Caviar dikenal sebagai makanan premium yang sering disajikan dalam porsi kecil sebagai pelengkap hidangan. Bentuknya berupa butiran telur ikan dengan rasa asin dan tekstur yang khas. Namun, tidak semua telur ikan sebenarnya dapat disebut caviar. Secara tradisional, istilah caviar digunakan untuk telur ikan dari keluarga sturgeon yang telah melalui proses penggaraman.
Sementara itu, telur dari ikan lain lebih tepat disebut roe atau telur ikan. Selain dikenal karena harganya yang relatif tinggi, caviar juga mengandung protein, lemak, omega-3, vitamin, dan mineral. Lalu, apa sebenarnya caviar dan apa saja kandungan gizinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Caviar?
Caviar adalah produk yang dibuat dari telur ikan sturgeon dari keluarga Acipenseridae yang diberi garam. Keluarga ini mencakup beberapa jenis sturgeon, seperti beluga, ossetra, dan sevruga. Dalam proses pembuatannya, telur ikan dipisahkan, dibersihkan, kemudian diberi garam sebelum dikemas.
Lalu, apa bedanya dengan roe?
Roe merupakan istilah umum untuk telur ikan. Jadi, telur salmon, trout, lumpfish, maupun jenis ikan lainnya termasuk fish roe, tetapi secara tradisional tidak semuanya disebut caviar. Perbedaan jenis ikan juga dapat memengaruhi ukuran butiran, warna, rasa, tekstur, hingga harga produk.
Kandungan Gizi Caviar
Caviar biasanya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Namun, sebagai acuan, berdasarkan data USDA, dalam 100 gram caviar granular terdapat beberapa zat gizi utama, antara lain:
- Energi: 264 kkal
- Protein: 24,6 gram
- Lemak: 17,6 gram
- Natrium: 1.500 mg
- Vitamin B12: 20 mcg
- Selenium: 65,5 mcg
- Kolin: 490,9 mg
Caviar juga mengandung zat besi, fosfor, magnesium, vitamin D, serta asam lemak omega-3. Kandungan gizinya dapat berbeda tergantung jenis ikan, proses penggaraman, produk, dan ukuran porsi yang dikonsumsi.
1. Protein
Dalam 100 gram caviar terdapat 24,6 gram protein. Protein dibutuhkan tubuh untuk membantu membentuk dan memelihara jaringan. Karena itu, caviar termasuk salah satu pangan hewani yang menyediakan protein. Namun, caviar biasanya dikonsumsi dalam porsi yang jauh lebih kecil dari 100 gram. Jadi, jumlah protein yang diperoleh tetap bergantung pada banyaknya caviar yang dikonsumsi.
2. Asam Lemak Omega-3
Caviar mengandung lemak, termasuk asam lemak omega-3 seperti EPA dan DHA. EPA dan DHA merupakan jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada pangan laut dan menjadi bagian dari asupan lemak dalam pola makan. Namun, caviar bukan satu-satunya sumber omega-3. Ikan seperti sarden, salmon, makarel, dan berbagai jenis ikan laut lainnya juga dapat menjadi pilihan.
3. Vitamin dan Mineral
Salah satu zat gizi yang cukup menonjol pada caviar adalah vitamin B12. Dalam 100 gram caviar terdapat 20 mcg vitamin B12. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan membantu menjaga fungsi normal sistem saraf. Caviar juga mengandung selenium, zat besi, fosfor, serta mineral lainnya. Selenium dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi, sedangkan zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin.
4. Kolin
Dalam 100 gram caviar terdapat 490,9 mg kolin. Kolin dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga struktur membran sel serta berperan dalam pembentukan asetilkolin yang digunakan dalam sistem saraf. Kandungan kolin ini melengkapi protein, lemak, vitamin, dan mineral yang terdapat pada caviar.
Manfaat Caviar bagi Kesehatan
Manfaat caviar dapat dilihat dari berbagai zat gizi yang terdapat di dalamnya. Namun, karena biasanya dikonsumsi dalam porsi kecil, jumlah zat gizi yang diperoleh tetap bergantung pada porsinya.
1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein
Caviar menyediakan protein hewani yang digunakan tubuh untuk membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan. Meski kandungan proteinnya cukup tinggi jika dihitung per 100 gram, caviar umumnya hanya dimakan dalam porsi kecil. Karena itu, kebutuhan protein sehari-hari tetap sebaiknya dipenuhi dari berbagai sumber seperti ikan, telur, ayam, daging, tahu, dan tempe.
2. Menjadi Salah Satu Sumber Omega-3
Caviar mengandung EPA dan DHA yang termasuk dalam kelompok asam lemak omega-3. Caviar dapat menjadi salah satu sumber omega-3 dalam pola makan, tetapi tidak harus dikonsumsi secara rutin untuk mendapatkannya. Berbagai jenis ikan juga dapat menjadi sumber omega-3 yang lebih umum dikonsumsi sehari-hari.
3. Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin B12
Vitamin B12 merupakan salah satu zat gizi yang cukup menonjol pada caviar. Vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, sintesis DNA, serta membantu menjaga fungsi normal sistem saraf. Karena berasal dari pangan hewani, caviar dapat ikut menambah asupan vitamin B12 dari makanan.
4. Menambah Variasi Sumber Zat Gizi
Selain protein dan vitamin B12, caviar juga menyediakan selenium, zat besi, fosfor, kolin, serta beberapa zat gizi lainnya. Namun, manfaat tersebut tetap perlu disesuaikan dengan porsi konsumsinya. Karena caviar biasanya digunakan sebagai pelengkap, jumlah zat gizi yang diperoleh juga lebih kecil dibandingkan nilai per 100 gram.
Bagaimana Cara Menikmati Caviar?
Caviar biasanya tidak dikonsumsi sebagai lauk utama dalam jumlah besar. Produk ini lebih sering digunakan sebagai garnish atau pelengkap untuk memberikan rasa asin, gurih, dan tekstur khas pada hidangan.
1. Disajikan dalam Porsi Kecil
Caviar dapat dinikmati dalam porsi sekitar 1–2 sendok makan atau 15–30 gram, terutama jika digunakan sebagai pelengkap makanan. Berdasarkan komposisi per 100 gram, dalam porsi 1 sendok makan atau 15 gram terdapat:
- Energi: 40 kkal
- Protein: 3,7 gram
- Lemak: 2,6 gram
- Natrium: 225 mg
Satu sendok makan caviar sudah dapat digunakan sebagai pelengkap di atas roti, crackers, telur, maupun hidangan lainnya. Karena kandungan natriumnya cukup tinggi, perhatikan juga makanan yang disajikan bersama caviar.
2. Dipadukan dengan Makanan Lain
Caviar dapat dipadukan dengan makanan yang rasanya relatif ringan agar karakter rasa caviar tetap terasa. Beberapa pilihannya antara lain:
- Roti atau crackers
- Telur
- Kentang
- Salad
- Pasta
- Seafood
Untuk menu sehari-hari, caviar lebih tepat digunakan sebagai bahan pelengkap daripada sebagai sumber utama zat gizi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Caviar
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi caviar adalah kandungan natriumnya. Caviar dibuat melalui proses penggaraman. Dalam 100 gram caviar terdapat 1.500 mg natrium. Jika dikonsumsi sebanyak 1 sendok makan atau 15 gram, kandungan natriumnya mencapai 225 mg. Karena itu, perhatikan juga makanan pendampingnya. Crackers, keju, saus, dan makanan olahan lainnya dapat ikut menambah asupan natrium dalam satu kali makan. Bagi orang yang perlu membatasi asupan natrium, jumlah caviar dan makanan pendampingnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Caviar merupakan produk telur ikan yang secara tradisional berasal dari ikan sturgeon keluarga Acipenseridae dan telah melalui proses penggaraman. Sementara itu, telur dari jenis ikan lain secara umum lebih tepat disebut roe atau fish roe. Dalam 100 gram caviar terdapat 264 kkal energi, 24,6 gram protein, dan 17,6 gram lemak. Caviar juga mengandung omega-3, vitamin B12, selenium, kolin, zat besi, serta berbagai zat gizi lainnya. Namun, caviar biasanya dinikmati dalam porsi kecil, seperti 15–30 gram. Karena melalui proses penggaraman, kandungan natriumnya juga perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi bersama makanan lain yang tinggi natrium.
Jadi, caviar dapat dinikmati sebagai pelengkap makanan dalam porsi kecil sekaligus menjadi salah satu variasi pangan hewani dalam menu. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar konsumsi caviar, kebutuhan protein, atau cara mengombinasikannya dengan menu sehari-hari, yuk konsultasikan melalui fitur Tanya NutriExpert.
Baca Juga