Kerang hijau termasuk seafood yang cukup mudah ditemukan di Indonesia. Rasanya gurih dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari kerang rebus, tumisan, saus, hingga makanan berkuah. Selain rasanya, kerang hijau juga menyediakan protein, mineral, dan beberapa jenis asam lemak. Kandungan tersebut membuat kerang hijau dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein hewani dalam menu sehari-hari.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Kerang hijau termasuk hewan filter feeder, yaitu hewan yang mendapatkan makanan dengan menyaring partikel dari air. Karena itu, kondisi perairan tempat kerang hidup dapat memengaruhi keamanan kerang untuk dikonsumsi. Jadi, saat memilih kerang hijau, tidak hanya kandungan gizinya yang perlu diperhatikan, tetapi juga asal, kesegaran, dan cara mengolahnya.

 

Mengenal Kerang Hijau

Kerang hijau memiliki nama ilmiah Perna viridis dan termasuk kelompok moluska bivalvia. Cangkangnya berbentuk memanjang dengan warna hijau gelap hingga kecokelatan. Kerang hijau banyak ditemukan di wilayah pesisir, seperti teluk, estuari, dan perairan yang relatif dangkal.

Di Indonesia, kerang hijau juga dibudidayakan di beberapa wilayah pesisir. Kerang hijau mendapatkan makanan dengan menyaring air melalui insangnya. Plankton dan partikel organik yang terdapat di dalam air kemudian digunakan sebagai sumber makanan.

Cara makan tersebut membuat kondisi lingkungan tempat kerang hidup menjadi penting. Jika perairannya tercemar, kerang juga dapat terpapar kontaminan yang terdapat di dalam air. Karena itu, memilih kerang dari sumber yang jelas menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan pangan.

 

Kandungan Gizi Kerang Hijau

Kerang hijau merupakan salah satu sumber protein hewani. Selain protein, kerang hijau juga mengandung lemak, asam lemak, dan beberapa mineral. Jumlah zat gizi di dalam kerang dapat berbeda tergantung kondisi kerang, lokasi hidup, musim, dan metode pengukuran. Karena itu, angka kandungan gizi dari satu sumber tidak selalu dapat digunakan sebagai nilai yang sama untuk semua kerang hijau. Berikut beberapa kandungan gizi yang penting pada kerang hijau.

1. Protein

Kerang hijau mengandung protein yang dapat membantu melengkapi kebutuhan protein sehari-hari. Protein dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan serta mendukung berbagai fungsi tubuh. Kerang hijau dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein selain ikan, telur, ayam, daging, tahu, dan tempe.

2. Lemak

Kerang hijau bukan termasuk bahan pangan yang sangat tinggi lemak. Namun, kerang tetap mengandung sejumlah lemak yang menjadi bagian dari kandungan gizinya. Jumlah lemak dapat berbeda tergantung kondisi dan sumber kerang.

3. Asam Lemak Omega-3

Kerang hijau mengandung asam lemak tak jenuh ganda, termasuk EPA dan DHA. EPA dan DHA merupakan jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada makanan laut. Kandungannya pada kerang hijau dapat berbeda tergantung musim dan kondisi lingkungan. Kerang hijau dapat menjadi salah satu sumber omega-3 dalam menu, tetapi tetap sebaiknya divariasikan dengan berbagai jenis seafood lainnya.

4. Zat Besi

Kerang hijau juga mengandung zat besi. Mineral ini dibutuhkan tubuh, salah satunya dalam proses pembentukan hemoglobin yang membantu membawa oksigen melalui darah. Jumlah zat besi pada kerang dapat berbeda tergantung asal dan kondisi kerang.

5. Kalsium dan Fosfor

Kerang hijau juga menyediakan beberapa mineral lain, termasuk kalsium dan fosfor. Kedua mineral tersebut dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk membantu menjaga tulang dan gigi. Namun, kerang hijau bukan satu-satunya sumber mineral tersebut sehingga kebutuhan tetap sebaiknya dipenuhi melalui makanan yang beragam.

 

Manfaat Kerang Hijau untuk Kesehatan

Kerang hijau dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang karena menyediakan protein, omega-3, dan beberapa mineral.

1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein

Kerang hijau dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein hewani. Protein dibutuhkan untuk membantu membangun dan memelihara jaringan tubuh serta mendukung berbagai fungsi tubuh. Kerang hijau juga dapat menambah variasi lauk sehari-hari sehingga sumber protein tidak hanya berasal dari ayam, telur, atau ikan.

2. Menyumbang Asam Lemak Omega-3

Kerang hijau mengandung EPA dan DHA yang termasuk dalam kelompok asam lemak omega-3. Kerang dapat menjadi salah satu pilihan seafood untuk menambah variasi sumber lemak dalam pola makan. Namun, tidak perlu mengonsumsi kerang dalam jumlah berlebihan hanya untuk mendapatkan omega-3.

3. Menyumbang Zat Besi

Kerang hijau mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam pembentukan hemoglobin. Namun, jumlah zat besi dapat berbeda tergantung sumber kerang. Karena itu, kebutuhan zat besi tetap sebaiknya dipenuhi dari berbagai jenis makanan.

4. Menyumbang Mineral

Selain zat besi, kerang hijau juga mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor. Mineral tersebut ikut melengkapi zat gizi yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Sumbernya juga dapat diperoleh dari makanan lain, seperti susu dan produk olahannya, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

5. Menambah Variasi Sumber Protein

Kerang hijau dapat membantu membuat pilihan lauk menjadi lebih beragam. Kerang dapat dipadukan dengan sayuran, dibuat menjadi kuah bening, ditumis dengan tomat dan sayuran, atau disajikan bersama nasi dan lalapan. Dengan begitu, kerang hijau menjadi salah satu bagian dari menu yang lengkap dan tidak perlu dianggap sebagai satu-satunya sumber zat gizi tertentu.

 

Cara Mengolah Kerang Hijau yang Benar

1. Pilih Kerang yang Masih Segar

Pilih kerang dengan cangkang yang masih utuh dan tertutup. Jika cangkangnya sedikit terbuka, kerang yang masih hidup biasanya akan menutup ketika disentuh. Hindari kerang dengan cangkang pecah, bau tidak normal, atau tanda-tanda kerusakan.

2. Bersihkan Cangkang

Cuci kerang menggunakan air mengalir dan bersihkan kotoran yang menempel pada permukaan cangkang. Jika terdapat serabut atau kotoran lain yang menempel, bersihkan terlebih dahulu sebelum kerang dimasak.

3. Masak hingga Matang

Kerang sebaiknya dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi. Hindari mengonsumsi kerang mentah atau setengah matang karena kerang dapat membawa mikroorganisme dari lingkungan perairannya.

4. Perhatikan Kerang Setelah Dimasak

Jika memasak kerang bersama cangkangnya, perhatikan kondisi kerang setelah matang. Kerang yang tetap tertutup setelah proses pemasakan sebaiknya tidak dikonsumsi.

5. Jangan Mengandalkan Proses Memasak untuk Mengatasi Semua Kontaminasi

Merebus atau membuang air rebusan tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa semua kontaminan dari lingkungan sudah hilang. Karena itu, memilih kerang dari sumber yang aman tetap menjadi langkah yang paling penting.

 

Tips Memilih Kerang Hijau yang Segar

Selain asalnya, kondisi kerang juga perlu diperhatikan saat membeli.

1. Pilih Cangkang yang Utuh

Hindari kerang dengan cangkang yang pecah atau rusak.

2. Perhatikan Aromanya

Kerang segar memiliki aroma khas seafood. Hindari kerang yang memiliki bau busuk, menyengat, atau aroma tidak normal.

3. Perhatikan Cangkangnya

Kerang hidup umumnya memiliki cangkang yang tertutup. Jika terbuka dan tidak menutup ketika disentuh, sebaiknya jangan dipilih.

4. Perhatikan Kondisi Daging

Jika membeli kerang yang sudah dikupas, perhatikan warna, aroma, dan teksturnya. Hindari daging yang berbau tidak normal atau terlihat rusak.

5. Perhatikan Asalnya

Usahakan membeli kerang dari penjual atau sumber budidaya yang jelas. Asal kerang penting karena kondisi perairan dapat memengaruhi keamanan bahan pangan tersebut.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Kerang Hijau

Kerang hijau dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, tetapi ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan.

1. Perhatikan Sumber Kerang

Sebagai filter feeder, kerang hijau dapat terpapar kontaminan yang terdapat di lingkungan perairannya. Hal ini bukan berarti semua kerang hijau berbahaya. Namun, memilih kerang dari sumber yang jelas dan aman menjadi langkah penting sebelum mengonsumsinya.

2. Pastikan Kerang Matang

Kerang mentah atau kurang matang memiliki risiko membawa mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit akibat makanan. Karena itu, kerang sebaiknya dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.

3. Perhatikan Jika Memiliki Alergi Seafood

Kerang termasuk makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Jika sudah mengetahui memiliki alergi terhadap kerang atau jenis seafood tertentu, hindari konsumsi dan ikuti anjuran tenaga kesehatan.

4. Konsumsi Secukupnya

Kerang hijau dapat menjadi salah satu pilihan lauk, tetapi tidak perlu dikonsumsi secara berlebihan. Variasikan sumber protein dengan ikan, telur, ayam, tahu, tempe, dan bahan pangan lainnya agar menu sehari-hari tetap beragam.

 

Kesimpulan

Kerang hijau merupakan salah satu pilihan sumber protein hewani yang juga mengandung omega-3 dan beberapa mineral seperti zat besi, kalsium, dan fosfor. Namun, keamanan kerang hijau tidak dapat dipisahkan dari asal dan kondisi perairan tempat kerang hidup. Karena sifatnya sebagai filter feeder, kerang dapat terpapar kontaminan yang terdapat di lingkungan. Karena itu, pilih kerang dari sumber yang jelas, perhatikan kesegarannya, bersihkan dengan baik, dan masak hingga matang. Konsumsi dalam jumlah yang sesuai serta variasikan dengan berbagai sumber protein lainnya. Dengan cara tersebut, kerang hijau dapat menjadi salah satu pilihan seafood dalam menu sehari-hari.

Jika kamu ingin mengetahui porsi seafood yang sesuai, cara mengombinasikan kerang dengan makanan lain, atau memiliki pertanyaan mengenai kebutuhan gizi, kamu dapat menggunakan fitur Tanya NutriExpert.

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait