Penulis: Azzahra Ilka Aulia

 

Siapa sangka, di balik bentuknya yang sederhana, labu punya banyak jenis dengan rasa dan tekstur yang berbeda-beda. Dari yang manis, renyah, sampai sedikit pahit, semuanya bisa diolah jadi hidangan lezat di meja makan. 

 

Labu adalah kelompok tanaman merambat dari famili Cucurbitaceae, yang juga dikenal sebagai keluarga labu-labuan. Keluarga tanaman ini mencakup berbagai jenis buah dan sayuran seperti labu kuning, labu siam, pare, mentimun, semangka, dan melon. 

 

Umumnya, tanaman labu memiliki batang menjalar, daun lebar, serta bunga berwarna kuning atau putih. Buahnya beragam bentuk dan ukuran, mulai dari yang bulat, lonjong, hingga menyerupai botol, dengan tekstur dan rasa yang berbeda-beda tergantung jenisnya. 

 

Selain digunakan sebagai bahan masakan, beberapa jenis labu juga dimanfaatkan untuk obat tradisional dan bahan kerajinan.

 

Jenis Labu dan Kegunaannya dalam Masakan

Labu termasuk ke dalam keluarga Cucurbitaceae, satu famili dengan mentimun dan semangka. Jenisnya sangat beragam dan masing-masing punya ciri khas tersendiri. Berikut beberapa labu yang paling umum ditemui di pasar Indonesia beserta ide olahannya.

 

1. Labu Kuning (Cucurbita moschata / Cucurbita maxima)

Labu kuning punya daging tebal dengan warna oranye cerah. Rasanya manis alami dan teksturnya lembut setelah dimasak. Selain enak, labu kuning juga kaya beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh.

 

Olahan yang cocok untuk labu kuning adalah kolak labu kuning, kue lumpur labu, puree bayi, hingga sup creamy labu kuning. Selain itu, labu kuning juga bisa diolah jadi bahan dasar pancake labu atau roti labu untuk camilan sehat di pagi hari.

 

Labu kuning sering digunakan sebagai bahan dasar makanan bayi karena teksturnya lembut dan mudah dicerna. Selain itu, di banyak negara, pumpkin juga jadi bahan utama pie atau sup saat musim dingin.

 

2. Labu Siam (Sechium edule)

 

2

 

Labu siam berbentuk menyerupai buah pir dengan kulit hijau muda dan tekstur renyah. Rasanya cenderung netral sehingga cocok dicampur dengan berbagai bumbu masakan.

 

Labu siam mengandung banyak air, rendah kalori, serta kaya vitamin C dan folat. Kandungan seratnya juga cukup tinggi sehingga membantu melancarkan pencernaan.

 

Labu siam paling cocok untuk diolah menjadi olahan sayur, seperti sayur lodeh, sayur asem,  dan tumis labu siam. Selain itu, labu siam juga sering dijadikan lalapan rebus.

 

3. Labu Air (Lagenaria siceraria)

 

3

 

Labu air memiliki kulit hijau pucat dan daging berwarna putih lembut. Kandungan airnya sangat tinggi, membuatnya cocok untuk olahan berkuah ringan.

 

Selain kaya air, labu air juga mengandung vitamin B kompleks, C, serta berbagai mineral seperti kalium dan kalsium. Buah ini rendah kalori, sehingga sering direkomendasikan untuk menu diet.

 

Labu air adalah salah satu labu tertua yang dibudidayakan manusia. Jenis labu ini cocok untuk diolah menjadi sayur bening, sop labu air, atau campuran sayur asem.

 

4. Labu Parang (Cucurbita moschata var. argyrosperma)

 

4

 

Labu parang masih termasuk dalam keluarga labu kuning, tapi ukurannya jauh lebih besar dan kulitnya keras. Warna dagingnya oranye tua dengan rasa manis dan lembut setelah dimasak.

 

Kandungan vitamin A dan C-nya sangat tinggi, ditambah serat yang bisa membantu menjaga pencernaan. Labu ini juga mengandung antioksidan alami yang baik untuk kulit.

 

Labu parang cocok diolah menjadi berbagai hidangan, seperti kolak labu parang yang manis dan lembut, puding labu dengan tekstur halus, sup krim labu yang creamy dan menghangatkan, hingga aneka kue basah yang legit dan menggugah selera.

 

5. Labu Bligu (Benincasa hispida)

 

5

 

Labu bligu dikenal juga dengan nama ash gourd atau winter melon. Kulitnya berwarna hijau muda dengan lapisan putih seperti lilin di permukaannya. Dagingnya padat dan sedikit renyah.

 

Labu ini mengandung air tinggi, rendah lemak, dan kaya vitamin C. Dikenal juga punya efek mendinginkan tubuh, cocok dikonsumsi saat cuaca panas.

 

Labu bligu bisa diolah menjadi berbagai masakan, seperti sup labu bligu yang segar, tumis labu bligu dengan udang yang gurih dan kaya rasa, hingga labu bligu kuah jahe yang hangat dan menenangkan tubuh.

 

6. Pare atau Labu Pahit (Momordica charantia)

 

6

 

Pare punya bentuk panjang beralur dengan permukaan bergelombang dan rasa pahit yang khas. Warna kulitnya bisa hijau tua hingga hijau muda tergantung tingkat kematangan.

 

Pare mengandung vitamin C, A, zat besi, dan fitonutrien seperti charantin dan polypeptide-p, yang dipercaya membantu menurunkan kadar gula darah.

 

Pare cocok diolah menjadi berbagai hidangan nikmat, seperti tumis pare, pare isi tahu, oseng pare telur yang praktis untuk menu harian, hingga pare goreng tepung yang renyah dan unik sebagai camilan.

 

Dari labu kuning sampai pare, setiap jenis labu punya keistimewaannya sendiri. Ada yang manis, ada yang gurih, bahkan ada yang pahit tapi menyehatkan. Dengan sedikit kreativitas, kamu bisa mengubah labu jadi aneka masakan lezat yang bergizi.

 

Yuk, mulai eksplorasi rasa dari berbagai jenis labu dan olahan masakannya di rumah. Kalau kamu butuh panduan resep yang Teruji Umami, jangan lupa mampir ke website Dapur Umami untuk inspirasi menu lezat setiap hari!

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait