Pare dikenal dengan rasa pahitnya yang khas. Di balik rasanya tersebut, pare mengandung berbagai zat gizi seperti vitamin, mineral, serat, dan beberapa senyawa alami. Selain dimasak sebagai sayuran, pare juga dapat diolah menjadi jus. Pare segar dapat diblender bersama air dan dipadukan dengan buah seperti apel atau lemon agar rasanya lebih mudah dinikmati. Lalu, apa saja kandungan gizi dan manfaat jus pare bagi tubuh? Bagaimana cara membuatnya agar tidak terlalu pahit?
Kandungan Gizi Pare
Rasa pahit pada pare berasal dari senyawa alami yang terdapat dalam tanaman Momordica charantia. Meski rasanya pahit, pare tetap memiliki berbagai kandungan gizi yang dapat melengkapi pola makan sehari-hari. Berikut beberapa kandungan gizi yang cukup penting dalam 100 gram pare berdasarkan data komposisi yang digunakan dalam publikasi Indonesia.
1. Air dan Energi
Dalam 100 gram pare terdapat sekitar 91,2 gram air dan 29 kkal energi. Kandungan airnya cukup tinggi, sedangkan energinya relatif rendah.
2. Karbohidrat
Pare mengandung sekitar 6,6 gram karbohidrat per 100 gram. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang digunakan tubuh sebagai sumber energi.
3. Serat
Dalam 100 gram pare terdapat sekitar 1,5 gram serat. Serat dapat membantu melengkapi kebutuhan serat sehari-hari dan mendukung fungsi normal pencernaan.
4. Vitamin C
Pare mengandung sekitar 52 mg vitamin C per 100 gram. Vitamin C berperan sebagai antioksidan, membantu pembentukan kolagen, dan mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh.
5. Mineral
Pare mengandung beberapa mineral, seperti kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan magnesium. Dalam 100 gram pare terdapat sekitar 45 mg kalsium, 64 mg fosfor, dan 1,4 mg zat besi. Kandungan gizi pare dapat berbeda tergantung varietas, tingkat kematangan, kondisi tanaman, dan cara pengolahannya.
Manfaat Jus Pare untuk Kesehatan
Jus pare tetap merupakan minuman yang berasal dari bahan pangan, bukan obat. Manfaatnya lebih tepat dilihat dari zat gizi yang terdapat di dalam pare serta kontribusinya dalam pola makan sehari-hari.
1. Membantu Menambah Asupan Vitamin C
Pare mengandung vitamin C yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi. Vitamin C membantu pembentukan kolagen, berperan sebagai antioksidan, dan mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Dalam 100 gram pare terdapat sekitar 52 mg vitamin C. Karena itu, pare dapat menjadi salah satu makanan yang membantu menambah asupan vitamin C. Namun, pare tidak perlu dijadikan satu-satunya sumber vitamin C. Kebutuhan vitamin tetap sebaiknya dipenuhi dari berbagai jenis buah dan sayuran.
2. Membantu Menambah Asupan Serat
Dalam 100 gram pare terdapat sekitar 1,5 gram serat. Kandungan ini dapat membantu melengkapi kebutuhan serat sehari-hari. Jika pare dibuat menjadi jus kemudian disaring dan ampasnya dibuang, sebagian serat juga dapat ikut terbuang. Jika ingin mempertahankan lebih banyak serat, pare dapat diblender hingga halus dan dikonsumsi tanpa disaring.
3. Menyumbang Mineral
Pare mengandung beberapa mineral, seperti kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan magnesium. Mineral tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda di dalam tubuh. Kalium, misalnya, membantu mendukung fungsi normal saraf dan otot, sedangkan kalsium dan fosfor ikut berperan dalam menjaga tulang dan gigi. Namun, pare bukan satu-satunya sumber mineral. Kebutuhan mineral tetap lebih baik dipenuhi melalui makanan yang beragam.
4. Menyumbang Senyawa Antioksidan
Selain vitamin dan mineral, pare mengandung beberapa senyawa alami seperti fenol dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan membantu tubuh menghadapi radikal bebas yang terbentuk selama proses alami di dalam tubuh maupun akibat paparan lingkungan. Meski demikian, kandungan antioksidan pada pare tidak berarti jus pare dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit tertentu.
5. Menjadi Cara Lain Menikmati Pare
Tidak semua orang menyukai pare dalam bentuk masakan. Mengolahnya menjadi jus dapat menjadi salah satu alternatif untuk menambah variasi cara mengonsumsi pare. Namun, pare tidak harus selalu dikonsumsi sebagai jus. Pare yang dimasak sebagai tumisan, sayur, atau bagian dari hidangan lainnya juga tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Tips Membuat Jus Pare agar Tidak Terlalu Pahit
Rasa pahit merupakan karakter alami pare sehingga tidak perlu dihilangkan sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar rasanya lebih mudah dinikmati.
1. Pilih Pare yang Segar
Pilih pare dengan kulit yang masih terlihat segar, tidak lembek, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Kondisi bahan yang baik akan membantu menghasilkan jus dengan rasa dan kualitas yang lebih baik.
2. Buang Bagian Tengah dan Bijinya
Belah pare secara memanjang, kemudian keluarkan bagian tengah dan bijinya menggunakan sendok. Setelah itu, potong pare menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah diblender.
3. Rendam Sebentar
Potongan pare dapat direndam sebentar dalam air sebelum diblender untuk membantu mengurangi rasa pahitnya. Tidak perlu merendam terlalu lama karena rasa pahit tetap menjadi bagian dari karakter alami pare.
4. Padukan dengan Buah
Pare dapat dipadukan dengan buah yang memiliki rasa lebih manis atau segar, seperti apel, pir, nanas, atau jeruk. Apel, misalnya, dapat memberikan rasa manis alami sehingga rasa pahit pare menjadi tidak terlalu dominan.
5. Tambahkan Lemon atau Pemanis Secukupnya
Sedikit perasan lemon dapat memberikan rasa asam dan segar yang membantu menyeimbangkan rasa pahit. Jika masih terasa terlalu pahit, madu dapat ditambahkan secukupnya. Namun, jika sudah menggunakan buah yang cukup manis, tambahan pemanis sebenarnya tidak selalu diperlukan.
Apakah Jus Pare Bisa Diminum Setiap Hari?
Tidak ada keharusan untuk minum jus pare setiap hari. Jus pare dapat menjadi salah satu variasi minuman berbahan sayur dan buah, tetapi air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Pare juga dapat dikonsumsi dalam bentuk masakan. Karena itu, tidak perlu memaksakan diri minum jus pare jika lebih menyukai pare sebagai bagian dari menu makan. Hal yang lebih penting adalah mengonsumsi makanan yang beragam, memperhatikan porsi, dan memenuhi kebutuhan zat gizi dari berbagai sumber pangan.
Kesimpulan
Jus pare dapat menjadi salah satu cara menikmati pare sekaligus menambah variasi sayuran dalam pola makan sehari-hari. Pare mengandung air, serat, vitamin C, serta beberapa mineral seperti kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan magnesium. Pare juga mengandung beberapa senyawa alami dengan aktivitas antioksidan. Nikmati secukupnya dan tetap utamakan pola makan yang beragam dengan berbagai sayuran, buah, sumber protein, dan sumber karbohidrat.
Jika kamu ingin mengetahui porsi pare yang sesuai atau cara mengombinasikannya dengan pola makan sehari-hari, kamu dapat menggunakan fitur Tanya NutriExpert.