Artikel & Tips Apa Saja Kandungan Gizi yang Terdapat pada Jengkol?
Apa Saja Kandungan Gizi yang Terdapat pada Jengkol?

Apa Saja Kandungan Gizi yang Terdapat pada Jengkol?

Ditulis Oleh
Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
05 November 2026, 08:00
Bagikan

Jengkol merupakan salah satu bahan makanan yang populer dalam kuliner Indonesia. Makanan ini dikenal dengan aroma kuat, tekstur khas, serta rasa gurih setelah diolah. Meskipun aromanya cukup menyengat, jengkol tetap digemari dan sering menjadi pelengkap berbagai hidangan. Selain rasanya yang khas, jengkol mengandung karbohidrat, protein nabati, serta sejumlah vitamin dan mineral. Namun, jengkol juga memiliki kandungan asam jengkolat yang perlu diperhatikan. Lantas, apa saja manfaat jengkol untuk kesehatan dan bagaimana cara mengonsumsinya dengan lebih aman?

Jengkol merupakan biji tanaman Archidendron pauciflorum yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Bentuknya pipih membulat, berkulit cokelat, dan memiliki tekstur yang cenderung padat. Setelah dimasak, teksturnya menjadi lebih empuk dengan cita rasa gurih. Di Indonesia, jengkol sering diolah menjadi semur, rendang, balado, hingga sambal jengkol.

 

Kandungan Gizi Jengkol

Jengkol mengandung berbagai zat gizi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh, mulai dari karbohidrat, protein nabati, serat, hingga vitamin dan mineral. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), setiap 100 gram jengkol segar bagian yang dapat dimakan mengandung sekitar 192 kkal energi, 5,4 gram protein, 40,7 gram karbohidrat, dan 0,3 gram lemak. Selain itu, jengkol juga mengandung serat serta sejumlah vitamin dan mineral. Kandungan gizi tersebut dapat berubah setelah proses pengolahan, terutama jika ditambahkan minyak, santan, atau bahan lainnya.

1. Protein Nabati

Dalam 100 gram jengkol segar terdapat sekitar 5,4 gram protein nabati. Protein berperan dalam pembentukan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk otot. Meski mengandung protein, jengkol sebaiknya tetap dikombinasikan dengan sumber protein lain seperti tempe, tahu, ikan, atau telur untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian.

2. Karbohidrat

Jengkol mengandung sekitar 40,7 gram karbohidrat per 100 gram. Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas. Kandungan ini membuat jengkol turut menyumbang energi dalam menu sehari-hari, terutama ketika dikonsumsi bersama makanan lainnya.

3. Serat Pangan

Setiap 100 gram jengkol segar mengandung sekitar 1,5 gram serat. Serat berperan dalam mendukung kesehatan pencernaan dan membantu menjaga keteraturan buang air besar. Namun, kandungan serat jengkol belum cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian sehingga tetap perlu dilengkapi dengan sayuran, buah-buahan, dan sumber serat lainnya.

4. Vitamin dan Mineral

Jengkol juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Dalam 100 gram jengkol segar terdapat sekitar 150 mg fosfor, 241 mg kalium, 4 mg kalsium, 0,7 mg zat besi, dan 31 mg vitamin C. Fosfor dan kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, sedangkan kalium mendukung fungsi otot dan saraf. Sementara itu, vitamin C membantu pembentukan kolagen dan penyerapan zat besi dari makanan nabati.

5. Asam Jengkolat

Selain mengandung zat gizi, jengkol memiliki senyawa alami yang disebut asam jengkolat. Pada kondisi tertentu, senyawa ini dapat membentuk kristal di saluran kemih dan menyebabkan gangguan yang dikenal sebagai jengkolisme. Gejalanya dapat berupa nyeri pinggang hebat, kesulitan buang air kecil, hingga gangguan fungsi ginjal. Risiko ini dapat berbeda pada setiap individu dan tidak selalu bergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi.

 

Manfaat Jengkol untuk Kesehatan

Manfaat jengkol terutama berasal dari kontribusi zat gizinya. Berikut beberapa manfaat yang berkaitan dengan kandungan tersebut.

1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein

Protein nabati dalam jengkol dapat membantu melengkapi asupan protein harian. Protein berperan dalam pemeliharaan jaringan dan pembentukan berbagai komponen tubuh. Namun, kebutuhan protein sebaiknya dipenuhi dari beragam sumber pangan agar asupan zat gizi lebih lengkap.

2. Memberikan Asupan Energi

Kandungan karbohidrat jengkol dapat menyediakan energi untuk aktivitas sehari-hari. Dalam 100 gram jengkol segar terdapat sekitar 192 kkal energi. Jumlah energi dalam hidangan jengkol dapat bertambah apabila diolah menggunakan minyak, santan, atau bahan lainnya.

3. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Serat dalam jengkol dapat berkontribusi terhadap kesehatan pencernaan dengan membantu pembentukan massa feses dan menjaga keteraturan buang air besar. Namun, dengan kandungan sekitar 1,5 gram per 100 gram, jengkol tetap perlu dilengkapi dengan sumber serat lainnya.

4. Membantu Memenuhi Kebutuhan Mineral

Jengkol menyumbang beberapa mineral yang dibutuhkan tubuh, terutama fosfor dan kalium. Fosfor membantu menjaga kesehatan tulang, sedangkan kalium berperan dalam fungsi otot dan saraf. Namun, manfaat ini perlu dipahami sebagai kontribusi terhadap kebutuhan mineral, bukan sebagai manfaat khusus untuk mengobati penyakit.

5. Menambah Variasi Sumber Protein Nabati

Jengkol dapat menjadi salah satu variasi bahan pangan nabati dalam menu sehari-hari. Mengombinasikannya dengan sayuran dan lauk sumber protein lainnya dapat membantu menghadirkan menu yang beragam. Meski begitu, risiko asam jengkolat tetap perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsinya.

 

Tips Mengolah Jengkol Sebelum Dikonsumsi

Mengolah jengkol dengan tepat dapat membantu menghasilkan hidangan yang lebih bersih, matang, dan nyaman dinikmati. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Pilih Jengkol yang Berkualitas

Pilih jengkol yang tidak menunjukkan tanda pembusukan, seperti berjamur, berlendir, atau memiliki bagian yang rusak. Perhatikan kondisi biji dan hindari jengkol yang tampak membusuk agar kualitas bahan tetap terjaga.

2. Bersihkan Sebelum Dimasak

Cuci jengkol menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Kupas kulit yang tidak dikonsumsi dan pastikan peralatan memasak bersih untuk membantu menjaga keamanan pangan.

3. Rebus hingga Matang

Perebusan dapat membantu melunakkan tekstur jengkol sehingga lebih mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Proses pemasakan juga dapat membantu mengurangi sebagian aroma khasnya. Namun, perlu diketahui bahwa perebusan tidak menjamin seluruh asam jengkolat hilang. Jengkol yang telah dimasak tetap memiliki potensi menyebabkan jengkolisme pada individu yang rentan.

4. Hindari Konsumsi Berlebihan

Nikmati jengkol secara hati-hati dan hindari konsumsi berlebihan. Hingga saat ini, belum terdapat ukuran porsi jengkol yang dapat dijamin aman bagi semua orang. Jumlah konsumsi bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko karena kondisi tubuh dan sensitivitas individu juga berpengaruh.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Jengkol

Meskipun mengandung zat gizi, jengkol tetap memiliki risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Orang dengan gangguan ginjal atau riwayat jengkolisme sebaiknya menghindari konsumsi jengkol. Perhatikan pula gejala yang muncul setelah mengonsumsinya, seperti nyeri pinggang hebat, sulit buang air kecil, urine berdarah, atau jumlah urine berkurang. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan saluran kemih atau ginjal yang membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Penting diingat bahwa mengolah jengkol hingga matang atau mengonsumsi air dalam jumlah banyak tidak dapat menjamin pencegahan jengkolisme. Oleh karena itu, pertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing sebelum menjadikan jengkol sebagai bagian dari menu makan. Jengkol merupakan bahan makanan dengan rasa dan aroma khas yang mengandung karbohidrat, protein nabati, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral.

Manfaat jengkol untuk kesehatan terutama berkaitan dengan kontribusinya dalam membantu memenuhi kebutuhan zat gizi sehari-hari. Namun, kandungan asam jengkolat dapat menyebabkan gangguan saluran kemih dan ginjal pada sebagian orang. Karena itu, konsumsi jengkol perlu dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing.

Masih penasaran dengan kandungan gizi jengkol atau ingin tahu lebih lanjut tentang cara mengonsumsinya dengan tetap memperhatikan kesehatan? Yuk, tanyakan langsung bersama NutriExpert.

 

Baca Juga

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait