Artikel & Tips Jadi Alternatif Susu Sapi, Berapa Kalori Susu Almond?
Jadi Alternatif Susu Sapi, Berapa Kalori Susu Almond?

Jadi Alternatif Susu Sapi, Berapa Kalori Susu Almond?

Ditulis Oleh
Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien
23 Oktober 2026, 08:00
Bagikan

Susu almond merupakan minuman nabati berbahan dasar almond yang kini cukup banyak digunakan sebagai alternatif minuman sehari-hari maupun bahan untuk berbagai makanan dan minuman. Berbeda dari almond utuh, susu almond dibuat dengan mencampurkan almond dan air, kemudian disaring hingga menghasilkan minuman dengan tekstur lebih ringan. Kandungan gizinya juga dapat berbeda tergantung jumlah almond, tambahan gula, serta fortifikasi vitamin dan mineral pada masing-masing produk. Karena itu, saat membahas kandungan gizi, kalori, dan manfaat susu almond, penting untuk memperhatikan jenis produk yang digunakan sebagai acuan.

 

Apa Itu Susu Almond?

Susu almond adalah minuman nabati yang dibuat dari almond dan air. Dalam proses pembuatannya, almond biasanya direndam, dihaluskan bersama air, kemudian disaring hingga menghasilkan minuman berwarna putih dengan rasa dan aroma khas almond. Karena bahan dasarnya berbeda, kandungan gizi susu almond tidak dapat langsung disamakan dengan susu sapi. Kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineralnya dapat berbeda. Produk susu almond yang dijual di pasaran juga cukup beragam. Ada yang tanpa pemanis, mengandung gula tambahan, maupun telah difortifikasi dengan kalsium, vitamin D, atau zat gizi lainnya. Karena itu, membaca label gizi menjadi salah satu hal penting saat memilih susu almond.

 

Kandungan Gizi Susu Almond

Berdasarkan data USDA FoodData Central, dalam 100 gram susu almond tanpa pemanis terdapat beberapa zat gizi utama, antara lain:

  • Energi: 19 kkal
  • Protein: 0,66 gram
  • Lemak: 1,6 gram
  • Karbohidrat: 0,67 gram
  • Kalsium: 158 mg
  • Vitamin D: 1,6 mcg

Kandungan gizi susu almond dapat berbeda antara satu produk dengan produk lainnya. Perbedaannya bisa dipengaruhi oleh jumlah almond yang digunakan, tambahan gula, serta fortifikasi vitamin dan mineral. Karena itu, informasi pada label gizi tetap penting diperhatikan saat memilih produk.

1. Protein

Dalam 100 gram susu almond tanpa pemanis terdapat 0,66 gram protein. Jumlah protein pada susu almond tergolong rendah dibandingkan beberapa minuman lain yang biasa digunakan sebagai sumber protein. Karena itu, kebutuhan protein tetap perlu dilengkapi dari makanan lain seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.

2. Lemak

Dalam 100 gram susu almond tanpa pemanis terdapat 1,6 gram lemak. Lemak tersebut sebagian berasal dari almond sebagai bahan dasarnya. Jumlahnya dapat berbeda tergantung komposisi dan banyaknya almond yang digunakan pada setiap produk.

3. Kalsium dan Vitamin D

Dalam 100 gram susu almond terdapat 158 mg kalsium dan 1,6 mcg vitamin D. Kalsium membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, sedangkan vitamin D membantu tubuh menggunakan kalsium dengan baik. Namun, jumlah kalsium dan vitamin D dapat berbeda antarproduk karena sebagian susu almond mendapatkannya dari proses fortifikasi. Karena itu, tetap perhatikan informasi pada label kemasan.

 

Berapa Kalori Susu Almond?

Kalori susu almond dapat berbeda tergantung jenis dan komposisi produknya. Berdasarkan data USDA FoodData Central, dalam 100 gram susu almond tanpa pemanis terdapat 19 kkal. Produk dengan tambahan gula biasanya memiliki kalori yang lebih tinggi karena gula juga menyumbang energi. Selain itu, tambahan seperti cokelat, sirup, krimer, atau bahan lainnya juga dapat meningkatkan jumlah kalori. Jika susu almond digunakan dalam smoothie, kopi, atau makanan lainnya, kandungan kalorinya perlu dilihat dari seluruh bahan yang digunakan dalam satu hidangan. Karena itu, saat memilih susu almond, perhatikan jenis produk, ukuran sajian, kandungan gula, serta bahan tambahan yang tercantum pada label kemasan.

 

Manfaat Susu Almond untuk Tubuh

1. Menjadi Alternatif Minuman Berbasis Nabati

Susu almond dapat menjadi salah satu pilihan minuman nabati untuk menambah variasi dalam pola makan sehari-hari. Selain diminum langsung, susu almond juga dapat digunakan sebagai bahan untuk oatmeal, smoothie, kopi, sereal, maupun berbagai hidangan lainnya. Namun, karena kandungan gizinya berbeda dengan susu sapi, keduanya tidak dapat langsung dianggap memiliki komposisi yang sama.

2. Membantu Menambah Asupan Vitamin E

Susu almond dapat menjadi salah satu sumber vitamin E. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Jumlah yang diperoleh tetap bergantung pada jenis dan komposisi produk susu almond yang dikonsumsi.

3. Menjadi Pilihan dengan Kalori Relatif Rendah

Beberapa produk susu almond tanpa pemanis memiliki kandungan energi yang relatif rendah. Hal ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang yang ingin menggunakan minuman tanpa banyak tambahan gula. Namun, manfaat tersebut bergantung pada produknya. Susu almond dengan gula tambahan atau varian rasa dapat memiliki kandungan energi yang lebih tinggi.

4. Membantu Menambah Asupan Kalsium dan Vitamin D pada Produk Fortifikasi

Susu almond yang telah difortifikasi dapat membantu menambah asupan kalsium dan vitamin D. Namun, tidak semua produk memiliki jumlah kedua zat gizi tersebut yang sama. Karena itu, penting untuk melihat keterangan pada label sebelum memilih produk.

5. Menambah Variasi dalam Pola Makan Sehari-hari

Susu almond cukup fleksibel digunakan dalam berbagai makanan dan minuman, seperti:

  • Oatmeal
  • Smoothie
  • Kopi
  • Puding
  • Sereal
  • Berbagai hidangan lainnya

 

Cara Memilih Susu Almond

Karena kandungan gizi antarproduk dapat berbeda, label gizi menjadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan saat memilih susu almond.

1. Perhatikan Kandungan Gula Tambahan

Produk tanpa pemanis biasanya memiliki kandungan gula dan kalori yang lebih rendah dibandingkan produk dengan tambahan gula atau varian rasa. Jika ingin memilih susu almond tanpa tambahan rasa manis, cari produk yang mencantumkan keterangan unsweetened atau tanpa pemanis.

2. Periksa Kandungan Protein dan Kalori

Kandungan protein susu almond umumnya tidak terlalu tinggi. Karena itu, periksa jumlah protein per sajian, terutama jika susu almond digunakan sebagai bagian dari sarapan atau minuman sehari-hari. Perhatikan juga ukuran sajian saat membandingkan produk. Produk dengan ukuran sajian berbeda tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan angka kalori pada label tanpa menyesuaikan porsinya.

3. Perhatikan Fortifikasi Vitamin dan Mineral

Jika ingin mendapatkan tambahan kalsium atau vitamin D dari susu almond, pilih produk yang memang telah difortifikasi. Beberapa zat gizi yang dapat diperhatikan pada label antara lain:

  • Kalsium
  • Vitamin D
  • Vitamin E

Dengan membaca label, pilihan produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

 

Susu almond merupakan minuman nabati yang dibuat dari almond dan air. Kandungan gizinya dapat berbeda-beda karena jumlah almond, gula tambahan, dan fortifikasi vitamin maupun mineral tidak selalu sama. Pada produk tanpa pemanis yang digunakan sebagai acuan, dalam 240 ml terdapat 39 kkal energi, 1,5 gram protein, dan 2,9 gram lemak. Beberapa produk juga menyediakan vitamin E serta kalsium dan vitamin D yang dapat berasal dari fortifikasi.

Susu almond dapat menjadi salah satu alternatif minuman berbasis nabati, terutama untuk menambah variasi dalam pola makan. Namun, kandungan protein, vitamin, dan mineralnya tetap perlu diperhatikan karena tidak semua produk memiliki komposisi yang sama. Jadi, saat memilih susu almond, jangan hanya melihat nama atau tampilan kemasannya. Perhatikan juga kandungan gula, protein, kalori, kalsium, vitamin D, serta ukuran sajian pada label gizi.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar susu almond, cara memilih produk, atau cara mengombinasikannya dengan menu sehari-hari, yuk konsultasikan melalui fitur Tanya NutriExpert.

Baca Juga

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait