Artikel & Tips 10 Kuliner Khas Madura yang Populer, Sudah Pernah Coba?
10 Kuliner Khas Madura yang Populer, Sudah Pernah Coba?

10 Kuliner Khas Madura yang Populer, Sudah Pernah Coba?

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
05 Oktober 2026, 10:09
Bagikan

Meski identik dengan sate, ternyata kuliner dari Madura tidak hanya itu lho.  Madura punya kuliner khas yang beragam dengan cita rasa khas, mulai dari hidangan berkuah, olahan daging, makanan hasil laut, hingga jajanan tradisional. 

Setiap hidangan memiliki cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah ini. Berikut ini 10 kuliner khas Madura yang populer dan menarik untuk dicoba. 

 

Makanan Khas Madura yang Populer

Tidak hanya sate, ada banyak kuliner Madura yang menarik untuk dicoba. Berikut ini beberapa makanan khas Madura yang populer.

1. Sate Madura

Sate Madura bisa dibilang sebagai salah satu kuliner khas Madura yang paling dikenal. Umumnya, sate Madura menggunakan daging ayam yang dipotong kecil-kecil, ditusuk menggunakan tusuk bambu, kemudian dibakar hingga matang.

Sate biasanya disajikan dengan bumbu kacang yang memiliki rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. Potongan sate juga sering dilengkapi dengan irisan bawang merah, cabai, serta kecap manis. Untuk pelengkap, sate ayam Madura biasanya disajikan bersama lontong atau nasi.

Kalau Umamichi mau mencoba membuatnya sendiri di rumah, salah satu pilihan resep yang bisa dicoba adalah Sate Ayam Madura ala SAORI®. Bumbu yang praktis membuat proses memasak sate jadi lebih mudah.

2. Bebek Songkem

Bebek songkem merupakan salah satu hidangan khas Madura yang punya cara memasak cukup unik. Berbeda dengan bebek yang umumnya digoreng atau dimasak dengan kuah, bebek songkem dimasak menggunakan teknik kukus.

Bebek dibumbui dengan rempah dan cabai, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus hingga matang. Proses pengukusan membuat bumbu meresap ke dalam daging sekaligus menghasilkan tekstur daging yang sangat lembut dan empuk. 

3. Soto Madura

Soto Madura menjadi pilihan menarik bagi pencinta makanan berkuah. Isi soto Madura cukup beragam. Selain potongan daging sapi, soto dapat dilengkapi dengan soun, perkedel kentang, kentang rebus, telur rebus, jeroan, hingga lontong. 

Soto Madura juga sering disantap dengan tambahan sambal, perasan jeruk nipis, serta taburan bawang goreng. Perpaduan kuah gurih, daging, dan berbagai pelengkap membuatnya cocok dinikmati kapan saja.

Buat Umamichi yang mau mencoba versi praktisnya, ada Soto Madura ala Sajiku® yang bisa menjadi pilihan untuk memasak hidangan khas daerah ini di rumah. Resep ini tentunya dengan kuah berbumbu yang gurih dan kaya rempah.

4. Kaldu Kokot

Kuliner khas Madura ini menggunakan kikil atau kaki sapi sebagai salah satu bahan utamanya. Bagian kaki sapi dimasak hingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan lembut.

Salah satu hal yang membuat kaldu kokot berbeda adalah penyajiannya bersama kacang hijau yang sudah direbus. Kaldu kokot juga biasanya disajikan bersama potongan lontong. Jadi, dalam satu porsi terdapat kombinasi kuah gurih, kikil yang kenyal, kacang hijau, dan lontong yang mengenyangkan.

5. Nasi Serpang

Beralih ke Bangkalan, ada nasi serpang yang dikenal sebagai sajian nasi dengan beragam lauk dalam satu piring. Beberapa lauk yang biasa ditemukan antara lain kerang tumis pedas, telur asin, kerecek tahu, dendeng sapi, keripik paru, pepes ikan tongkol, serta sambal terasi. 

Banyaknya lauk juga membuat nasi serpang cocok untuk yang suka mencoba berbagai rasa dalam satu hidangan. Tidak perlu memilih satu lauk saja karena semuanya bisa dinikmati bersama nasi.

6. Topak Ladeh

Hidangan topak ladeh biasanya menjadi salah satu sajian wajib yang hadir saat perayaan Lebaran. Topak ladeh berupa sup yang menggunakan betis sapi dan diolah bersama berbagai rempah. Bahan yang digunakan antara lain daun jeruk purut, lengkuas, kayu manis, dan kencur. 

Dalam bahasa lokal, "topak" berarti lontong. Sementara itu, "ladeh" merujuk pada hidangan berkuah tersebut. Oleh karena itu, topak ladeh dapat dipahami sebagai sajian lontong dengan kuah ladeh. Biasanya hidangan ini disantap bersama keluarga saat Lebaran.

7. Lorjuk

Lorjuk merupakan sejenis kerang berukuran kecil yang hidup di perairan Madura. Bentuknya berbeda dari kerang pada umumnya karena tubuhnya memanjang dan menyerupai pisau.

Sebelum diolah, lorjuk perlu dibersihkan dan direbus terlebih dahulu. Setelah itu, bagian dagingnya dikupas dan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Proses pengeringan ini dilakukan agar lorjuk dapat disimpan lebih lama tanpa menggunakan bahan pengawet.

Lorjuk dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Masyarakat Madura biasa mengolahnya dengan cara digoreng, ditumis, dioseng, maupun dipepes. Lorjuk kering juga dapat menjadi bahan masakan yang praktis karena bisa disimpan dan digunakan kembali saat dibutuhkan.

8. Tajin Sobih

Kuliner ini merupakan bubur tradisional yang berasal dari Desa Sobih, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura. Dalam bahasa Madura, kata "tajin" berarti bubur, sedangkan "sobih" berasal dari nama daerah asal makanan tersebut. 

Di dalam satu porsi terdapat bubur putih yang dibuat dari tepung beras dan santan, bulatan cenil, bubur cokelat dari gula merah, serta sagu mutiara. Semuanya kemudian disiram dengan kuah santan yang gurih dan saus gula merah cair yang manis.

9. Mento Sumenep

Dari Sumenep, ada mento yang merupakan salah satu jajanan tradisional dengan bentuk dan cara penyajian yang cukup menarik. Mento dibuat dari adonan berbahan tepung yang kemudian diisi dengan tumisan ayam atau daging cincang berbumbu.

Adonan tersebut dibungkus, kemudian dimasak sampai matang. Setelah itu, mento disajikan dengan kuah santan yang gurih. Perpaduan bagian luar yang lembut, isian daging berbumbu, dan kuah santan membuat hidangan ini memiliki rasa yang cukup kaya.

10. Potu Nyilem

Ada potu nyilem, yaitu jajanan tradisional Madura yang dibuat menggunakan tepung ketan atau ketan sebagai bahan utama. Adonan kemudian dicampur dengan air perasan daun pandan yang memberikan warna hijau alami sekaligus aroma wangi.

Bahan tersebut dicampur bersama parutan kelapa dan gula pasir, lalu dibentuk menjadi bola-bola kecil. Setelah itu, adonan direbus di dalam air mendidih hingga mengapung atau "nyilem" ke permukaan. Dari proses inilah nama potu nyilem berasal.

Potu nyilem sering disajikan sebagai hidangan tradisional atau takjil, terutama saat bulan Ramadan. Teksturnya yang kenyal dengan aroma pandan dan rasa gurih dari kelapa membuatnya menjadi salah satu jajanan sederhana yang menarik untuk dicoba.

 

Madura memiliki kekayaan kuliner yang cukup beragam. Sate Madura dan soto mungkin sudah sangat familiar, tetapi masih banyak hidangan lain yang menarik. Setiap makanan juga memiliki cerita dan cara pengolahan yang berbeda.

Jadi, dari 10 kuliner khas Madura di atas, mana yang paling bikin Umamichi penasaran untuk dicoba?

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait