Bumbu fermentasi ini cukup populer dalam masakan Indonesia dan sering ditambahkan ke berbagai hidangan, mulai dari tumisan, sayur, hingga sambal. Tauco memiliki cita rasa yang khas karena dibuat melalui proses fermentasi.

Untuk menghasilkan tauco dengan rasa dan aroma yang khas, kedelai perlu melalui beberapa tahapan pengolahan dan fermentasi. Nah, tauco sendiri terbuat dari apa dan bagaimana cara membuatnya? Yuk, kenali lebih jauh!

 

Apa itu Tauco?

Tauco adalah bumbu masak hasil fermentasi kacang kedelai yang populer dalam berbagai hidangan Indonesia. Bumbu ini memiliki tekstur yang dapat berupa pasta atau masih menyisakan butiran kedelai, dengan warna kuning kecokelatan hingga cokelat.

Bahan utama tauco adalah kacang kedelai. Kedelai terlebih dahulu diolah dan difermentasi hingga menghasilkan pasta atau biji kedelai dengan aroma serta rasa yang khas. Selain kedelai, pembuatan tauco umumnya juga menggunakan garam dan air.

Bumbu ini biasanya digunakan untuk menambah rasa pada tumisan, sayuran, tahu, ikan, hingga berbagai hidangan berkuah.

 

Tauco Berasal dari Daerah Mana?

Tauco merupakan bumbu hasil fermentasi kedelai yang sudah lama dikenal. Di Indonesia, tauco berasal dari daerah Cianjur, Jawa Barat. Tauco Cianjur sangat populer dan dikenal karena proses fermentasinya yang khas dan sudah berlangsung turun-menurun. 

Selain Cianjur, Pekalongan dan Medan juga dikenal sebagai penghasil tauco dengan varian yang berbeda. Meskipun proses pembuatan tauco hampir sama, tetapi setiap daerah memiliki perbedaan dalam rasa. Misalnya, tauco Cianjur lebih lembut dan sedikit manis, sedangkan tauco Medan cenderung lebih asin dan tajam aromanya.

Salah satu perbedaan yang mudah ditemukan adalah tingkat rasa manis dan asin. Ada tauco yang cenderung asin dan gurih, sedangkan jenis lainnya memiliki rasa yang lebih manis.

 

Proses Pembuatan Tauco

Pembuatan tauco membutuhkan beberapa tahapan karena kacang kedelai harus melalui proses fermentasi untuk menghasilkan rasa dan aroma yang khas.

1. Memilih dan Membersihkan Kedelai

Kacang kedelai dipilih yang berkualitas, kemudian dibersihkan dari kotoran dan dicuci hingga bersih.

2. Merendam dan Memasak Kedelai

Kedelai direndam hingga mengembang dan teksturnya lebih lunak. Setelah itu, kedelai dimasak atau dikukus sampai matang dan mudah diolah.

3. Fermentasi Awal

Kedelai yang sudah matang didinginkan, kemudian diberi starter atau ragi fermentasi. Kedelai dibiarkan dalam kondisi yang sesuai agar proses fermentasi berlangsung dan menghasilkan perubahan rasa serta aroma.

4. Menambahkan Larutan Garam

Setelah fermentasi awal selesai, kedelai dicampurkan dengan larutan garam. Garam membantu memberikan cita rasa sekaligus menjadi bagian penting dalam proses fermentasi lanjutan.

5. Melanjutkan Proses Fermentasi

Campuran kedelai dan garam kemudian difermentasi kembali selama waktu tertentu. Tahap ini membantu membentuk rasa gurih, aroma khas, serta warna tauco.

6. Tauco Siap Digunakan

Setelah proses fermentasi selesai dan karakter tauco sudah terbentuk, tauco dapat dikemas dan digunakan sebagai bumbu berbagai masakan. Teksturnya bisa berupa pasta atau masih memiliki butiran kedelai, tergantung cara pengolahannya.

 

Cara Menggunakan Tauco dalam Masakan

Tauco bisa menjadi pilihan bumbu untuk menambah rasa gurih, asin, dan aroma khas pada masakan. Berikut beberapa cara menggunakan tauco dalam masakan.

1. Dimasak dengan Seafood

Udang, ikan, dan kerang dapat dimasak dengan bumbu tauco untuk menghasilkan hidangan dengan cita rasa gurih yang khas. 

Caranya cukup tumis bawang dan cabai terlebih dahulu, kemudian masukkan tauco. Setelah aromanya harum, tambahkan seafood dan masak hingga matang. Kamu juga bisa menambahkan sedikit air agar bumbu lebih mudah meresap.

2. Tambahkan ke Olahan Sayuran

Tauco dapat digunakan untuk menambah rasa pada tumisan kangkung, taoge, buncis, sawi, atau sayuran lainnya. Tauco juga cocok dipadukan dengan taoge.

Agar rasanya tidak terlalu kuat, gunakan tauco secukupnya dan padukan dengan bumbu sederhana. Bawang putih, bawang merah, cabai, dan sedikit gula sudah cukup untuk menghasilkan tumisan sayuran yang gurih.

3. Gunakan untuk Masakan Tahu dan Tempe

Tahu dan tempe merupakan bahan yang mudah dipadukan dengan berbagai jenis bumbu, termasuk tauco. Kombinasi keduanya bisa menjadi pilihan menu sederhana untuk sehari-hari.

Tahu dapat ditumis bersama tauco, cabai, dan bawang hingga bumbunya meresap. Sementara itu, tempe bisa dipotong kecil-kecil lalu dimasak bersama bumbu tauco untuk mendapatkan rasa gurih yang lebih kuat.

4. Jadikan Bahan Sambal

Tidak hanya untuk tumisan, tauco juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan sambal. Perpaduan tauco dengan cabai dan bawang menghasilkan sambal dengan rasa gurih serta aroma fermentasi yang khas.

Untuk membuatnya, tauco dapat dihaluskan atau langsung ditumis bersama cabai dan bawang. Tambahkan sedikit gula jika ingin mengurangi rasa asin dan membuat cita rasanya lebih seimbang.

 

Tauco bisa menjadi pilihan praktis untuk menambah cita rasa pada berbagai masakan. Dengan rasa gurih dan asin yang khas, bumbu fermentasi ini cocok dipadukan dengan sayuran, seafood, tahu, tempe, hingga sambal.

Jadi, kalau kamu memiliki tauco di dapur, jangan ragu menggunakannya untuk membuat tumisan, sambal, atau hidangan gurih lainnya!

Olahan dengan Tauco dari Dapur Umami

Geco ala Masako® adalah hidangan yang menggugah selera dengan cita rasa yang nikmat dan unik. Menggunakan tauco sebagai salah satu bahannya, masakan ini menghadirkan perpaduan sempurna antara rasa gurih dan pedas yang memanjakan lidah.

Tauge goreng ala Masako® adalah hidangan sederhana dan menggugah selera yang cocok untuk menemani berbagai sajian. Dengan tambahan tauco, masakan ini menawarkan perpaduan rasa gurih dan nikmat yang membuat setiap suapan terasa istimewa.

Masakan dengan bahan tauco selalu menghadirkan cita rasa yang khas dan menggugah selera. Salah satu hidangan yang patut dicoba adalah Tumis Tahu Saus Tauco SAORI® dengan kelezatan tauco berpadu sempurna dengan tekstur lembut tahu.

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait