menjadi alternatifnya. Kimpul dipotong memanjang, diberi bumbu sederhana seperti bawang putih, lada, dan paprika bubuk, lalu dipanggang atau digoreng hingga bagian luarnya renyah. Rasanya gurih dengan tekstur lembut di bagian dalam.

3. Cimol Kimpul

Cimol tidak harus selalu dibuat dari tepung tapioka. Kini, banyak kreasi cimol kimpul yang memanfaatkan kimpul kukus sebagai salah satu bahan utamanya. Kimpul yang telah dihaluskan dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu, kemudian dibentuk bulat kecil lalu digoreng hingga renyah di luar dan kenyal di dalam.

4. Perkedel Kimpul

Perkedel kimpul menjadi salah satu olahan yang mudah dibuat di rumah. Kimpul yang telah direbus hingga empuk dihaluskan, kemudian dicampur dengan bawang putih, bawang merah, daun bawang, telur, dan bumbu lainnya. Setelah dibentuk bulat pipih, adonan digoreng hingga berwarna keemasan.

 

Kimpul tidak hanya diolah menjadi makanan tradisional, tetapi juga mulai dikreasikan menjadi aneka hidangan kekinian. Inovasi ini menunjukkan bahwa bahan pangan lokal bisa diolah menjadi sajian yang lezat, kreatif, dan sesuai dengan selera masa kini.

Mengolah kimpul juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap diversifikasi pangan, yaitu memanfaatkan berbagai sumber pangan lokal sebagai alternatif selain beras.

Kalau Umamichi, sudah pernah mengolah kimpul jadi hidangan favorit belum? Yuk, bagikan kreasi resep kimpul atau umbi-umbian versimu di aplikasi Dapur Umami dan jadilah inspirasi bagi Umamichi lainnya untuk semakin kreatif memanfaatkan pangan lokal!

 

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait