Keju punya banyak jenis dengan karakteristik yang berbeda, salah satunya keju parmesan. Keju asal Italia ini dikenal dengan rasanya yang gurih, teksturnya yang cenderung keras, serta aromanya yang khas.
Selain sering ditemukan pada pasta, parmesan juga bisa digunakan dalam sup, salad, hingga hidangan panggang. Yuk, kenali lebih jauh karakteristik dan kegunaan keju yang satu ini!
Mengenal Keju Parmesan?
Keju parmesan adalah jenis keju keras yang berasal dari Italia. Keju ini umumnya dibuat dari susu sapi dan dikenal dengan rasa gurih yang kuat, sedikit asin, serta aroma yang semakin kompleks seiring proses pematangannya.
Nama parmesan sering digunakan untuk menyebut Parmigiano Reggiano, yaitu keju tradisional Italia yang berasal dari wilayah tertentu di Italia, seperti Parma dan Reggio Emilia. Namun, tidak semua produk berlabel parmesan dibuat dengan standar dan aturan yang sama seperti Parmigiano Reggiano.
Salah satu ciri khas keju parmesan adalah teksturnya yang keras dan padat, tetapi mudah diparut. Warnanya berkisar dari kuning pucat hingga kuning keemasan. Ketika dipotong, bagian dalamnya dapat terlihat berbutir atau memiliki kristal-kristal kecil yang terbentuk selama proses pematangan.
Proses Pembuatan Keju Parmesan
Pembuatan keju parmesan melalui beberapa tahapan yang membutuhkan ketelitian dan waktu pematangan cukup lama.
- Pengolahan susu: Susu sapi dicampur dengan kultur bakteri dan enzim penggumpal hingga membentuk dadih atau gumpalan padat
- Pemotongan: Gumpalan padat dipotong menjadi bagian kecil, kemudian dipanaskan untuk membantu memisahkan cairan susu dari padatan keju
- Pencetakan keju: Gumpalan yang terkumpul dimasukkan ke dalam cetakan hingga membentuk roda keju yang padat
- Penggaraman: Keju direndam dalam larutan garam untuk membantu membentuk cita rasa dan mengawetkan keju
- Proses maturasi: Keju disimpan dalam kondisi terkontrol selama minimal 12 bulan. Tahap ini membentuk tekstur keras, rasa gurih, dan aroma khas keju parmesan.
Ciri-Ciri Keju Parmesan
Keju parmesan memiliki karakteristik khas yang membuatnya mudah dikenali dan sering digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan.
- Tekstur keras dan padat: Parmesan memiliki tekstur yang keras karena melalui proses pematangan cukup lama. Keju ini mudah diparut menjadi butiran halus untuk ditaburkan di atas makanan.
- Warna kuning pucat: Keju parmesan umumnya berwarna kuning pucat hingga keemasan. Warnanya dapat terlihat sedikit berbeda tergantung pada proses pematangan dan kondisi pembuatannya.
- Rasa gurih dan sedikit asin: Parmesan memiliki cita rasa gurih yang kuat dengan sentuhan asin. Semakin lama proses pematangannya, semakin kompleks rasa yang terbentuk.
- Aroma khas: Keju ini memiliki aroma yang cukup kuat dan khas. Aroma tersebut berkembang selama proses fermentasi dan pematangan, sehingga memberikan karakter tersendiri pada hidangan.
- Mudah diparut dan digunakan: Karena teksturnya padat, parmesan sering diparut sebelum disajikan. Keju ini cocok untuk menambah cita rasa pada pasta, sup, salad, risotto, hingga berbagai hidangan panggang.
Cara Menggunakan Keju Parmesan
Keju parmesan dapat digunakan dengan beberapa cara, tergantung jenis hidangan yang akan dibuat. Agar rasa dan aromanya tetap nikmat, berikut beberapa cara menggunakan keju parmesan.
- Parmesan umumnya diparut menggunakan parutan keju, lalu ditaburkan di atas pasta, pizza, atau sup
- Tambahkan pada saus. Campurkan parmesan ke dalam saus pasta atau saus krim untuk memperkaya rasa gurih dan teksturnya.
- Parmesan bisa diiris tipis menggunakan alat pengiris keju, kemudian ditambahkan sebagai pelengkap salad
- Gunakan untuk hidangan panggang. Taburkan parmesan di atas gratin, casserole, atau sayuran sebelum dipanggang agar cita rasanya semakin kaya.
Keju Parmesan untuk Olahan Apa?
Keju parmesan dapat digunakan sebagai bahan maupun pelengkap berbagai hidangan. Parmesan biasanya diparut atau diiris tipis agar mudah dicampurkan maupun ditaburkan di atas makanan.
1. Pelengkap Pasta
Parmesan sering digunakan sebagai taburan pada berbagai hidangan pasta, seperti spaghetti, fettuccine, dan lasagna. Keju yang diparut di atas pasta dapat menambah rasa gurih serta aroma.
2. Topping Pizza
Selain mozzarella, parmesan dapat menjadi pilihan keju tambahan untuk pizza. Keju ini memberikan rasa gurih dan aroma yang khas ketika dipanggang. Parmesan bisa ditaburkan sebelum pizza dipanggang atau ditambahkan setelah matang sesuai selera.
3. Pelengkap Salad
Parmesan juga cocok digunakan sebagai pelengkap salad. Keju dapat diparut atau diiris tipis, lalu ditambahkan di atas campuran sayuran, tomat, dan bahan lainnya. Rasanya yang gurih membantu memperkaya cita rasa salad tanpa perlu menambahkan terlalu banyak bumbu.
4. Menambah Rasa pada Sup dan Hidangan Panggang
Dalam hidangan berkuah, parmesan dapat ditaburkan pada sup untuk menambah rasa gurih dan aroma. Keju ini juga sering digunakan dalam hidangan panggang, seperti gratin dan casserole. Saat dipanggang bersama bahan lainnya, parmesan membantu memberikan cita rasa yang lebih kaya.
Keju parmesan memiliki ciri khas berupa tekstur keras, rasa gurih, dan aroma yang kuat. Tak hanya cocok untuk hidangan Italia seperti pasta dan pizza, keju ini juga bisa menjadi pelengkap salad, sup, hingga aneka hidangan panggang.
Nah, Umamichi, sekarang sudah tahu apa itu keju parmesan dan bagaimana penggunaannya dalam masakan. Kalau biasanya parmesan digunakan untuk pasta, hidangan apa lagi yang menurut Umamichi cocok dipadukan dengan keju ini?
Baca Juga: