Sama-sama punya capit, cangkang keras, dan sering diolah menjadi hidangan seafood, kepiting dan rajungan memang terlihat mirip. Namun, kepiting dan rajungan sebenarnya bukan hewan yang sama.
Ada beberapa ciri yang bisa digunakan untuk membedakan kepiting dan rajungan, mulai dari bentuk tubuh, warna cangkang, habitat, hingga karakter dagingnya. Apa saja perbedaan kepiting dan rajungan? Yuk, kenali lebih jauh supaya tidak salah membedakannya!
Apa itu Kepiting?
Kepiting atau dalam bahasa Inggris disebut crab merupakan kelompok hewan krustasea yang termasuk dalam kelompok Brachyura. Kepiting terdiri dari banyak jenis sehingga nama ilmiahnya juga berbeda-beda tergantung spesiesnya.
Salah satu jenis yang populer dikonsumsi di Indonesia adalah kepiting bakau atau mud crab, yang memiliki nama ilmiah Scylla serrata. Kepiting ini banyak ditemukan di kawasan mangrove dan perairan payau.
Kepiting memiliki tubuh yang cenderung lebar dengan sepasang capit yang cukup besar. Bagian kaki lainnya digunakan untuk berjalan di dasar perairan. Ukuran dan bentuknya dapat berbeda-beda tergantung jenis kepiting.
Apa itu Rajungan?
Rajungan atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai blue swimming crab merupakan salah satu jenis krustasea yang hidup di laut. Rajungan memiliki nama ilmiah Portunus pelagicus dan banyak ditemukan di perairan pesisir, termasuk perairan Indonesia.
Salah satu ciri khas rajungan adalah warna cangkangnya yang memiliki pola atau corak kebiruan. Rajungan juga memiliki kaki belakang yang berbentuk seperti dayung. Bentuk kaki tersebut membantunya bergerak atau berenang di dalam air.
Di Indonesia, rajungan banyak diolah menjadi berbagai hidangan, baik dimasak utuh maupun diambil dagingnya untuk digunakan sebagai bahan sup, tumisan, pepes, hingga olahan seafood lainnya.
Perbedaan Kepiting dan Rajungan
Meski sekilas mirip, kepiting dan rajungan memiliki sejumlah perbedaan. Berikut beberapa ciri yang bisa Umamichi perhatikan.
1. Bentuk dan Ukuran Cangkang
Kepiting umumnya memiliki bentuk tubuh yang lebih beragam tergantung jenisnya. Pada beberapa jenis kepiting, cangkangnya terlihat lebih tebal dan kokoh.
Sementara itu, rajungan memiliki cangkang yang cenderung lebih pipih dan melebar. Bagian samping cangkangnya juga memiliki bentuk yang lebih runcing sehingga terlihat berbeda dari beberapa jenis kepiting.
2. Warna Cangkang
Rajungan umumnya memiliki cangkang dengan warna kebiruan atau abu-abu kebiruan, disertai pola atau bintik-bintik tertentu. Pada rajungan jantan, warna biru pada capit dan bagian tubuh biasanya terlihat lebih jelas.
Kepiting memiliki warna cangkang yang lebih beragam, tergantung jenisnya. Kepiting bakau, misalnya, dapat memiliki warna hijau kecokelatan hingga cokelat gelap. Kepiting batu umumnya berwarna merah kecokelatan.
3. Bentuk Kaki
Coba perhatikan bagian kaki belakangnya. Rajungan memiliki sepasang kaki terakhir yang bentuknya pipih seperti dayung. Kaki tersebut merupakan salah satu ciri khas yang membedakannya dari banyak jenis kepiting dan digunakan untuk membantu berenang.
Pada kepiting yang hidup di dasar perairan, kaki umumnya lebih berfungsi untuk berjalan. Bentuknya juga tidak menyerupai dayung seperti pada rajungan.
4. Habitat
Rajungan merupakan hewan yang hidup di laut dan banyak ditemukan di perairan pesisir. Hewan ini aktif bergerak di dasar perairan dan juga dapat berenang menggunakan kaki belakangnya.
Sementara itu, kepiting memiliki habitat yang lebih beragam. Beberapa jenis dapat hidup di laut, perairan payau, kawasan mangrove, pantai, bahkan air tawar.
5. Tekstur dan Rasa Daging
Kepiting dan rajungan sama-sama memiliki daging yang lembut dan gurih. Namun, banyak orang mengenali daging rajungan karena rasanya yang cenderung manis dan teksturnya lembut.
Daging kepiting juga memiliki cita rasa gurih dengan tekstur yang lembut. Karakter dagingnya dapat berbeda tergantung jenis, ukuran, dan bagian tubuh yang dikonsumsi. Keduanya cocok diolah menjadi berbagai hidangan.
Kepiting dan Rajungan Biasanya Diolah Menjadi Apa?
Kepiting dan rajungan sama-sama bisa diolah menjadi berbagai hidangan seafood. Dagingnya yang lembut dan gurih cocok dipadukan dengan beragam bumbu, mulai dari yang pedas hingga gurih. Berikut beberapa olahan yang bisa dibuat dari kepiting dan rajungan.
Olahan Kepiting
- Kepiting Saus Padang: kepiting dimasak dengan saus berbumbu yang gurih, pedas, dan berempah
- Kepiting Saus Tiram: menggunakan saus tiram sebagai salah satu bumbu utama sehingga menghasilkan rasa gurih dan sedikit manis
- Kepiting Asam Manis: perpaduan rasa asam dan manis membuat hidangan kepiting terasa segar dan cocok disantap bersama nasi hangat
- Kepiting Rebus atau Kukus: kepiting dapat direbus atau dikukus untuk mempertahankan cita rasa alami dagingnya, lalu disantap dengan saus cocolan
Olahan Rajungan
- Pepes Rajungan: daging rajungan dibumbui dengan rempah, kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang
- Sup Rajungan: daging rajungan dapat digunakan sebagai isian sup dengan kuah gurih dan berbagai sayuran
- Tumisan Rajungan: daging rajungan ditumis bersama bumbu dan sayuran sehingga menghasilkan hidangan yang praktis
Keduanya juga dapat dimasak menggunakan bumbu yang sama, seperti saus Padang, saus tiram, asam manis, hingga bumbu rempah. Perbedaannya lebih terasa pada bentuk, tekstur, dan karakter dagingnya.
Nah, sekarang Umamichi sudah tahu cara membedakan kepiting dan rajungan, kan? Keduanya sama-sama bisa diolah menjadi hidangan yang lezat dengan berbagai bumbu. Kalau Umamichi sendiri, lebih suka kepiting atau rajungan?
Kalau sedang mencari inspirasi menu seafood dan masakan rumahan lainnya, Umamichi juga bisa menemukan berbagai resep praktis di aplikasi Dapur Umami. Yuk, cari resep favorit dan coba buat sendiri di rumah!
Baca Juga: