Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Lebaran tanpa ketupat rasanya kurang lengkap, ya? Makanan khas yang satu ini selalu hadir di meja makan, disajikan dengan opor ayam, rendang, atau sambal goreng hati. Selain lezat, ketupat juga punya makna budaya yang kuat di Indonesia.
Tapi, kalau dipikir-pikir, sebenarnya lebih sehat mana sih, ketupat atau nasi biasa? Nasi sendiri adalah makanan pokok sehari-hari yang hampir selalu ada di setiap hidangan. Meski sama-sama berbahan dasar beras, cara pengolahan ketupat dan nasi membuat kandungan gizinya berbeda.
Ada yang bilang ketupat lebih rendah kalori, tapi ada juga yang tetap memilih nasi karena lebih praktis. Nah, biar makin paham mana yang lebih cocok untuk dikonsumsi, yuk kita bahas kandungan gizi dan manfaat dari keduanya!
Ketupat tidak hanya ikonik saat Lebaran, tetapi juga memiliki keunikan dalam kandungan gizinya. Dibanding nasi biasa, ketupat mengalami proses perebusan yang lama dalam anyaman janur, sehingga kandungan airnya lebih tinggi. Berikut adalah kandungan gizi ketupat per 100 gram:
Nasi adalah makanan pokok yang hampir selalu ada di setiap hidangan. Selain sebagai sumber karbohidrat, nasi juga mengandung berbagai zat gizi penting. Berikut adalah kandungan gizi nasi per 100 gram:
Ketupat dan nasi sebenarnya berasal dari bahan yang sama, yaitu beras. Namun, cara memasaknya berbeda, sehingga kandungan gizinya juga tidak sama.
Ketupat dibuat dengan memasukkan beras ke dalam anyaman janur, lalu direbus dalam waktu lama hingga matang.
Proses ini membuat ketupat menyerap banyak air, sehingga teksturnya lebih padat dan kenyal. Karena kadar airnya tinggi, jumlah kalorinya lebih rendah dibandingkan nasi dalam porsi yang sama.
Sementara itu, nasi dimasak dengan cara direbus atau dikukus hingga airnya terserap sempurna. Karena tidak melalui proses perebusan dalam janur, kadar air dalam nasi lebih sedikit, sehingga kalorinya lebih tinggi dibandingkan ketupat dalam volume yang sama.
Dari segi penyajian, ketupat sering disandingkan dengan makanan berkuah dan bersantan seperti opor ayam, rendang, atau gulai, karena teksturnya yang padat mampu menyerap kuah dengan baik.
Sementara itu, nasi lebih fleksibel untuk berbagai jenis hidangan, baik kering maupun berkuah, karena sifatnya yang lebih lembut dan pulen.
Jadi, meskipun keduanya berasal dari bahan yang sama, perbedaan dalam cara memasak menjadikan ketupat dan nasi memiliki karakteristik yang unik, baik dalam rasa, tekstur, maupun kandungan gizinya.
Baca juga: Mitos atau Fakta, Sayur Mentah Lebih Sehat daripada Sayur Matang?
Baik ketupat maupun nasi memiliki keunggulan masing-masing tergantung pada kebutuhan individu.
Hidangan khas Kalimantan Selatan yang menggunakan ketupat bertekstur padat, disajikan dengan kuah santan gurih dan ikan haruan (gabus) yang kaya rasa. Dengan Masako®, bumbu kuah semakin lezat dan meresap sempurna.
Nasi gurih khas Jawa yang disajikan dengan aneka lauk seperti serundeng, telur dadar, abon, dan sambal goreng. Perpaduan bumbu dari Masako® membuat rasa lebih nikmat dan autentik.
Soto khas Banjarmasin dengan kuah bening kaya rempah, disajikan dengan suwiran ayam, perkedel, dan telur. Dengan Masako®, kaldunya lebih gurih dan sedap, memberikan cita rasa yang khas.
Jadi, Umamichi bisa menjadikan ketupat dan nasi sebagai sumber karbohidrat saat Lebaran. Keduanya sama-sama berasal dari beras, tetapi memiliki perbedaan dalam proses pembuatan, tekstur, dan kandungan gizi.
Baca juga: Ini Cara Atur Porsi Makan Saat Puasa Agar Tetap Bertenaga
Jika ingin pilihan yang lebih rendah kalori dengan tekstur yang lebih padat, ketupat bisa menjadi pilihan. Tapi jika menginginkan sumber energi yang lebih tinggi dan praktis dalam penyajian, nasi tetap menjadi andalan.
Yang terpenting, sesuaikan dengan kebutuhan dan kombinasikan dengan lauk pauk bergizi agar tetap seimbang!
Kunjungi website Dapur Umami untuk mendapatkan informasi seputar gizi, kesehatan, serta berbagai resep lezat yang bisa dicoba di rumah. Manfaatkan fitur Tanya NutriExpert untuk berkonsultasi langsung tentang gizi dan pola makan yang sehat!