Lebih Mengenal Cita Rasa dan Contoh-contohnya

Apa sih yang dimaksud dengan “cita rasa”? Apa bedanya dengan “rasa”? Kalau mama cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, pasti penjelasan yang mama dapatkan kurang jelas mengenai kata ini. Perbedaannya dengan kata “rasa” justru sangat jelas. Untuk semakin tahu tentang “cita rasa,” silahkan ikuti selanjutnya tulisan ini. Di sini, Mama akan mendapatkan penjelasan tentang istilah itu dan contoh-contohnya.  


Flavor vs Taste 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, “cita rasa” adalah “rasa seperti rasa lezat, sedap.” Penjelasan ini terasa sangat umum dan kita masih belum bisa membedakannya dengan kata “rasa”. Padahal, sehari-hari kita mendengar dan menggunakan sendiri kata ini dalam perbincangan, apalagi dalam perbincangan tentang kuliner.  


Nah, perbedaan antara “cita rasa” dan “rasa” adalah begini: Yang pertama adalah gabungan dari berbagai sensasi panca indera indra, seperti penciuman dan pengecapan, yang kita dapatkan dari sebuah zat, utamanya makanan. Untuk mendapatkannya, kita membutuhkan sensasi pada indra pengecap sekaligus indera penciuman. Sementara itu, kata “rasa” merujuk pada sensasi indrawi yang kita rasakan dengan lidah kita, misalnya manis, asam, pedas, atau asin.  


Padanan kata ini dalam bahasa Inggris adalah “flavor.” Istilah “flavor” ini berbeda dengan “taste,” yang berarti sensasi dengan indera penciuman saja.  


Cita Rasa Paling Populer 

Sejak kecil, kita sudah mengenal berbagai cita rasa makanan. Yang sejak kecil kita kenal biasanya adalah jeruk, yang terdiri dari aroma jeruk dan rasa asam dan manis. Selain dari buah jeruk, kita mengenalnya dari minuman kemasan, obat dan sirup multivitamin. 


Selain jeruk, salah satu yang juga populer di Indonesia adalah stroberi. Cita rasa stroberi bisa dengan mudah kita temukan mulai dari sirup hari raya sampai sirup obat batuk. Uniknya, di masyarakat Indonesia secara umum, flavor stroberi jauh lebih populer daripada buah stroberi itu sendiri.  


Selain buah-buahan, kita juga sangat akrab dengan flavor daging sapi dan ayam. Kita bisa temukan mereka dalam berbagai cemilan dan masakan. Cita rasa ini biasanya hadir tak lepas dari rasa gurih penyedap rasa yang kini mulai kita kenal dengan sebutan “umami.”  


“Umami” begitu populer meskipun sangat tersamar. Kita lebih mengenalnya sebagai penguat rasa yang bisa digabungkan dengan berbagai rempah. Dengan “umami” sayur sop yang hanya berisi wortel, kubis, buncis, dan kentang bisa menggoyang lidah.  


Khas Indonesia 

Selain digunakan untuk menyebut sensasi aroma dan rasa dari bahan makanan yang tampak, istilah ini juga digunakan untuk menyebut kumpulan rasa khas sebuah wilayah. Salah satu istilah yang sering muncul ketika kita berbicara tentang kuliner di dalam negeri adalah “cita rasa Indonesia” atau “selera Nusantara.” Sebenarnya seperti apa sih selera nusantara itu?  


Bawang putih pembentuk cita rasa Indonesia 


Menurut pakar kuliner senior William Wongso, selera nusantara sangat kaya. Bagi William Wongso, meskipun ada banyak jenis kuliner di Indonesia, “ada kesamaan yang menyatukan semuanya: asam, pedas, manis, wangi, dan garing.” Hal ini digambarkan William Wongso dalam buku elegannya yang berjudul Cita Rasa Indonesia.  


Lalu, bagaimana cara kita memahaminya? Menurut William Wongso, untuk mendapatkan gambaran terbaik untuk mendapatkan gambaran kuliner Indonesia, kita perlu masuk langsung ke dapur penduduk di berbagai wilayah Indonesia. Dengan masuk langsung ke dapur-dapur dari berbagai penjuru Indonesia ini, kita bisa tahu cita rasa Aceh, Surabaya, Pontianak, Ambon dan sebagainya.  


Semoga gambaran singkat ini menjawab rasa penasaran Mama. Pastinya, dengan mengetahui definisi, contoh, dan penjelasan dari pakar ini, Mama tidak akan lagi bingung atau salah menggunakan istilah “cita rasa” dan “rasa.” Selamat bertualang!  


sumber:https://pixabay.com/id/photos/rempah-rempah-toples-rempah-2548653/

sumber:https://pixabay.com/id/photos/bawang-putih-bahan-bumbu-3419544/