Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Siapa yang tidak pernah mendengar atau mencoba green tea atau matcha? Meski terdengar serupa, ternyata green tea dan matcha berbeda. Di mana letak perbedaannya? Yuk kita cari tahu.
Meskipun keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, matcha dan green tea memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam hal proses pembuatan, kandungan gizi, serta manfaat kesehatannya.
Dalam artikel ini, Dapur Umami akan bahas perbedaan antara matcha dan green tea, serta mana di antara keduanya yang lebih sehat untuk dikonsumsi.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara matcha dan green tea.
Green tea atau teh hijau umumnya ditanam di bawah sinar matahari. Setelah dipanen, daun green tea dikeringkan dengan metode tradisional untuk mencegah oksidasi yang dapat mengubah warnanya menjadi kecokelatan.
Sementara itu, matcha ditanam di area yang teduh untuk melindunginya dari paparan langsung sinar matahari. Setelah dipanen, daun matcha digiling menjadi bubuk halus tanpa batang atau seratnya.
Proses pembuatan minuman matcha dimulai dengan melarutkan bubuk matcha ke dalam air panas. Secara tradisional, proses ini dilakukan dengan menggunakan pengocok bambu yang disebut chasen yang efektif untuk memastikan gumpalan bubuk matcha larut.
Namun, seiring perkembangan zaman, banyak orang yang sekarang memilih menggunakan milk frother sebagai alternatif untuk mengaduk matcha dengan lebih praktis dan cepat.
Sementara itu, proses penyeduhan green tea juga menggunakan air panas. Suhu air yang ideal untuk menyeduh teh hijau adalah antara 82 hingga 85 derajat celsius dan sebaiknya diseduh selama 3 menit agar rasa dan aroma teh terjaga dengan baik.
Jika air yang digunakan terlalu panas, senyawa tanin yang terdapat dalam daun teh hijau akan terlepas lebih banyak sehingga membuat rasa teh menjadi pahit atau sepat. Oleh karena itu, suhu air yang tepat penting untuk menghasilkan teh hijau yang nikmat dan tidak terlalu pahit.
Teh hijau dikenal dengan cita rasa yang ringan dan segar, meskipun terkadang ada sedikit rasa pahit yang khas. Namun, rasa pahit tersebut bisa terasa lebih lembut dan halus jika teh hijau diseduh dengan air dingin atau es. Penyajian dengan air dingin atau es ini dapat menghasilkan sensasi rasa yang lebih menyegarkan dan menyenangkan.
Di sisi lain, matcha, yang merupakan bubuk daun teh hijau yang digiling halus, memiliki rasa yang lebih kaya dan kuat. Rasa matcha cenderung sedikit lebih manis dan juga mengandung pahit yang lebih intens.
Selain perbedaan warna dan rasa, perbedaan antara matcha dan green tea juga terlihat dari teksturnya, terutama sebelum disajikan. Tekstur green tea umumnya mirip dengan teh lainnya, berupa daun kering yang dihancurkan dan terasa agak kasar. Green tea memiliki tekstur yang lebih cair.
Sementara itu, tekstur matcha yang berupa bubuk lebih mirip bedak tabur dan terasa lebih halus. Matcha memiliki tekstur kental yang terasa di langit-langit mulut dengan konsistensi halus mirip susu, dan bagian atas minumannya sedikit berbusa.
Gizi dalam matcha cenderung lebih terjaga dengan baik karena matcha terbuat dari daun Camellia sinensis utuh yang digiling halus menjadi bubuk. Proses penggilingan ini memungkinkan kamu untuk mengonsumsi seluruh bagian daun sehingga semua kandungan gizi pada daun teh dapat diserap dengan maksimal.
Sebaliknya, dalam pembuatan green tea, daun teh yang digunakan diseduh terlebih dahulu dalam air panas dan sebagian besar gizi yang terkandung di dalamnya akan terlepas ke dalam air.
Setelah itu, daun teh yang telah diseduh biasanya dibuang sehingga beberapa kandungan gizi dan manfaat kesehatan dari daun teh tersebut tidak dapat kamu nikmati.
Matcha maupun green tea memiliki keunggulannya masing-masing dalam hal rasa dan manfaat kesehatan. Matcha dengan kandungan antioksidan yang lebih tinggi sehingga meningkatkan energi dan konsentrasi.
Di sisi lain, green tea memiliki tekstur lebih ringan dan tetap menyimpan banyak manfaat, seperti mendukung kesehatan jantung dan meningkatkan metabolisme.
Pilihan antara keduanya tergantung pada preferensi pribadi, apakah kamu lebih menyukai cita rasa yang intens dari matcha atau rasa yang lebih halus dari green tea.
Baca Juga: Manfaat Teh Chamomile: Dari Membantu Tidur Lebih Nyenyak Hingga Mengurangi Nyeri Haid