Artikel & Tips Beragam Menu Lebaran di Dunia dengan Cita Rasa Berbeda
Beragam Menu Lebaran di Dunia dengan Cita Rasa Berbeda

Beragam Menu Lebaran di Dunia dengan Cita Rasa Berbeda

18 Mar 2026, 10:03

Lebaran atau Idulfitri menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, Hari Kemenangan ini biasanya dirayakan dengan berkumpul, saling bermaafan, dan menikmati berbagai hidangan lezat.

 

Menariknya, setiap negara memiliki menu Lebaran khas dengan cita rasa yang berbeda-beda. Ada yang menyajikan makanan manis, ada pula yang menghadirkan hidangan gurih. Bahan, cara memasak, hingga tradisi penyajiannya pun dipengaruhi oleh budaya lokal masing-masing negara.

 

Kalau di Indonesia identik dengan ketupat dan opor ayam, di negara lain juga ada menu Lebaran yang tak kalah unik dan lezat. Yuk, kenali berbagai menu Lebaran dari berbagai negara di dunia berikut ini!

 

1. Kulhi Boakibaa, Maladewa

Kulhi Boakibaa adalah salah satu hidangan khas Maladewa yang sering disajikan saat perayaan Lebaran. Hidangan ini berupa kue gurih yang terbuat dari ikan tuna, kelapa parut, bawang, dan berbagai rempah khas.

 

Teksturnya cukup padat seperti kue panggang, tetapi rasanya gurih dan sedikit pedas. Kulhi Boakibaa biasanya dipotong kecil-kecil lalu disajikan sebagai camilan saat berkumpul bersama keluarga atau tamu yang datang.

 

Di Maladewa, ikan menjadi bahan makanan yang sangat umum karena negara ini terdiri dari banyak pulau yang dikelilingi laut. Tidak heran jika hidangan Lebaran mereka juga banyak menggunakan olahan ikan yang segar dan kaya rasa.

 

2. Baklava, Turki

Baklava menjadi salah satu hidangan penutup yang sangat populer di Turki saat Lebaran. Kue ini terkenal dengan lapisan pastry tipis yang renyah, diisi kacang pistachio atau kenari, lalu disiram dengan sirup gula atau madu.

 

Rasa manisnya membuat baklava sering disajikan untuk menjamu tamu saat Hari Raya. Biasanya, baklava dipotong kecil berbentuk kotak atau segitiga agar mudah dinikmati bersama teh atau kopi.

 

Di Turki, tradisi menyajikan makanan manis saat Lebaran sangat kuat. Bahkan, Idulfitri di sana sering disebut sebagai “Sugar Feast” atau festival gula karena banyaknya hidangan manis yang disajikan.

 

3. Kahk, Mesir

Di Mesir, Lebaran tidak lengkap tanpa kehadiran kahk. Kahk adalah kue kering yang biasanya berbentuk bulat kecil dengan taburan gula halus di atasnya.

 

Kue ini sudah menjadi tradisi sejak zaman kuno di Mesir. Saat Lebaran, banyak keluarga Mesir yang membuat kahk bersama-sama sebagai bagian dari tradisi menyambut hari raya.

 

Isi kahk bisa beragam, mulai dari kurma, kacang, hingga pasta manis. Teksturnya renyah di luar tetapi lembut di dalam sehingga sangat cocok dinikmati sebagai camilan saat berkumpul bersama keluarga.

 

4. Sheer Kurma, Pakistan

Sheer kurma adalah hidangan penutup khas Pakistan yang hampir selalu hadir saat perayaan Lebaran. Nama “sheer kurma” sendiri berasal dari bahasa Persia yang berarti “susu dan kurma”.

 

Hidangan ini berupa puding atau sup manis yang dibuat dari susu, kurma, bihun, serta berbagai kacang seperti almond dan pistachio. Biasanya juga ditambahkan kapulaga dan saffron untuk memberikan aroma khas yang harum.

 

Sheer kurma biasanya dimasak sejak pagi hari dan disajikan hangat atau dingin. Hidangan ini biasanya dimakan bersama keluarga dan dibagikan kepada tetangga.

 

5. Bolani, Afghanistan

Bolani adalah salah satu makanan khas Afganistan yang cukup populer saat berbagai perayaan, termasuk Lebaran. Hidangan ini berupa roti pipih yang diisi dengan berbagai bahan.

 

Isian bolani biasanya terdiri dari kentang tumbuk, daun bawang, bayam, atau lentil yang sudah dibumbui dengan rempah-rempah khas. Setelah diisi, adonan roti kemudian dilipat dan dimasak di atas wajan hingga bagian luarnya menjadi renyah dan berwarna keemasan.

 

Bolani sering disajikan dengan saus yogurt atau chutney sebagai pelengkap. Perpaduan antara roti yang renyah dan isian yang gurih membuat makanan ini sangat nikmat disantap saat berkumpul bersama keluarga.

 

Di Afganistan, bolani juga sering dijadikan hidangan pembuka atau camilan saat tamu datang bersilaturahmi di hari Lebaran. Rasanya yang sederhana namun kaya bumbu membuat bolani menjadi salah satu menu favorit yang selalu dinantikan saat hari raya.

 

6. Chotpoti Curry, Bangladesh

Chotpoti curry merupakan salah satu makanan populer di Bangladesh yang sering hadir saat perayaan Lebaran. Hidangan ini berbahan dasar kacang polong kuning yang dimasak bersama kentang, telur rebus, dan berbagai rempah.

 

Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat kaya bumbu. Biasanya chotpoti disajikan dengan tambahan bawang merah, cabai, serta perasan jeruk nipis agar rasanya semakin segar.

 

Chotpoti sering dijadikan hidangan santai saat berkumpul dengan keluarga atau teman-teman setelah Salat Idulfitri.

 

7. Manti, Rusia

Di beberapa wilayah Rusia yang memiliki populasi Muslim cukup besar, manti menjadi hidangan yang sering disajikan saat Lebaran. Manti adalah pangsit berukuran besar yang biasanya diisi daging sapi atau domba.

 

Pangsit ini dimasak dengan cara dikukus hingga matang. Setelah itu, manti biasanya disajikan dengan saus yogurt atau mentega cair yang memberikan rasa gurih dan lembut.

 

Hidangan ini cukup mengenyangkan sehingga cocok disajikan sebagai menu utama saat perayaan Idulfitri bersama keluarga.

 

8. Laasida, Maroko

Laasida adalah hidangan manis tradisional dari Maroko yang sering dinikmati saat berbagai perayaan, termasuk Lebaran. Hidangan ini dibuat dari semolina yang dimasak hingga menjadi bubur kental.

 

Laasida biasanya disajikan dengan mentega cair dan madu di atasnya. Rasa manis dan teksturnya yang lembut membuat hidangan ini sangat cocok disantap saat sarapan di pagi hari setelah Salat Id.

 

9. Qatayef, Yordania

Qatayef merupakan hidangan manis yang sangat populer di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Yordania. Makanan ini berbentuk seperti pancake kecil yang diisi dengan kacang, krim, atau keju manis.

 

Setelah diisi, qatayef biasanya dilipat lalu digoreng atau disajikan langsung. Kemudian, hidangan ini disiram dengan sirup gula yang harum.

 

Qatayef sering disajikan sebagai hidangan penutup saat Lebaran. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat makanan ini sangat disukai oleh berbagai kalangan.

 

10. Ketupat, Indonesia

Di Indonesia, Lebaran hampir selalu identik dengan ketupat. Ketupat adalah nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa hingga padat dan berbentuk khas.

 

Ketupat biasanya disajikan bersama berbagai hidangan seperti opor ayam, rendang, sambal goreng hati, hingga sayur labu. Kombinasi rasa gurih dari berbagai lauk tersebut membuat hidangan Lebaran di Indonesia sangat kaya rasa.

 

Lebaran bukan hanya tentang ibadah dan silaturahmi, tetapi juga menjadi momen istimewa untuk menikmati berbagai hidangan khas yang penuh makna. Setiap negara memiliki menu Lebaran yang unik dengan cita rasa yang berbeda-beda, mulai dari hidangan manis seperti baklava dan sheer kurma hingga makanan gurih seperti manti dan kulhi boakibaa.

 

Perbedaan ini justru membuat perayaan Idulfitri semakin menarik karena menunjukkan betapa kayanya budaya kuliner di berbagai belahan dunia. Meski menu yang disajikan berbeda, semangat kebersamaan, berbagi, dan merayakan kemenangan tetap menjadi hal yang sama di setiap negara.

 

Jadi, dari berbagai menu Lebaran di dunia tadi, mana yang paling membuat kamu penasaran untuk mencobanya?

 

Baca Juga: Unik dan Berbeda! Begini Tradisi Lebaran di Berbagai Negara