Anak Susah Makan Sayur? Coba Ikuti Tips Berikut

Sayur merupakan salah satu makanan yang kaya akan zat gizi. Sayur mengandung berbagai macam vitamin, mineral dan serat pangan. Walaupun termasuk makanan yang bergizi, namun kadangkala sayur tidak disukai oleh anak-anak. Hal ini tentu akan membuat Mama khawatir akan pemenuhan gizi si Kecil. Pada dasarnya anak-anak akan mengalami fase picky eater (pemilih makanan). Nah, berikut adalah tips untuk mengatasi anak yang susah makan sayur.


1. Biasakan si kecil makan bersama keluarga

Anak-anak akan lebih mudah dalam meniru pola makan sekitarnya. Membiasakan makan bersama keluarga dengan selalu menerapkan pedoman Isi Piringku yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan buah akan membiasakan Si Kecil untuk makan makanan beragam, bergizi dan seimbang setiap hari melalui pembiasaan tersebut, anak akan terbiasa dan suka makan sayur juga secara perlahan-lahan.


2. Terapkan jadwal makan teratur

Jadwal makan teratur terdiri atas 3 kali makan utama (sarapan, makan siang dan makan malam), serta dua kali makan makanan selingan atau snack (snack pagi dan snack sore). Hindari memberikan snack manis di saat jam makan utama, karena dapat mempengaruhi pola konsumsi makan anak. Selain itu, Mama juga bisa memberikan snack berupa sayuran pada anak.


3. Jelaskan pada anak terkait manfaat konsumsi sayur pada anak

Anak akan menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya. Mama juga perlu menjelaskan pada si Kecil tentang manfaat mengonsumsi sayuran baik dari segi gizi maupun kesehatan. Misalnya, secara perlahan Mama bisa menyampaikan pada Si Kecil bahwa sayur merupakan sumber vitamin, mineral, antioksidan dan serat pangan yang baik bagi tubuh. Wortel mengandung vitamin A yang dapat membantu menjaga kesehatan mata. Konsumsi sayuran dapat membantu mencegah konstipasi atau sulit Buang Air Besar (BAB). Usahakan agar Mama menjelaskan kepada si kecil dengan bahasa yang mudah dipahami.


4. Ajak Si Kecil Memasak Bersama

Mengajak Si Kecil Memasak bersama selain dapat membantu melatih kemampuannya, juga dapat menjadi cara agar Mama dapat menjelaskan tentang berbagai macam sayuran pada Si Kecil. Momen kebersamaan tersebut juga dapat membantu memperkuat bonding (ikatan) antara ibu dan anak.


5. Kreasikan sayur menjadi menu sehat dan bergizi

Kadangkala Si Kecil jenuh dengan olahan sayur yang monoton secara terus-menerus. Mengolah sayur menjadi menu yang kreatif, sehat dan bergizi juga kadang belum cukup. Menu yang disajikan perlu memiliki rasa lezat dan umami. Apabila Mama kehabisan ide-ide dalam mengolah sayur, Mama bisa mencoba resep Brokoli Bites ala Ajinomoto, Tuna Sayur Krispi ala Sajiku, Bakso Sayur Umami dan menu-menu lainnya yang bisa Mama cek di resep Dapur Umami.


Nah, diatas adalah tips-tips yang bisa Mama coba terapkan untuk mengatasi si Kecil yang tidak suka makan sayur. Hal yang tidak kalah penting adalah Mama harus sabar dan pantang menyerah untuk menghadapi kondisi tersebut. Si Kecil secara perlahan akan menyukai konsumsi sayur dengan pembiasaan setiap harinya. Selain itu jangan lupa untuk selalu menerapkan pedoman gizi seimbang melalui pola makan yang baik, memantau berat badan, olahraga, cukup hidrasi dan cukup waktu tidur. Mama juga perlu mengajarkan kepada si Kecil untuk membatasi asupan makanan yang mengandung gula, garam dan lemak yang tinggi agar tetap sehat. Semangat Ma, semoga Mama dan Si Kecil sehat selalu ya.