Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Pernah melihat kue mungil berbentuk bulat yang disajikan dengan taburan gula halus dan mentega leleh? Camilan tersebut adalah poffertjes, salah satu jajanan khas Belanda yang terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis.
Di negara asalnya, poffertjes sering dijual di pasar tradisional, festival, hingga kafe-kafe yang menyajikan makanan khas Belanda. Seiring berkembangnya tren kuliner internasional, camilan ini juga semakin dikenal di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Jika penasaran dengan sejarah, cara membuat, dan variasi poffertjes yang populer, simak artikel berikut ini.
Poffertjes adalah kue mini khas Belanda yang terbuat dari campuran tepung terigu, tepung buckwheat (gandum hitam), ragi, susu, dan telur. Adonan tersebut kemudian dimasak menggunakan cetakan yang memiliki banyak lubang berbentuk setengah lingkaran.
Berbeda dengan pancake biasa yang cenderung tipis, poffertjes memiliki tekstur yang lebih ringan, lembut, dan sedikit berongga karena menggunakan ragi sebagai bahan pengembang. Setelah matang, poffertjes biasanya disajikan dengan mentega dan taburan gula halus.
Nama "poffertjes" berasal dari kata Belanda poffen yang berarti mengembang. Nama tersebut menggambarkan tekstur kue yang mengembang dan lembut saat dimasak.
Meski berasal dari Belanda, camilan manis ini bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Berikut resep poffertjes yang lembut dan mengembang untuk dicoba.
Poffertjes yang lezat memiliki tekstur yang lembut, empuk, dan sedikit berongga di bagian dalam. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat membuat poffertjes di rumah.
Untuk mendapatkan cita rasa poffertjes yang lebih autentik, kamu bisa menggunakan tepung buckwheat sebagai campuran adonan. Namun, jika sulit menemukannya, tepung buckwheat dapat diganti dengan tepung terigu protein sedang dalam jumlah yang sama.
Jika memungkinkan, gunakan cetakan khusus poffertjes yang memiliki bentuk bulat cekung. Cetakan ini membantu menghasilkan bentuk yang lebih autentik dan matang merata.
Setelah semua bahan tercampur, adonan perlu didiamkan selama sekitar 45–60 menit atau hingga volumenya bertambah. Proses fermentasi ini penting untuk menghasilkan tekstur poffertjes yang lembut dan ringan.
Api yang terlalu besar dapat membuat bagian luar cepat matang, sedangkan bagian dalam masih mentah. Memasak dengan api kecil hingga sedang membantu poffertjes matang sempurna dan tetap lembut.
Poffertjes paling nikmat dinikmati saat masih hangat. Saat hangat, teksturnya masih sangat lembut dan mentega yang ditambahkan di atasnya akan meleleh sempurna.
Selain disajikan dengan mentega dan taburan gula halus seperti versi klasiknya, poffertjes juga bisa dikreasikan dengan berbagai topping favorit seperti cokelat, keju, madu, buah segar, hingga es krim.
Jadi, jika sedang mencari ide camilan yang unik dan cocok dinikmati bersama keluarga, poffertjes bisa menjadi pilihan yang wajib dicoba.
Baca Juga: Resep Pancake Teflon Anti Gagal: Jangan Overmix Adonan!