Artikel & Tips Mengenal Natto, Makanan Khas Jepang dari Kedelai Fermentasi
Mengenal Natto, Makanan Khas Jepang dari Kedelai Fermentasi

Mengenal Natto, Makanan Khas Jepang dari Kedelai Fermentasi

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
06 September 2026, 05:27
Bagikan

Bagi pencinta kuliner Jepang, natto mungkin sudah tidak asing lagi. Makanan ini cukup unik karena terbuat dari kedelai yang difermentasi sehingga menghasilkan aroma khas, rasa gurih, dan tekstur yang lengket. 

Bagi yang baru pertama kali melihatnya, natto mungkin terlihat sedikit berbeda dari makanan berbahan kedelai pada umumnya. Namun, di Jepang, natto telah lama menjadi bagian dari menu sehari-hari.

Natto biasanya disantap sebagai menu sarapan bersama nasi hangat. Lalu, seperti apa sebenarnya natto dan bagaimana makanan ini dibuat? Yuk, kenali lebih jauh!

 

Apa itu Natto?

Natto adalah makanan tradisional Jepang yang dibuat dari kacang kedelai melalui proses fermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis var. natto. Proses tersebut membuat kedelai mengalami perubahan pada tekstur, aroma, dan cita rasanya.

Secara tampilan, natto terdiri dari biji kedelai yang berwarna cokelat muda dan dilapisi serat atau lendir yang lengket. Ketika diaduk menggunakan sumpit, teksturnya akan semakin berserat dan menghasilkan benang-benang tipis yang menjadi salah satu ciri khas natto.

Rasanya cenderung gurih dengan aroma fermentasi yang cukup kuat. Natto bisa menjadi makanan yang membutuhkan sedikit penyesuaian bagi orang yang baru mencobanya. Namun, bagi masyarakat Jepang yang sudah terbiasa, natto merupakan salah satu pilihan makanan yang praktis untuk disantap sehari-hari.

 

Proses Pembuatan Natto

Pembuatan natto dimulai dengan merendam kacang kedelai hingga teksturnya menjadi lebih lunak. Setelah itu, kedelai dikukus atau direbus sampai matang. Kedelai yang telah matang kemudian dicampur dengan bakteri yang digunakan dalam proses fermentasi natto.

Selanjutnya, kedelai difermentasi dalam kondisi dan suhu tertentu selama kurang lebih satu hari. Selama proses tersebut, bakteri bekerja mengubah komponen pada kedelai dan menghasilkan senyawa yang membuat natto memiliki aroma serta tekstur khas.

Setelah fermentasi selesai, natto biasanya didinginkan dan disimpan terlebih dahulu. Proses penyimpanan ini membantu perkembangan cita rasa dan tekstur sebelum natto dikonsumsi.

Proses pembuatannya memang terlihat sederhana, tetapi pengaturan suhu, kebersihan, dan lama fermentasi sangat penting untuk mendapatkan kualitas natto yang baik.

 

Cara Makan Natto ala Jepang

Menikmati natto di Jepang umumnya dilakukan dengan cara yang sederhana. Berikut ini cara menikmati natto ala Jepang yang bisa kamu coba.

1. Aduk Natto hingga Berbusa dan Lengket

Gunakan sumpit untuk mengaduk natto secara perlahan hingga muncul banyak serat putih dan teksturnya menjadi lebih lengket. Proses ini juga membantu mencampurkan bumbu dengan lebih merata.

2. Tambahkan Bumbu Sesuai Selera

Natto umumnya disajikan bersama kecap asin dan mustard Jepang yang tersedia dalam kemasan. Tuangkan bumbu secukupnya, lalu aduk kembali hingga tercampur rata.

3. Tambahkan Pelengkap

Untuk membuat rasanya lebih beragam, natto dapat diberi tambahan daun bawang cincang, telur, atau bahan pelengkap lainnya. Bahan-bahan tersebut juga dapat memberikan aroma dan tekstur yang berbeda.

4. Sajikan dengan Nasi Hangat

Salah satu cara paling sederhana dan populer menikmati natto adalah dengan meletakkannya di atas nasi putih hangat. Perpaduan nasi yang pulen dengan natto yang gurih dan lengket cocok dinikmati sebagai menu sarapan.

5. Coba dengan Berbagai Hidangan

Selain bersama nasi, natto juga dapat digunakan sebagai pelengkap sushi, mi, atau hidangan berbahan telur. Dengan begitu, kamu bisa menemukan cara menikmati natto yang paling sesuai dengan selera.

 

Perbedaan Natto dengan Produk Kedelai Lain 

Sama-sama berasal dari kedelai, natto memiliki karakter yang berbeda dari tahu, tempe, maupun miso. Perbedaan utamanya terletak pada jenis mikroorganisme, proses fermentasi, tekstur, dan cara penyajiannya.

Tempe menggunakan kapang dalam proses fermentasinya dan menghasilkan tekstur padat dengan biji kedelai yang menyatu. Sementara itu, natto menggunakan bakteri tertentu sehingga menghasilkan biji kedelai yang tetap terlihat utuh dengan tekstur yang sangat lengket.

Perbedaan ini membuat setiap makanan fermentasi kedelai memiliki karakter dan cita rasa masing-masing. Natto menjadi salah satu yang paling mudah dikenali berkat aroma serta teksturnya yang khas.

 

Kalau baru pertama kali mencicipi natto, tidak perlu langsung memakannya dalam jumlah banyak. Mulailah dengan porsi kecil dan nikmati bersama nasi hangat agar rasanya lebih mudah diterima.

Natto merupakan salah satu makanan khas Jepang yang menunjukkan bagaimana proses fermentasi dapat menghasilkan makanan dengan karakter yang unik.

Meski aromanya cukup kuat dan teksturnya berbeda dari makanan kedelai lainnya, justru keunikan tersebut yang membuat natto memiliki penggemarnya sendiri. Jadi, apakah kamu tertarik mencoba natto untuk pertama kalinya?

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait