Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Ditinjau oleh: Aulia Rusdi, S.Gz, Dietisien.
Buah lontar merupakan salah satu buah tropis yang cukup populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama saat cuaca sedang panas. Teksturnya yang lembut, kandungan airnya yang tinggi, serta rasanya yang ringan membuat buah ini sering dijadikan camilan maupun campuran minuman segar. Di beberapa daerah, buah lontar juga dikenal dengan nama buah siwalan. Sekilas tampilannya mirip kolang-kaling, tetapi keduanya berasal dari tanaman yang berbeda.
Buah lontar biasanya dikonsumsi saat masih muda karena memiliki tekstur yang kenyal lembut dan banyak mengandung air. Selain memberikan sensasi segar ketika dikonsumsi, buah lontar juga mengandung berbagai zat gizi yang dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian. Kandungan air, karbohidrat alami, mineral, dan sejumlah vitamin di dalamnya menjadikan buah ini menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan yang beragam dan seimbang.
Lalu, apa saja manfaat buah lontar untuk kesehatan? Berapa kalori buah lontar? Dan apakah buah lontar cocok menjadi camilan sehari-hari? Yuk, simak ulasan lengkap berikut bersama NutriExpert Dapur Umami!
Buah lontar dikenal memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga terasa menyegarkan saat dikonsumsi. Selain itu, buah ini juga mengandung berbagai zat gizi yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh sehari-hari.
Satu butir buah lontar muda umumnya memiliki berat sekitar 70–100 gram. Berdasarkan berbagai publikasi komposisi pangan tropis, dalam 100 gram buah lontar muda terkandung sekitar:
Komposisi tersebut dapat sedikit berbeda tergantung tingkat kematangan buah, varietas tanaman, dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Karena kandungan airnya yang tinggi dan kalorinya yang relatif rendah, buah lontar sering menjadi pilihan camilan yang ringan dan menyegarkan.
Selain mengandung berbagai zat gizi makro dan mikro, buah lontar juga memiliki karakteristik yang menarik dari sisi komposisi pangannya. Kandungan air yang sangat tinggi membuat buah ini terasa ringan ketika dikonsumsi. Tidak heran jika buah lontar sering menjadi pilihan masyarakat di daerah tropis sebagai pelepas dahaga alami saat cuaca panas.
Dibandingkan beberapa camilan manis atau makanan penutup yang tinggi gula dan lemak, buah lontar memiliki profil kandungan gizi yang relatif sederhana. Sebagian besar energinya berasal dari karbohidrat alami yang terdapat di dalam buah. Karena kandungan lemak dan proteinnya tergolong rendah, buah lontar umumnya lebih cocok dijadikan pelengkap pola makan yang beragam dibandingkan sebagai sumber energi utama.
Meski demikian, setiap jenis buah memiliki keunggulannya masing-masing. Buah lontar dapat melengkapi kebutuhan konsumsi buah harian karena memberikan variasi rasa, tekstur, dan kandungan gizi yang berbeda dibandingkan buah-buahan lainnya seperti pisang, pepaya, semangka, atau melon.
Salah satu alasan buah lontar terasa sangat menyegarkan adalah karena kandungan airnya yang tinggi. Mengonsumsi makanan yang kaya air dapat membantu mendukung kebutuhan cairan harian sebagai bagian dari pola makan sehat. Meskipun tidak dapat menggantikan fungsi air putih, buah-buahan yang mengandung banyak air dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, buah lontar sering menjadi pilihan camilan saat cuaca panas maupun setelah beraktivitas di luar ruangan.
Banyak orang mencari camilan yang dapat dinikmati tanpa memberikan asupan energi yang terlalu tinggi. Dibandingkan berbagai makanan penutup atau camilan olahan yang tinggi gula dan lemak, buah lontar memiliki kandungan kalori yang relatif rendah. Hal ini membuat buah lontar dapat menjadi salah satu pilihan camilan yang menyegarkan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Buah lontar mengandung karbohidrat alami yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh untuk mendukung aktivitas sehari-hari, mulai dari berpikir, bekerja, hingga berolahraga. Karena itu, buah lontar dapat menjadi pilihan camilan ringan yang memberikan tambahan energi tanpa terasa terlalu berat.
Di dalam buah lontar terdapat beberapa mineral seperti kalium, kalsium, dan fosfor. Kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi otot. Sementara kalsium dan fosfor merupakan mineral yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Meskipun jumlahnya tidak sebesar sumber mineral utama lainnya, buah lontar tetap dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian.
Salah satu tantangan yang masih sering ditemui adalah kurangnya konsumsi buah dan sayuran dalam menu sehari-hari. Mengonsumsi buah lontar dapat menjadi salah satu cara untuk memperkaya variasi buah yang dikonsumsi keluarga. Semakin beragam jenis buah yang dikonsumsi, semakin beragam pula kandungan gizi yang dapat diperoleh tubuh.
Seperti banyak buah lainnya, buah lontar juga mengandung senyawa antioksidan alami dalam jumlah tertentu. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas yang berasal dari lingkungan maupun proses metabolisme normal tubuh.
Manfaat terbesar buah lontar mungkin bukan berasal dari satu zat gizi tertentu, melainkan karena buah ini dapat membantu meningkatkan konsumsi buah harian. Buah lontar dapat menjadi alternatif camilan yang menyegarkan dibandingkan camilan tinggi gula atau tinggi lemak yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu udara yang cenderung hangat sepanjang tahun. Dalam kondisi tersebut, banyak orang mencari makanan atau minuman yang dapat memberikan sensasi segar ketika dikonsumsi. Buah lontar menjadi salah satu pilihan yang cukup populer karena teksturnya yang lembut dan kandungan airnya yang tinggi.
Ketika rasa lapar muncul di sela waktu makan, sebagian orang cenderung memilih makanan ringan yang tinggi gula atau lemak. Buah lontar dapat menjadi alternatif camilan yang lebih ringan karena mengandung air yang tinggi dan rasa manis alami yang tidak terlalu kuat.
Banyak orang masih kesulitan memenuhi anjuran konsumsi buah harian. Buah lontar dapat menjadi salah satu alternatif yang praktis dan menyegarkan untuk membantu meningkatkan konsumsi buah sebagai bagian dari pola makan yang lebih beragam.
Secara umum, dalam 100 gram buah lontar muda terdapat sekitar 40–50 kalori.
Sebagai gambaran:
Jumlah kalori tersebut dapat meningkat apabila buah lontar disajikan dengan tambahan sirup, gula cair, atau susu kental manis.
Buah lontar dapat dinikmati dalam berbagai bentuk sajian, seperti:
Saat membeli buah lontar, perhatikan beberapa hal berikut:
Karena kandungan airnya tinggi, buah lontar relatif mudah mengalami penurunan kualitas, agar tetap segar:
Selain mengandung karbohidrat alami sebagai sumber energi, buah lontar juga menyediakan berbagai mineral yang dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian. Dengan kandungan air yang tinggi, kalori yang relatif rendah, serta berbagai zat gizi yang dimilikinya, buah lontar dapat menjadi salah satu pilihan camilan yang menyegarkan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan mengenai kebutuhan gizi keluarga, pola makan sehat, pengelolaan berat badan, maupun topik gizi lainnya, jangan ragu untuk memanfaatkan fitur Tanya NutriExpert di Dapur Umami.