Pontianak bukan hanya terkenal sebagai kota yang dilewati garis khatulistiwa, tetapi juga punya beragam kuliner khas yang menggugah selera. 

Perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa membuat makanan khas Pontianak memiliki cita rasa yang beragam, mulai dari gurih, manis, hingga kaya rempah. Penasaran apa saja kuliner Pontianak yang sudah melegenda? Yuk, kenali satu per satu!

 

10 Makanan Khas Pontianak yang Populer

Pontianak punya beragam kuliner khas dengan cita rasa yang unik dan kaya, mulai dari makanan gurih hingga jajanan tradisional.

1. Pengkang

Pengkang menjadi salah satu makanan khas Pontianak yang cukup terkenal. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang diisi dengan ebi atau udang kering berbumbu, lalu dibungkus menggunakan daun pisang.

Bungkusan tersebut kemudian dibentuk segitiga dan dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan memberikan aroma khas dari daun pisang. Biasanya, pengkang disantap bersama sambal kepah atau sambal pedas. 

2. Sotong Pangkong

Kalau mencari camilan khas Pontianak, sotong pangkong wajib masuk daftar. Camilan ini terbuat dari sotong atau cumi kering yang dipanggang di atas bara api.

Setelah dipanggang, sotong dipukul-pukul menggunakan palu kayu hingga teksturnya menjadi lebih empuk. Dari proses inilah nama "pangkong" berasal, yang berarti dipukul. Sotong pangkong biasanya disajikan bersama sambal kacang atau sambal pedas manis. 

3. Chai Kue atau Choi Pan

Chai kue yang juga dikenal sebagai choi pan, merupakan salah satu jajanan khas Pontianak yang mendapat pengaruh dari kuliner Tionghoa. Makanan ini berbentuk seperti pangsit dengan kulit tipis berwarna putih dan tekstur yang lembut serta sedikit kenyal.

Bagian dalamnya biasanya diisi dengan sayuran, seperti bengkuang, kucai, atau talas yang telah ditumis bersama bumbu. Setelah dibentuk, chai kue dikukus hingga matang, kemudian disajikan dengan taburan bawang putih goreng dan sambal. 

4. Lek Tau Suan

Lek tau suan merupakan makanan penutup yang cukup terkenal di Pontianak. Hidangan ini berupa bubur kacang hijau kupas yang dimasak dengan gula dan disajikan dalam keadaan hangat.

Teksturnya lembut dengan rasa manis yang tidak terlalu kuat. Biasanya lek tau suan juga disajikan bersama cakwe agar ada perpaduan tekstur lembut dan renyah. Jajanan ini cocok dinikmati sore hari sambil bersantai.

5. Bubur Pedas Pontianak

Meski namanya bubur pedas, hidangan ini tidak selalu memiliki rasa yang sangat pedas. Bubur pedas merupakan makanan khas masyarakat Melayu Pontianak yang dibuat dari beras yang disangrai, lalu ditumbuk hingga halus sebelum dimasak menjadi bubur.

Keistimewaan bubur pedas terletak pada banyaknya sayuran yang digunakan. Biasanya terdapat kangkung, pakis, daun kesum, kacang panjang, hingga jagung. Bubur ini juga dilengkapi dengan ikan teri, kacang tanah, dan perasan jeruk nipis.

6. Pisang Goreng Srikaya

Makanan ini memadukan pisang goreng berbalut tepung yang renyah dengan selai srikaya bercita rasa manis dan harum. Pisang goreng srikaya umumnya menggunakan pisang nipah atau pisang kepok yang dibentuk menyerupai kipas sebelum digoreng.

Setelah matang, pisang goreng disajikan bersama selai srikaya. Selai ini memiliki rasa manis dengan aroma khas yang semakin melengkapi rasa pisang. Pada beberapa penyajian, srikaya dapat dioleskan pada permukaan pisang atau digunakan sebagai cocolan.

7. Jorong-Jorong

Jorong-jorong merupakan salah satu kue tradisional yang dapat ditemukan dalam kuliner Pontianak. Jorong-jorong umumnya dibuat dari bahan sederhana, seperti tepung beras, santan, tepung sagu atau tapioka, serta gula pasir atau gula merah.

Kue ini memiliki tekstur sangat lembut dengan cita rasa gurih yang berasal dari santan. Kue ini dibungkus atau dicetak menggunakan daun pandan berukuran besar atau daun pisang yang dibentuk menyerupai takir.

8. Kiam Ko Kwe

Kiam ko kwe merupakan jajanan tradisional khas Pontianak yang mendapat pengaruh dari kuliner Tionghoa. Sekilas, kiam ko kwe memang menyerupai kue talam. Namun, jika kue talam umumnya memiliki cita rasa manis, kiam ko kwe justru memiliki rasa gurih.

Salah satu topping yang umum untuk kue ini adalah tumisan ebi dan bawang, sedangkan versi lainnya menggunakan ayam cincang, kucai, talas, atau bahan gurih lainnya. 

9. Ce Hun Tiau

Ce Hun Tiau merupakan minuman tradisional khas Pontianak yang diperkenalkan oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Nama Ce Hun Tiau, yaitu ce (ciu) yang berarti ubi atau singkong, hun yang berarti tepung, dan tiau (tiaw) yang merujuk pada bentuk potongan memanjang.

Satu mangkuknya menyajikan olahan tepung sagu kenyal, cincau hitam lembut, kacang merah manis, ketan hitam legit, dan kue bongko pandan. Perpaduan berbagai isian tersebut membuat rasa manis, gurih, dan segar dalam satu mangkuk.

10. Es Krim Petrus

Es Krim Angi yang juga dikenal sebagai Es Krim Petrus, merupakan salah satu kuliner legendaris Pontianak yang sudah ada sejak tahun 1950. Nama "Petrus" berasal dari lokasi tempat es krim ini berada, yaitu di sekitar Sekolah Santo Petrus.

Pilihan rasanya pun beragam, mulai dari cokelat, vanila, stroberi, hingga rasa buah lainnya. Salah satu hal yang membuat es krim petrus menarik adalah cara penyajiannya yang ditempatkan di dalam mangkuk yang terbuat dari batok kelapa muda.

 

Dari hidangan utama hingga jajanan tradisional, kekayaan kuliner khas Pontianak ini menjadi bagian dari warisan yang terus dijaga dan dinikmati lintas generasi.

Jadi, kalau suatu hari berkunjung ke Pontianak, jangan hanya mampir ke Tugu Khatulistiwa. Luangkan waktu untuk mencicipi makanan khasnya dan rasakan kelezatan kuliner yang telah menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Pontianak. 

 

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait