Artikel & Tips Cari Camilan Rendah Kalori tapi Tinggi Serat? Coba deh Kolang Kaling
Cari Camilan Rendah Kalori tapi Tinggi Serat? Coba deh Kolang Kaling

Cari Camilan Rendah Kalori tapi Tinggi Serat? Coba deh Kolang Kaling

02 Mar 2026, 10:03

Penulis: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien

 

Kolang kaling (Arenga pinnata) merupakan hasil olahan biji buah aren yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan tradisional, terutama pada minuman dan sajian berbuka puasa. Berdasarkan Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi (2019), kolang kaling mengandung air, serat pangan, serta beberapa mineral yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh.

 

Kandungan seratnya diketahui dapat membantu kesehatan pencernaan, sementara sifatnya yang rendah kalori membuatnya cocok dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Sehingga, kolang kaling tidak hanya menyegarkan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat kesehatan bila diolah dan dikonsumsi secara tepat. 

 

Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan

 

Kandungan gizi dalam kolang kaling berperan dalam mendukung berbagai fungsi tubuh, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Berikut manfaat kolang kaling yang harus kamu ketahui.

 

1. Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan

Kolang kaling mengandung serat pangan yang dapat membantu kerja sistem pencernaan. Serat berperan menjaga pergerakan usus tetap lancar sehingga membantu mencegah sembelit. Konsumsi serat yang cukup juga penting untuk menjaga kenyamanan pencernaan sehari-hari.

 

2. Membantu Menjaga Hidrasi Tubuh

Kandungan air kolang kaling tergolong tinggi, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Pangan tinggi air seperti kolang kaling baik dikonsumsi saat cuaca panas atau setelah berpuasa. Selain menyegarkan, asupan cairan dari makanan turut membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

 

3. Mendukung Kesehatan Tulang dan Sendi

Kolang kaling diketahui mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor. Mineral ini berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan membantu fungsi sendi tetap optimal. Asupan mineral yang cukup penting untuk mendukung aktivitas tubuh, terutama seiring bertambahnya usia.

 

4. Rendah Kalori, Cocok untuk Camilan Ringan

Secara alami, kolang kaling relatif rendah kalori karena sebagian besar kandungannya adalah air. Jika diolah tanpa tambahan gula berlebih, kolang kaling dapat menjadi pilihan camilan yang lebih ringan. Hal ini membuatnya cocok dikonsumsi oleh mereka yang ingin mengontrol asupan energi harian.

 

5. Membantu Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama

Tekstur kolang kaling yang kenyal serta kandungan seratnya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk ngemil berlebihan di sela waktu makan. Dengan porsi yang sesuai, kolang kaling bisa mendukung pengaturan pola makan.

 

Cara Mengonsumsi Kolang Kaling agar Lebih Sehat

 

Beberapa cara sederhana menikmati kolang kaling:

 

  • Dicampur dalam es buah atau minuman segar

Kolang kaling dapat memberikan tekstur kenyal dan sensasi segar pada minuman. Agar lebih sehat, sebaiknya batasi penggunaan sirup atau gula tambahan.

 

  • Dijadikan campuran kolak

Kolang kaling sering digunakan dalam kolak karena rasanya yang netral dan mudah menyerap rasa. Untuk pilihan yang lebih sehat, gunakan santan secukupnya dan kurangi gula.

 

  • Ditumis ringan dengan sedikit gula

Menumis kolang kaling sebentar dengan sedikit gula dapat menghasilkan cita rasa manis alami tanpa menambah banyak kalori. Cara ini cocok sebagai variasi olahan selain minuman manis.

 

  • Dijadikan campuran salad buah

Kolang kaling bisa dipadukan dengan berbagai buah segar untuk menambah variasi tekstur. Pilih saus salad berbahan yoghurt atau buah agar kandungan gulanya tetap terkontrol.

 

Baca Juga: Kolang-Kaling: Kenali Bahan Pembuatan, Cara Membersihkan, serta Olahannya 

 

Tips Memilih dan Mengolah Kolang Kaling

 

1. Pilih kolang kaling yang berwarna putih bening dan tidak berbau asam

Warna yang bening dan aroma netral menandakan kolang kaling masih segar dan layak konsumsi. Bau asam yang kuat dapat menandakan proses fermentasi berlebih.

 

2. Cuci bersih sebelum diolah

Mencuci kolang kaling membantu menghilangkan sisa kotoran dan lendir yang menempel. Langkah ini penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan.

 

3. Rebus kembali sebentar untuk mengurangi aroma fermentasi

Merebus kolang kaling selama beberapa menit dapat membantu mengurangi aroma khas fermentasi. Cara ini juga membuat rasa kolang kaling lebih netral dan nyaman dikonsumsi.

 

4. Simpan di lemari pendingin agar tetap segar

Penyimpanan di suhu dingin dapat memperlambat proses fermentasi lanjutan. Dengan cara ini, kolang kaling dapat bertahan lebih lama dan tetap segar.

 

Rekomendasi Olahan Kolang Kaling dari Dapur Umami

 

1. Palm Fruit Salad ala Mayumi®

Perpaduan aneka buah segar dengan dressing creamy Mayumi® membuat menu ini cocok dinikmati saat berbuka puasa. Teksturnya yang ringan dan segar membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

 

2. Salad Buah Saus Strawberry Mayumi®️

Salad buah dengan saus strawberry yang manis dan sedikit asam ini cocok sebagai hidangan pembuka saat berbuka puasa. Sensasi segarnya membantu menyegarkan tenggorokan setelah menahan haus.

 

3. Salad Buah Bola Jelly ala Mayumi® 

Kombinasi buah segar dan bola jelly memberikan sensasi ringan dan menyenangkan, pas disajikan saat berbuka puasa. Teksturnya yang beragam membuat hidangan ini tidak membosankan.

 

4. Frozen Mix Fruit Salad Mayumi®️ 

Salad buah beku ini memberikan sensasi dingin dan menyegarkan, cocok dinikmati saat berbuka puasa di cuaca panas. Rasanya ringan dan membantu menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.

 

Kolang kaling memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu menjaga pencernaan, mendukung hidrasi tubuh, hingga menjadi pilihan camilan yang relatif rendah kalori. Dengan cara pengolahan yang tepat dan penggunaan gula yang tidak berlebihan, kolang kaling dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan seimbang sekaligus tetap lezat dan menyegarkan. 

 

Masih punya pertanyaan seputar kandungan gizi atau cara mengolah kolang kaling agar lebih sehat? Yuk, tanya langsung ke NutriExpert dan dapatkan tips gizi yang mudah dipahami serta sesuai kebutuhanmu!