Artikel & Tips Mengenal Tiwul, Kuliner Tradisional Jawa dari Singkong
Mengenal Tiwul, Kuliner Tradisional Jawa dari Singkong

Mengenal Tiwul, Kuliner Tradisional Jawa dari Singkong

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
13 Oktober 2026, 08:58
Bagikan

Pernah mendengar atau mencicipi tiwul? Makanan tradisional ini cukup dikenal di beberapa daerah di Pulau Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tiwul berbentuk dan bertekstur cukup khas karena dibuat dari singkong yang diolah menjadi butiran-butiran kecil sebelum dikukus. 

Dulu dikenal sebagai makanan pengganti nasi, kini tiwul justru menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik untuk dicoba. Lalu, seperti apa sebenarnya tiwul dan bagaimana cara membuatnya?

 

Apa itu Tiwul? 

Tiwul adalah makanan tradisional yang dibuat dari tepung gaplek, yaitu singkong yang dikeringkan kemudian ditumbuk atau digiling hingga menjadi tepung. Tepung inilah yang kemudian diolah menjadi tiwul dengan cara diberi sedikit air, dibentuk menjadi butiran, lalu dikukus hingga matang.

Tiwul dari tepung gaplek biasanya berwarna putih kecokelatan hingga cokelat. Ada juga tiwul yang dibuat dengan tambahan gula merah sehingga warnanya menjadi lebih gelap dan rasanya lebih manis.

Tiwul dikenal sebagai salah satu makanan tradisional masyarakat Jawa. Makanan ini banyak ditemukan di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta, serta beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

Sejarah Tiwul

Tiwul sudah lama dikenal sebagai makanan tradisional di beberapa wilayah Jawa, terutama Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Makanan dari bahan dasar singkong ini dulu tidak hanya dianggap sebagai camilan, tetapi juga menjadi makanan pokok sehari-hari.

Pada masa ketika beras tidak selalu mudah diperoleh, singkong menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dimanfaatkan. Singkong kemudian diolah menjadi gaplek agar lebih mudah disimpan, lalu digiling dan diolah kembali menjadi tiwul.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan makan masyarakat mulai berubah dan nasi semakin banyak dikonsumsi sebagai makanan pokok. Tiwul yang sebelumnya menjadi makanan sehari-hari kemudian lebih sering dinikmati sebagai camilan tradisional.

 

Resep Tiwul

Tiwul dibuat dari tepung gaplek, yaitu singkong yang sudah dikeringkan kemudian digiling hingga menjadi tepung. Proses pembuatannya tiwul membutuhkan beberapa tahapan agar menghasilkan butiran tiwul yang pulen dan tidak menggumpal.

Bahan-Bahan:

  • 250 g tepung gaplek
  • 100 ml air, atau secukupnya
  • 75 g gula
  • 100 g kelapa parut
  • 1 lembar daun pandan

Cara Membuat Tiwul:

1. Siapkan Tepung Gaplek

Tepung gaplek adalah bahan utama dalam pembuatan tiwul. Tepung ini berasal dari singkong yang sudah dikeringkan hingga menjadi gaplek, kemudian ditumbuk atau digiling sampai halus. Gunakan tepung yang bersih dan kering agar lebih mudah dibentuk menjadi butiran.

2. Masukkan Air ke Tepung Gaplek

Masukkan tepung gaplek ke dalam wadah, kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit. Air tidak perlu dituangkan sekaligus karena membuat tepung terlalu basah.

3. Bentuk Menjadi Butiran Tiwul

Sambil menambahkan air, tepung diaduk dan diremas menggunakan tangan hingga mulai membentuk butiran-butiran kecil. Usahakan ukuran butirannya cukup merata agar tiwul dapat matang secara bersamaan saat dikukus. 

4. Tambahkan Gula

Jika ingin membuat tiwul manis, masukkan gula sesuai selera, lalu aduk hingga tercampur rata dengan adonan. Sementara itu, jika tidak ditambahkan gula, tiwul memiliki cita rasa yang lebih gurih dan cocok dimakan bersama lauk atau sambal.

5. Kukus Hingga Matang

Setelah butiran terbentuk, tiwul dimasukkan ke dalam kukusan dan tambahkan daun pandan. Kukus hingga matang dan teksturnya berubah menjadi lebih pulen. Proses pengukusan juga membantu menyatukan butiran tanpa membuatnya menjadi adonan yang terlalu padat.

6. Sajikan dengan Pelengkap

Setelah matang, tiwul bisa langsung disajikan. Tiwul manis biasanya disajikan bersama kelapa parut, sedangkan tiwul gurih dapat dijadikan pengganti nasi dan disantap bersama lauk, sayuran, serta sambal.

 

Tiwul bisa dinikmati dalam berbagai cara. Salah satu yang cukup populer adalah tiwul gurih yang disajikan sebagai pengganti nasi. Tiwul dapat disantap bersama lauk seperti ikan, ayam, tahu, tempe, sayuran, dan sambal.

Ada juga tiwul manis yang lebih cocok dijadikan camilan atau makanan penutup. Tiwul biasanya dicampur dengan gula merah, kemudian disajikan bersama kelapa parut. 

Perbedaan cara penyajian ini membuat tiwul cukup fleksibel. Bahan dasarnya sama, tetapi bisa menghasilkan pengalaman makan yang berbeda tergantung pelengkap yang digunakan.

Kini, tiwul masih bisa ditemukan di berbagai tempat, baik sebagai makanan rumahan maupun kuliner yang dijual di warung atau tempat makan yang menawarkan makanan tradisional.

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait