Artikel & Tips Perlu Tahu, Ini 5 Perbedaan Makanan Tradisional dan Makanan Modern
Perlu Tahu, Ini 5 Perbedaan Makanan Tradisional dan Makanan Modern

Perlu Tahu, Ini 5 Perbedaan Makanan Tradisional dan Makanan Modern

31 Aug 2023, 23:08

Penulis: Azzahra Ilka Aulia

 

Makanan bukan sekadar pemenuh kebutuhan perut, dia adalah cermin budaya, identitas, dan perkembangan zaman. 

 

Di Indonesia, kita punya kekayaan kuliner yang sangat beragam, mulai dari makanan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, hingga makanan modern yang hadir seiring perkembangan teknologi dan gaya hidup. 

 

Yuk, simak 5 perbedaan utamanya berikut ini. Siapa tahu bisa jadi inspirasi kamu untuk memilih menu yang nggak cuma enak, tapi juga lebih bijak!

 

Perbedaan Makanan Tradisional dan Modern 

Biar makin paham dan bisa lebih menghargai dua dunia kuliner ini, yuk kenali perbedaan dasarnya satu per satu!

 

1. Bahan Baku

Makanan tradisional Indonesia identik dengan bahan-bahan lokal yang alami. Sebut saja umbi-umbian, sayuran segar, hingga beragam rempah, seperti kunyit, lengkuas, dan serai. Semua bahan ini biasanya didapatkan dari kebun sendiri atau pasar tradisional.

 

Sementara itu, makanan modern lebih fleksibel dalam penggunaan bahan. Kadang menggunakan bahan impor, bahan olahan (seperti keju, sosis, atau saus kemasan), bahkan pengawet atau pewarna. Walau lebih praktis, tetap perlu diperhatikan komposisi gizinya.

 

2. Proses Pengolahan

Coba bayangkan proses membuat rendang. Perlu waktu berjam-jam dengan api kecil, diaduk perlahan agar bumbunya meresap. Begitulah makanan tradisional, prosesnya manual, penuh kesabaran, dan sering kali menggunakan alat sederhana seperti kukusan.

 

Sebaliknya, makanan modern sering kali dibuat dengan bantuan teknologi, seperti oven listrik, blender, atau bahkan mesin industri makanan. Prosesnya cepat, efisien, dan cocok untuk gaya hidup serba praktis.

 

3. Kandungan Gizi

Karena menggunakan bahan segar dan alami, makanan tradisional umumnya mempertahankan kandungan gizinya dengan baik. Gizi dari rempah, sayur, dan protein alami tetap terjaga.

 

Makanan modern yang sudah mengalami banyak proses, apalagi yang masuk kategori ultra-processed (seperti junk food), berpotensi kehilangan sebagian nilai gizinya. Meski begitu, kini banyak produk modern yang difortifikasi, misalnya susu atau sereal dengan tambahan vitamin dan mineral.

 

4. Penyajian dan Kemasan

Makanan tradisional biasanya disajikan dengan tampilan sederhana, tetapi tetap menggugah selera. Daun pisang, daun jati, atau pincuk sering digunakan sebagai alas makanan. Selain ramah lingkungan, tampilannya juga menghadirkan nuansa alami dan nostalgia.

 

Makanan modern cenderung dikemas dalam wadah sekali pakai yang praktis, seperti kotak plastik, styrofoam, atau kertas food-grade. Desain kemasannya pun dibuat menarik demi keperluan estetika dan pemasaran.

 

5. Tampilan dan Tujuannya

Salah satu daya tarik utama makanan tradisional adalah rasa yang autentik dan makna budayanya. Misalnya tumpeng untuk syukuran atau ketupat yang sarat simbol saat Lebaran. Fokusnya lebih pada kelezatan dan makna.

 

Makanan modern lebih mengutamakan estetika, kepraktisan, dan terkadang tren. Bentuknya bisa lucu, warnanya cerah, dan tampilannya sangat estetik. Tujuannya bukan hanya dinikmati, tapi juga dilihat dan dibagikan ke media sosial.

 

Contoh Makanan Tradisional dan Modern dalam Kuliner Indonesia

Nah, biar kamu makin paham bedanya, yuk kita lihat contoh makanan tradisional dan modern yang populer di Indonesia berikut ini!

 

1. Makanan Tradisional

Makanan ini biasanya punya sejarah panjang dan erat banget dengan budaya lokal. Bumbu-bumbunya khas, proses masaknya pun kadang butuh waktu dan kesabaran ekstra. 

 

  • Rendang: Daging sapi yang dimasak lama dengan santan dan rempah-rempah. Nggak cuma enak, tapi juga awet. Intip resep lengkapnya di Rendang Sapi ala Masako®.
  • Gudeg: Makanan manis khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda, biasanya disajikan dengan telur, krecek, dan nasi hangat
  • Pempek: Jajanan khas Palembang berbahan dasar ikan dan sagu, disajikan dengan kuah cuko yang pedas-asam
  • Nasi Liwet: Nasi gurih ini biasanya disajikan dengan lauk lengkap seperti ayam suwir, telur pindang, dan areh. Cek resep selengkapnya di Nasi Liwet Teri ala AJI-NO-MOTO®.

 

Baca Juga: Sejarah dan 6 Fakta Menarik Seputar Gudeg Yogya yang Perlu Diketahui

 

2. Makanan Modern 

Kalau makanan yang satu ini biasanya lebih fleksibel, tampilannya lebih dan rasanya disesuaikan dengan selera kekinian. Banyak juga yang merupakan hasil modifikasi dari makanan tradisional atau luar negeri. 

 

  • Pisang Nugget: Pisang goreng yang dibalut tepung panir dan diberi aneka topping seperti keju, cokelat, atau matcha. Cek resep selengkapnya di Pisang Nugget Ala Sajiku®.
  • Martabak Mozzarella: Versi kekinian dari martabak telur, ditambah lelehan keju mozzarella yang mewah banget
  • Ayam Geprek Keju: Perpaduan pedasnya ayam geprek dengan lumeran keju di atasnya, bikin makin laper. Resep selengkapnya bisa kamu lihat di Ayam Geprek Keju Leleh ala Sajiku®.
  • Korean Garlic Bread ala Lokal: Rotinya empuk dengan isian creamy garlic yang lumer di mulut, cocok untuk camilan sore

 

Tips Menggabungkan Cita Rasa Tradisional dan Modern (Fusion Food)

Kalau kamu suka eksplorasi dapur, kenapa nggak coba fusion food alias paduan masakan tradisional dan modern? Berikut beberapa tipsnya.

 

  • Gabungkan bahan lokal dengan teknik modern. Misalnya, gunakan tempe untuk membuat burger atau steak vegetarian.
  • Eksperimen topping kekinian pada kue tradisional. Contohnya, klepon isi cokelat lumer atau lapis legit dengan lapisan cream cheese.
  • Ubah penyajian klasik jadi lebih praktis. Seperti lontong sayur dalam bentuk rice bowl kekinian.

 

Makanan tradisional kaya akan nilai budaya dan gizi alami, sedangkan makanan modern hadir dengan berbagai inovasi dan kepraktisan. 

 

Memahami perbedaan keduanya membuat kita lebih bijak dalam memilih makanan, serta membuka peluang untuk menciptakan kreasi baru yang tetap lezat dan bergizi.

 

Yuk, temukan inspirasi resep hidangan tradisional dan modern lainnya di Dapur Umami!

 

Kalau kamu sendiri, lebih suka makanan tradisional, modern, atau kombinasi keduanya?