Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Baklava menjadi salah satu hidangan penutup khas Timur Tengah yang terkenal di berbagai dunia. Meski identik dengan negara-negara Timur Tengah, baklava juga banyak ditemukan di kawasan Mediterania, Turki, Yunani, hingga Balkan.
Kue ini memiliki tampilan yang mewah dengan lapisan-lapisan tipis yang renyah, dipadukan dengan isian kacang-kacangan dan siraman sirup manis atau madu yang membuat rasanya begitu istimewa.
Sekilas, proses pembuatannya terlihat rumit karena menggunakan banyak lapisan pastry yang sangat tipis. Sebelum mencoba membuatnya, yuk kenali lebih jauh tentang kue manis yang satu ini!
Baklava adalah pastri manis yang terbuat dari lapisan tipis filo pastry atau phyllo dough, yang disusun berlapis-lapis dengan olesan mentega di setiap lapisannya. Di bagian tengah atau sela-selanya ditambahkan kacang-kacangan seperti pistachio, kenari, almond, atau hazelnut yang telah dicincang halus.
Setelah disusun, baklava dipanggang hingga berwarna keemasan dan memiliki tekstur yang renyah. Ketika masih hangat, kue ini kemudian disiram dengan sirup gula, air bunga jeruk, air mawar, atau madu sehingga menghasilkan rasa manis yang khas.
Asal-usul baklava sering dikaitkan dengan Kekaisaran Ottoman, yang wilayahnya dahulu mencakup sebagian besar kawasan Turki, Timur Tengah, Balkan, dan Mediterania. Hingga saat ini, Turki menjadi salah satu negara yang paling terkenal dengan baklavanya.
Baklava bisa dibuat dengan bahan yang cukup sederhana. Berikut resep baklava yang bisa kamu coba.
Selain menggunakan bahan yang berkualitas, teknik pembuatan juga harus tepat. Berikut beberapa tips tambahan agar baklava buatanmu memiliki lapisan yang renyah, tidak mudah lembek, dan rasa manis yang pas.
Filo pastry (atau phyllo pastry) adalah adonan pastry tipis yang terbuat dari tepung terigu, air, dan sedikit minyak atau cuka. Adonan ini digiling hingga sangat tipis, bahkan hampir transparan, lalu disusun berlapis-lapis untuk membuat berbagai hidangan manis maupun gurih.
Pilih filo pastry yang masih segar dan tidak mudah sobek. Saat digunakan, tutup lembaran yang belum dipakai dengan kain lembap agar tidak cepat mengering.
Mentega berfungsi memberikan rasa gurih sekaligus membantu menciptakan lapisan yang renyah setelah dipanggang. Pastikan setiap lembar filo pastry diolesi mentega secara merata, tetapi tidak berlebihan.
Saat menyusun filo pastry dan isian kacang, hindari menekannya terlalu padat. Lapisan yang terlalu rapat dapat mengurangi kerenyahan baklava setelah dipanggang.
Kacang yang terlalu halus bisa membuat tekstur isian kurang terasa, sedangkan kacang yang terlalu besar dapat menyulitkan saat memotong baklava. Ukuran cincangan sedang biasanya memberikan hasil terbaik.
Jika ada sisa baklava, tunggu hingga benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah. Menyimpan baklava yang masih hangat dapat menyebabkan uap terperangkap dan membuat pastry cepat lembek.
Baklava memiliki banyak variasi yang berkembang di berbagai negara Timur Tengah, Turki, hingga kawasan Mediterania.
Pistachio baklava merupakan salah satu jenis baklava yang paling terkenal, terutama di Turki. Varian ini menggunakan pistachio cincang sebagai isian utama di antara lapisan filo pastry. Pistachio memberikan warna hijau yang cantik serta rasa gurih yang khas.
Walnut baklava menggunakan kenari sebagai bahan isian utama. Varian ini cukup populer di Yunani, Balkan, dan beberapa negara Timur Tengah karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan memiliki cita rasa yang kaya.
Almond baklava dibuat menggunakan almond cincang yang disusun di antara lapisan filo pastry. Rasanya cenderung lebih ringan dan sedikit manis alami dibandingkan jenis lainnya. Varian ini banyak ditemukan di kawasan Mediterania.
Sobiyet adalah salah satu jenis baklava khas Turki yang memiliki tambahan krim susu atau kaymak di dalamnya. Krim tersebut memberikan tekstur yang lebih lembut dan creamy. Sobiyet sering dianggap sebagai salah satu varian baklava yang paling mewah karena rasa dan teksturnya yang kaya.
Sarma baklava memiliki bentuk yang berbeda dari baklava klasik. Jika baklava biasa disusun dan dipotong berbentuk persegi atau berlian, sarma dibuat dengan cara menggulung filo pastry bersama isian kacang. Bentuk gulungannya membuat tekstur renyah terasa lebih dominan di setiap gigitan.
Nama Bülbül Yuvası berarti "sarang burung" dalam bahasa Turki. Bentuknya melingkar menyerupai sarang dengan pistachio atau kacang lainnya yang diletakkan di bagian tengah. Selain memiliki tampilan yang cantik, jenis ini juga sering disajikan dalam acara spesial dan perayaan.
Baklava bukan sekadar kue manis biasa, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Timur Tengah yang telah dinikmati selama berabad-abad.
Menariknya, baklava hadir dalam berbagai jenis dan variasi, mulai dari pistachio baklava yang klasik, walnut baklava yang kaya rasa, hingga chocolate baklava yang lebih modern.
Meski identik dengan hidangan khas Timur Tengah dan Turki, baklava kini semakin mudah dinikmati dan bahkan bisa dibuat sendiri di rumah.