Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Penulis: Azzahra Ilka Aulia
Kalau kamu pernah lihat edamame tersaji di restoran Jepang atau jadi camilan sehat, mungkin sempat berpikir, “Ini kan kayak kedelai ya?”
Sekilas memang mirip. Sama-sama polong, sama-sama dari tanaman kedelai. Tapi jangan salah, edamame dan kedelai ternyata punya banyak perbedaan yang cukup penting, lho!
Dalam artikel ini, kita bakal kupas tuntas perbedaan antara edamame dan kedelai, mulai dari bentuk, rasa, cara penyajian, sampai manfaatnya. Yuk, kita bahas satu per satu biar kamu nggak salah sebut lagi!
Jadi, biar nggak cuma tahu permukaannya aja, yuk kita ulik lebih dalam tentang kedelai di sini.
Kedelai adalah biji legum (kacang-kacangan) yang sangat populer di seluruh dunia, terutama di Asia. Di Indonesia sendiri, kedelai jadi bagian dari hidup kita sehari-hari karena jadi bahan utama dari berbagai makanan khas, mulai dari tahu, tempe, sampai kecap.
Kedelai biasanya dipanen setelah matang sempurna, lalu dikeringkan. Warnanya cenderung krem atau kuning pucat, bentuknya kecil dan keras. Kalau kamu pernah beli kedelai mentah untuk membuat susu kedelai atau tempe sendiri di rumah, nah itu dia bentuk kedelai yang umum.
Kedelai punya segudang manfaat dan fleksibel untuk diolah. Selain jadi tahu, tempe, dan susu kedelai, kedelai juga bisa diubah jadi tepung kedelai, kecap, miso, bahkan daging nabati untuk vegan. Kandungan proteinnya tinggi dan dianggap sebagai sumber protein nabati terbaik.
Baca Juga: Tempe Bukan Sekadar Lauk, Ini Manfaat Kesehatannya!
Yuk, kita bahan satu per satu fakta tentang edamame yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya!
Edamame sebenarnya adalah kedelai juga, tapi ada bedanya dengan kedelai biasa. Edamame dipanen lebih awal, tepatnya ketika polong kedelai masih muda, berwarna hijau cerah, dan bijinya belum mengeras ataupun kering.
Bisa dibilang, edamame ini adalah “versi remaja” dari kedelai dewasa. Karena dipanen muda, kandungan air dalam bijinya masih tinggi, teksturnya lebih lembut, dan rasa alaminya pun cenderung sedikit manis.
Kalau dilihat sekilas, edamame terlihat berbeda dengan kedelai matang. Polong edamame berwarna hijau cerah dan masih utuh saat dijual. Permukaan polongnya sedikit berbulu halus, memberi kesan segar dan “baru dipetik dari kebun.” Di dalam polong, biji edamame terlihat lebih besar dan montok dibandingkan kedelai matang yang kecil dan keras.
Saat dimasak, tekstur bijinya pun lembut tapi tetap kenyal. Rasanya juga lebih segar dengan sedikit manis alami, berbeda jauh dari kedelai kering yang harus diolah dulu sebelum bisa dinikmati.
Berbeda dari kedelai kering yang perlu proses panjang sebelum disantap, edamame justru sangat simpel untuk dihidangkan.
Cara paling umum adalah dengan merebus atau mengukusnya sebentar bersama sedikit garam. Setelah matang, edamame bisa langsung disajikan dengan polongnya.
Selain praktis, edamame juga terkenal sebagai camilan yang bikin kenyang lebih lama. Cocok untuk kamu yang suka ngemil tapi tetap ingin menjaga berat badan.
Meski sesama jenis tanaman kedelai, ternyata ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Yuk, kita kupas satu per satu!
Berikut ini perbedaan kedelai dan edamame dari tingkat kematangan tanaman.
Berikut perbedaan kedelai dan edamame dilihat dari warna dan teksturnya.
Penasaran bagaimana cara panen dan konsumsi dari edamame dan kedelai? Yuk, simak penjelasannya
Berikut ini adalah cara mengolah edamame dan kedelai dalam dunia kuliner.
Sekarang kamu udah tahu bedanya edamame dan kedelai, yuk kita lihat beberapa inspirasi resep yang bisa kamu coba di rumah!
Perpaduan renyahnya bakwan, gurihnya teri, dan segarnya edamame bikin resep ini jadi camilan atau lauk yang anti bosan! Dengan tambahan Masako®, rasa gurihnya makin nendang.
Biasanya rempeyek pakai kacang tanah, tapi kamu bisa coba dengan kacang kedelai. Lebih padat dan gurih, cocok buat teman makan nasi atau sekadar camilan sore.
Jadi, walaupun edamame dan kedelai berasal dari tanaman yang sama, ternyata mereka punya karakteristik, fungsi, dan cara olah yang berbeda.
Edamame adalah versi muda yang cocok jadi camilan sehat dan praktis. Sementara kedelai matang lebih cocok untuk diolah jadi berbagai makanan pokok seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.
Dua-duanya sama-sama bergizi tinggi, kaya protein, dan cocok untuk kamu yang ingin hidup lebih sehat tanpa ribet. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan dan selera kamu.
Baca Juga: 15 Makanan Superfood dan Manfaatnya untuk Tubuh!
Temukan lebih banyak resep sehat berbahan dasar kedelai dan edamame di Dapur Umami!