Beda Rasa Umami Dengan Asin - Dapur Umami

Beda Rasa Umami Dengan Asin

Halo, Mama. Apakah Mama pernah merasakan gula yang manis, mangga yang masam, dan Mama pernah membayangkan rasa nasi kapau yang gurih. Nah ternyata ada salah satu dari lima rasa dasar yakni manis, asam, asin, pahit dan rasa gurih alami yang muncul bila kita makan atau minum. Ternyata berbagai macam rasa tersebut terbentuk dari rangsang di lidah.


Namun kali ini pertanyaannya, Apakah Mama bisa membedakan antara rasa gurih dengan rasa asin? Jawabannya ada pada artikel ini, kita bahas dengan tuntas apa saja perbedaan antara rasa umami atau rasa gurih ini dengan rasa asin. Yuk simak hingga selesai ya, Ma!


Rasa Asin

Kita mulai dari yang pertama yah Ma, mulai dari rasa asin. Rasa asin ini identik dengan rasa garam. Rasa asin ini dapat dirasakan oleh lidah kita pada bagian ujung lidah, untuk selanjutnya sensor rasa itu terhubung pada otak.


Butiran kristal garam sebagai sumber utama penghasil rasa asin ini dihasilkan dari air laut. Kristal garam memiliki komponen utama yakni Natrium. Selain menghasilkan rasa asin yang dapat menambah cita rasa pada makanan maupun minuman, garam juga memiliki banyak fungsi, antara lain sebagai pengawet makanan, dan bisa juga meningkatkan tekstur makanan pada proses fermentasi.


Dibalik semua fungsi baik pada garam yang merupakan sumber rasa asin yang utama, namun kita harus membatasi dalam konsumsinya. Menurut penelitian, tidak dianjurkan mengkonsumsi garam lebih dari 2000 miligram dalam sehari, agar tidak mempengaruhi dan menjadi faktor resiko meningkatnya penyakit jantung.


Rasa Umami

Setelah sekian lama Mama mengenal rasa dasar yang terdiri dari manis asam pahit dan asin, maka beberapa dekade ini dikenalkan rasa baru yang melengkapi rasa dasar. Apalagi kalau bukan rasa umami, yang memiliki rasa yang berarti gurih yang nikmat. 


Menjelaskan rasa umami ini memang sedikit sulit, karena rasa ini berbeda dengan rasa asin yang identik dengan garam atau rasa manis yang identik dengan gula. Beberapa ada yang berpendapat bahwa rasa umami ini merupakan perpaduan dari rasa asin dan manis, namun ternyata berbeda.


Rasa umami ini dapat dihasilkan dari bahan nabati maupun hewani Ma. Untuk bahan hewani, seperti contohnya daging (baik daging sapi, kambing, dan lainnya), seperti contohnya ketika Mama mengonsumsi makanan seperti steik maka akan timbul rasa gurih pada daging bukan? Nah itulah rasa umami alias rasa gurih yang menyenangkan.


Untuk rasa umami dari bahan nabati contohnya Mama temukan pada olahan kedelai yakni tahu dan tempe. Selain itu rasa umami ini ada juga pada fermentasi kedelai yakni pasta miso yang biasa kita gunakan dalam pembuatan kaldu.


Beda Rasa Umami Dengan Asin

Ada beberapa hal yang menjadi perbedaan mencolok antara rasa umami dan rasa asin: 




  1. Rasa asin dihasilkan atau dapat dirasakan di pinggir ujung lidah , sedangkan rasa umami ini menyebar dan dapat dirasakan di seluruh bagian. Selain itu rasa umami bertahan lebih lama dalam lidah.
  2. Rasa asin merupakan sebuah rasa yang spesifik, seperti halnya dengan rasa asam, manis maupun pahit. Selain itu rasa asin erat kaitannya dengan kandungan natrium klorida yang merupakan kandungan utamanya. Sedangkan rasa umami ini mengacu pada rasa yang gurih, dan memiliki kandungan utama berupa glutamat. Semakin tinggi level glutamat pada makanan yang kita makan, maka akan terasa lebih gurih.
  3. Rasa asin akan menambah rasa pada makanan yang kita konsumsi, sedangkan umami akan membantu menggugah selera lho, Ma.


Semoga artikel diatas dapat menambah pengetahuan ya, Ma. Untuk resep-resep masakan yang dijamin umami dan tips memasak lainnya, Mama terus pantengin website Dapur Umami.