Artikel & Tips Serba Pedas dan Berbumbu, Ini 10 Makanan Khas Lombok
Serba Pedas dan Berbumbu, Ini 10 Makanan Khas Lombok

Serba Pedas dan Berbumbu, Ini 10 Makanan Khas Lombok

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
09 Oktober 2026, 08:41
Bagikan

Siapa yang suka makanan pedas? Kalau iya, kuliner Lombok bisa jadi salah satu yang menarik untuk dikenali. Banyak makanan khasnya menggunakan cabai dan rempah yang membuat rasanya pedas dan gurih

Mulai dari ayam taliwang, plecing kangkung, sate, sampai jajanan manis tradisional, Lombok punya banyak kuliner dengan karakter yang berbeda. Berikut ini 10 makanan khas Lombok yang populer dan menarik untuk dicoba.

 

10 Makanan Khas Lombok

Penasaran apa saja makanan khas Lombok yang populer? Berikut ini beberapa kuliner yang bisa Umamichi kenali.

1. Ayam Taliwang

Ayam taliwang menjadi salah satu makanan yang paling identik dengan Lombok. Hidangan ini menggunakan ayam kampung muda yang diolah dengan bumbu merah rasa pedas dan gurih. Ayam biasanya dibakar atau dipanggang hingga matang.

Bumbu ayam taliwang terdiri dari cabai merah kering atau cabai rawit menjadi salah satu bahan utama yang memberikan rasa pedas. Bumbu tersebut kemudian dipadukan dengan bawang merah, bawang putih, tomat, terasi goreng, kencur, gula merah, dan garam.

Kalau Umamichi ingin mencoba membuat hidangan ini di rumah, Dapur Umami punya resep Ayam Taliwang ala AJI-NO-MOTO®. Resep ini menggunakan ayam kampung dengan bumbu bawang putih, kemiri, cabai merah, terasi, gula merah, dan AJI-NO-MOTO®, lalu dilengkapi sambal serta jeruk limau.

2. Plecing Kangkung

Plecing kangkung ini merupakan sajian yang menggunakan kangkung rebus sebagai bahan utama, kemudian disiram dengan sambal plecing yang pedas dan segar. Kangkung yang digunakan juga dikenal memiliki karakter batang yang renyah dengan daun yang lebih lebar.

Dalam versi autentiknya, sambal plecing dibuat dari cabai rawit, terasi khas, garam, dan tomat tanpa tambahan bawang atau gula. Setelah disajikan bersama kangkung, biasanya ditambahkan perasan jeruk limau dan taburan kacang tanah goreng.

Plecing kangkung biasanya menjadi pendamping berbagai hidangan khas Lombok, termasuk ayam taliwang. Umamichi juga bisa mencoba versi praktisnya melalui resep Plecing Kangkung dari Dapur Umami. Resep ini memadukan kangkung dan tauge dengan sambal dari cabai, bawang merah, kemiri, terasi bakar, jeruk limau, serta AJI-NO-MOTO®

3. Sate Rembiga

Sesuai namanya, Sate Rembiga berasal dari daerah Rembiga, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berbeda dari sate yang menggunakan ayam, Sate Rembiga menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya.

Daging sapi dibumbui menggunakan campuran cabai merah kering, bawang putih, terasi, kemiri, gula merah, gula putih, dan garam. Sebelum dibakar, daging terlebih dahulu direndam dengan campuran bumbu selama kurang lebih tiga jam agar bumbu meresap ke dalam daging.

Setelah dibumbui, daging ditusuk dan dibakar hingga matang. Hasilnya adalah sate dengan aroma bakaran yang khas serta perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis. Bumbunya menjadi salah satu karakter utama Sate Rembiga.

4. Sate Bulayak

Sate Bulayak punya cara penyajian yang cukup unik. Hidangan ini terdiri dari sate berbahan daging sapi, ayam, atau jeroan yang disajikan bersama bulayak, yaitu sejenis lontong atau ketupat khas Lombok.

Bulayak adalah makanan berbahan beras yang dibungkus menggunakan daun enau atau daun aren muda yang dililit secara spiral hingga membentuk gulungan memanjang. Bentuk pembungkus tersebut menjadi salah satu ciri khas bulayak.

Cara menikmati bulayak biasanya dicelupkan terlebih dahulu ke dalam bumbu, kemudian disantap bersama sate. Jadi, bumbu tidak hanya menjadi pelengkap sate, tetapi juga dinikmati bersama bulayak.

5. Sate Tanjung

Kalau biasanya sate identik dengan daging ayam atau sapi, Lombok punya Sate Tanjung yang menggunakan ikan sebagai bahan utama. Kuliner ini berasal dari kawasan Tanjung, Lombok Utara, dan dikenal sebagai salah satu olahan ikan khas daerah tersebut.

Sate Tanjung dibuat dari ikan laut segar yang dipotong dadu, kemudian ditusuk dan dibakar dengan bumbu rempah. Jenis ikan yang digunakan dapat berupa ikan cakalang atau marlin. Bumbunya terdiri dari berbagai rempah seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, lengkuas, dan daun jeruk.

6. Beberuk Terong

Beberuk terong merupakan salah satu makanan pendamping dalam kuliner masyarakat Sasak. Hidangan ini terdiri dari terong dan kacang panjang yang disajikan bersama sambal tomat pedas dan segar.

Sambalnya dibuat dari cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, kencur, terasi bakar, serta perasan jeruk limau. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan rasa pedas, segar, sedikit asam, dan aroma kencur yang khas.

7. Bebalung

Bebalung adalah sup tradisional khas masyarakat Sasak di Lombok yang berbahan dasar tulang iga sapi atau kerbau. Nama "bebalung" berasal dari kata "balung" dalam bahasa Sasak yang berarti tulang.

Tulang iga dimasak bersama berbagai rempah hingga menghasilkan kuah yang gurih dan kaya rasa. Bumbu yang digunakan antara lain bawang putih, jahe, lengkuas, dan kunyit. Perpaduan rempah memberikan aroma yang khas sekaligus membuat kuahnya terasa hangat dan gurih.

8. Sayur Ares

Sayur ares merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat Sasak yang cukup unik karena memanfaatkan bagian batang pisang muda sebagai bahan utamanya. Bagian dalam pelepah atau gedebong batang pisang muda diolah menjadi sayuran yang kemudian dimasak bersama bumbu dan santan.

Bumbu yang digunakan antara lain ketumbar, lengkuas, kunyit, dan kemiri. Sayur ares juga sering dilengkapi dengan potongan daging sapi atau tulang sehingga hidangan lebih gurih dan mengenyangkan.

9. Poteng Jaje Tujak

Lombok juga punya makanan tradisional yang hadir saat Lebaran, yaitu poteng jaje tujak. Hidangan ini dikenal dalam masyarakat Sasak dan terdiri dari dua sajian yang dinikmati bersama, yaitu poteng dan jaje tujak.

Dalam bahasa Sasak, "jaje" berarti jajan, sedangkan "tujak" berarti tumbuk. Jaje tujak sendiri merupakan makanan berbahan ketan yang diolah dengan cara ditumbuk hingga teksturnya menjadi lebih padat.

Sementara itu, poteng merupakan tape ketan yang dibuat dari beras ketan putih dengan rasa manis dan sedikit asam khas hasil fermentasi. Saat jaje tujak disajikan bersama poteng, muncul perpaduan rasa dan tekstur yang menarik. Rasa manis-asam dari tape ketan berpadu dengan jaje tujak yang kenyal dan gurih.

10. Cerorot

Terakhir, ada cerorot yang merupakan jajanan tradisional khas Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jajanan ini mudah dikenali dari bentuknya yang unik, yaitu menyerupai kerucut atau terompet berukuran kecil.

Cerorot dibuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula merah. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa manis dan gurih dengan tekstur yang lembut serta kenyal. Pembungkusnya yang berbentuk kerucut juga menjadi salah satu daya tarik utama cerorot.

Bentuk cerorot yang unik membuat jajanan ini berbeda dari kebanyakan kue tradisional lainnya. Selain sebagai camilan, cerorot juga menjadi salah satu bagian dari kekayaan jajanan tradisional masyarakat Lombok yang masih menarik untuk dikenalkan hingga sekarang.

 

Itulah beberapa makanan khas Lombok yang punya cita rasa dan keunikan masing-masing. Mulai dari hidangan pedas dan berbumbu seperti ayam taliwang dan sate rembiga hingga jajanan tradisional seperti poteng jaje tujak dan cerorot.

Kalau Umamichi belum sempat berkunjung ke Lombok, beberapa kulinernya juga bisa dicoba dari rumah, seperti resep Ayam Taliwang dan plecing kangkung dari Dapur Umami. Dari daftar di atas, kuliner mana yang paling ingin Umamichi coba?

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait