Kue berwarna hijau, nasi kuning, atau minuman merah cerah punya daya tarik tersendiri saat disajikan. Nah, untuk mendapatkan warna tersebut, Umamichi tidak selalu harus menggunakan pewarna buatan.
Ada banyak bahan alami di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan warna pada makanan. Selain mudah ditemukan, pewarna alami berasal dari bahan seperti buah, sayuran, rempah, dan bunga.
Mulai dari kunyit hingga buah naga, ada banyak pilihan bahan yang bisa digunakan untuk mewarnai makanan. Yuk, kenali berbagai pewarna alami beserta cara menggunakannya dalam masakan!
Apa itu Pewarna Alami untuk Makanan?
Pewarna alami untuk makanan adalah bahan yang berasal dari sumber alami, seperti tumbuhan, buah, sayuran, atau rempah-rempah, yang digunakan untuk memberikan warna pada hidangan. Warna tersebut berasal dari pigmen alami yang terkandung di dalam bahan.
Contohnya, kunyit mengandung kurkumin yang memberikan warna kuning, sedangkan daun pandan dan daun suji dapat menghasilkan warna hijau. Sementara itu, buah naga merah dan ubi ungu bisa dimanfaatkan untuk memberikan warna merah muda hingga ungu.
Pewarna alami dapat digunakan dalam berbagai jenis makanan, seperti kue, minuman, nasi, jajanan tradisional, hingga makanan penutup. Namun, intensitas warna yang dihasilkan bisa berbeda tergantung jumlah bahan, cara pengolahan, serta jenis makanan yang dibuat.
10 Contoh Pewarna Alami untuk Makanan
Ada banyak bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan warna pada makanan. Setiap bahan memiliki pigmen dan karakteristik yang berbeda sehingga warna yang dihasilkan pun beragam. Berikut beberapa contohnya.
1. Kunyit untuk Warna Kuning
Kunyit mengandung kurkumin, yaitu pigmen alami yang menghasilkan warna kuning hingga kuning-oranye. Selain untuk bumbu dapur, kunyit juga dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk berbagai hidangan, seperti nasi kuning, gulai, dan masakan berbumbu lainnya.
Untuk menggunakannya, kunyit bisa diparut lalu diperas untuk mendapatkan sarinya atau dihaluskan bersama bumbu masakan. Namun, kunyit memiliki aroma dan rasa khas yang dapat memengaruhi rasa hidangan. Jumlah penggunaannya perlu disesuaikan dengan resep.
2. Daun Suji untuk Warna Hijau
Daun suji mengandung klorofil, yaitu pigmen alami yang memberikan warna hijau pada makanan. Bahan ini sering digunakan sebagai pewarna alami dalam berbagai kue tradisional, seperti klepon, dadar gulung, dan aneka kue basah lainnya.
Untuk menggunakannya, daun suji dapat ditumbuk atau diblender bersama sedikit air, lalu disaring untuk mendapatkan sarinya. Daun suji juga sering dikombinasikan dengan daun pandan agar makanan memperoleh warna hijau sekaligus aroma harum yang khas.
Baca Juga:
3. Daun Pandan untuk Warna Hijau
Daun pandan dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna hijau pada makanan, meskipun warnanya cenderung lebih lembut dibandingkan daun suji. Selain memberikan warna, daun pandan dikenal karena aromanya yang harum.
Daun pandan dapat dihaluskan bersama air, kemudian disaring untuk mendapatkan sarinya. Sari pandan ini bisa digunakan dalam pembuatan bubur sumsum, kue talam, bolu pandan, dan aneka jajanan tradisional.
4. Bunga Telang untuk Warna Biru
Bunga telang mengandung antosianin, yaitu pigmen alami yang dapat menghasilkan warna biru pada makanan dan minuman. Bunga ini sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk nasi, teh, es minuman, hingga berbagai makanan penutup, seperti puding dan agar-agar.
Untuk menggunakannya, bunga telang diseduh dengan air panas atau direbus hingga airnya menjadi biru. Ekstrak bunga telang juga memiliki keunikan karena warnanya dapat berubah menjadi ungu atau merah muda ketika dicampurkan dengan bahan asam, seperti air lemon.
5. Buah Bit untuk Warna Merah Keunguan
Buah bit mengandung pigmen alami betalain yang dapat menghasilkan warna merah hingga ungu kemerahan pada makanan. Warna ini membuat buah bit cocok digunakan sebagai pewarna alami untuk berbagai olahan, seperti adonan kue, roti, pasta, hingga minuman.
Untuk menggunakannya, buah bit dapat dihaluskan lalu disaring untuk mendapatkan sarinya, atau diolah menjadi puree yang dicampurkan langsung ke dalam adonan. Namun, warna dari buah bit dapat berubah intensitasnya akibat pemanasan dan tingkat keasaman bahan.
6. Buah Naga Merah untuk Warna Merah Muda
Buah naga merah mengandung pigmen betalain yang dapat menghasilkan warna merah muda hingga merah keunguan pada makanan. Warna alaminya membuat buah ini cocok digunakan sebagai pewarna untuk berbagai hidangan, seperti puding, minuman, es krim, dan aneka makanan penutup.
Untuk menggunakannya, daging buah naga merah dapat dihaluskan lalu disaring atau dicampurkan langsung ke dalam adonan. Namun, warna buah naga merah dapat berubah atau memudar selama proses pemanasan.
7. Ubi Ungu untuk Warna Ungu
Ubi ungu mengandung antosianin, yaitu pigmen alami yang memberikan warna ungu pada daging umbinya. Bahan ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan warna sekaligus menambah variasi rasa pada berbagai olahan, seperti kue, roti, puding, dan aneka camilan.
Untuk menggunakannya, ubi ungu bisa dikukus hingga empuk, kemudian dihaluskan dan dicampurkan ke dalam adonan. Berbeda dengan pewarna alami berupa ekstrak, ubi ungu juga berperan sebagai bahan pangan sehingga dapat memengaruhi tekstur dan rasa makanan.
8. Wortel untuk Warna Oranye
Wortel mengandung beta-karoten, yaitu pigmen alami yang memberikan warna oranye pada sayuran ini. Selain dikenal bergizi, wortel juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk berbagai hidangan, seperti adonan roti, kue, pasta, dan olahan makanan lainnya.
Untuk menggunakannya, wortel dapat dikukus atau direbus hingga lunak, kemudian dihaluskan dan dicampurkan ke dalam adonan. Warna oranye yang dihasilkan bergantung pada jumlah atau konsentrasi wortel serta bahan lain dalam resep.
9. Kayu Secang untuk Warna Merah
Kayu secang mengandung senyawa brazilin yang dapat menghasilkan warna merah melalui proses oksidasi. Bahan alami ini telah lama digunakan sebagai pewarna dalam minuman tradisional, seperti wedang uwuh, dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan warna pada beberapa olahan makanan.
Untuk menggunakannya, kayu secang biasanya diserut atau dipotong kecil-kecil, kemudian direbus dalam air hingga menghasilkan ekstrak berwarna. Warna yang diperoleh dapat bervariasi, mulai dari merah muda hingga merah yang lebih pekat.
10. Kakao untuk Warna Cokelat
Bubuk kakao dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk menghasilkan warna cokelat pada makanan. Bahan ini sering digunakan dalam pembuatan kue, roti, puding, dan minuman, seperti cokelat panas atau susu cokelat.
Selain memberikan warna, bubuk kakao juga menambahkan rasa dan aroma cokelat yang khas. Oleh karena itu, penggunaannya lebih cocok untuk hidangan manis atau olahan yang sesuai dengan cita rasa cokelat.
Pewarna alami dari buah, sayuran, rempah, hingga bahan pangan lainnya bisa menjadi pilihan untuk membuat hidangan lebih menarik. Setiap bahan memiliki karakteristik warna, rasa, dan aroma yang berbeda sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis makanan yang dibuat.
Umamichi bisa berkreasi membuat aneka hidangan berwarna cantik tanpa selalu bergantung pada pewarna buatan. Yuk, manfaatkan bahan-bahan yang ada di dapur dan temukan inspirasi resep menarik lainnya di aplikasi Dapur Umami untuk menemani kegiatan memasak sehari-hari!