Artikel & Tips Tinggi Protein: Menu Ikan Lokal Juga bisa Cegah Stunting
Tinggi Protein: Menu Ikan Lokal Juga bisa Cegah Stunting

Tinggi Protein: Menu Ikan Lokal Juga bisa Cegah Stunting

01 Aug 2023, 10:08

Ikan adalah salah satu bahan pangan yang mengandung protein. Namun sayangnya, beberapa orang terutama anak-anak kurang suka mengonsumsi ikan. Rendahnya konsumsi ikan pada anak-anak dapat disebabkan karena masih belum meratanya pengetahuan gizi di setiap keluarga, sehingga menu ikan tidak terbiasa disajikan di meja makan. 


Selain itu, pengolahan ikan yang kurang tepat juga menyebabkan ikan memiliki aroma dan rasa yang kurang disukai oleh anak-anak. Nah, artikel Dapur Umami kali ini akan mengulas tentang menu tinggi protein yang berasal dari ikan lokal. 


Kebiasaan Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia

Berdasarkan data The State of Food Security and Nutrition in the World 2020 yang disusun oleh FAO bersama IFAD, UNICEF, WFP dan WHO, Indonesia masuk dalam daftar 50 negara dengan kasus kekurangan gizi terbesar di dunia. Ditinjau dari sisi potensi hasil perikanan di Indonesia, Indonesia memiliki produksi perikanan sebesar 100 juta ton per tahun baik dari budidaya ikan air tawar, budidaya ikan air payau, hingga budidaya ikan laut. 


Walaupun kaya akan komoditas ikan, tetapi masyarakat Indonesia belum memiliki budaya atau kebiasaan makan ikan secara keseluruhan. Ada beberapa hal yang menyebabkan konsumsi ikan di Indonesia masih rendah seperti mitos-mitos seputar ikan yang tidak benar di kalangan masyarakat, misalnya ibu hamil tidak boleh makan ikan karena tidak baik bagi janin karena mengandung cemaran logam berat hingga anak-anak tidak boleh makan ikan karena dapat menyebabkan infeksi kecacingan pada anak. 


Potensi Ikan sebagai Makanan Kaya Gizi

Ikan merupakan salah satu jenis bahan pangan sumber protein hewani yang memiliki manfaat untuk tumbuh kembang anak. Tak hanya sumber protein, ikan juga mengandung zat gizi esensial lainnya seperti lemak sehat, vitamin dan mineral yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil. Selain tinggi protein, ikan mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu pertumbuhan jaringan otak anak. Ada tiga jenis omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan, yaitu DHA dan EPA yang banyak terkandung dalam ikan serta ALA yang terdapat dalam bahan pangan nabati. Penelitian juga menyebutkan bahwa konsumsi ikan setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung. 


Artikel Terkait: Cegah Stunting dengan Penuhi Asupan Protein pada Anak Usia Sekolah


Protein Ikan Juga Bisa Cegah Stunting

Stunting saat ini menjadi permasalahan gizi yang harus ditangani dengan tepat. Stunting merupakan kejadian gagal tumbuh pada anak, dimana nilai z-score tinggi badan anak menurut usia (TB/U) menghasilkan nilai kurang dari -2 standar deviasi menurut WHO. Fase anak-anak adalah fase dimana terjadi pertumbuhan yang pesat. Pemenuhan gizi yang sesuai, terutama protein pada fase anak-anak bisa membantu menurunkan risiko terjadinya stunting. 


Kandungan protein dalam ikan berada dalam kisaran 15 hingga 24 % dengan nilai biologis yang juga tinggi, yaitu 95%. Nilai biologis pada protein ikan ini menyatakan bahwa protein ikan mudah diserap dan digunakan oleh tubuh. Selain memiliki nilai biologis yang tinggi, ikan juga memiliki komposisi asam amino esensial yang lengkap. Komposisi asam amino yang lengkap juga memiliki peran penting dalam proses regulasi hormon, pembentukan jaringan otot dan perkembangan otak pada anak. 


Ragam Olahan Menu Olahan Ikan yang Umami 

Mengolah ikan bisa dibilang susah susah gampang. Ikan memiliki aroma yang amis sehingga bila tidak dimasak dengan cara dan bumbu yang tepat, daya terimanya juga akan rendah. Kelompok usia yang paling banyak tidak menyukai ikan adalah anak-anak dan lansia. Anak-anak dan lansia sangat sensitif dengan aroma amis pada ikan. Berikut adalah ragam olahan menu ikan yang tidak amis, lezat juga umami. 


1. Sup Ikan Batam ala AJI-NO-MOTO® bisa jadi Pilihan Protein MP-ASI


Menu olahan ikan dengan bahan dasar ikan Nila ini cocok dikonsumsi oleh semua usia mulai dari anak-anak hingga lansia. Menu ini juga bisa dijadikan MP-ASI sumber protein untuk anak usia diatas 2 tahun yang sudah bisa belajar mengkonsumsi menu makanan seperti keluarga. Sup ikan Batam yang hangat cocok untuk menemani makan malam bersama keluarga. Satu resep sup ikan ini menghasilkan 5 porsi menu dan mengandung energi dan zat gizi sebagai berikut.


  • Energi: 71 kkal
  • Protein: 12 gram
  • Karbohidrat: 4 gram
  • Lemak: 1 gram
  • Serat: 1 gram

2. Ikan Panggang Teriyaki, Asik Dinikmati Bersama Si Kecil di Rumah


Menu olahan ikan bawal ini menggunakan resep sederhana dan metode memasak yang mudah. Rasa lezat dalam menu ikan ini cocok dijadikan menu saat berkumpul bersama keluarga serta mengajarkan anak-anak untuk suka makan ikan. Satu resep ikan panggang teriyaki ini menghasilkan 2 porsi menu dan mengandung energi dan zat gizi sebagai berikut.

- Energi: 348 kkal

- Protein: 39 gram

- Karbohidrat: 5 gram

- Lemak: 20 gram

3. Bola Bola Ikan Udang, Snack Sehat untuk Si Kecil