Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Download aplikasinya sekarang!
Penulis: Azzahra Ilka Aulia
Siapa nih yang suka banget sama cabai? Rasanya makan kurang lengkap kalau nggak ada rasa pedas, ya kan? Nah, kalau biasanya kita kenal cabe rawit atau cabe keriting, ada satu jenis cabai lokal yang unik banget dan nggak kalah pedasnya, yaitu cabe gendot.
Mungkin sebagian belum terlalu familiar dengan cabe gendot. Tapi buat yang sudah pernah coba, pasti setuju kalau cabe gendot ini layak disebut “si kecil cabe rawit” yang bisa bikin lidah terbakar.
Yuk, kita bahas lebih dalam tentang ciri-ciri, tips memasak, sampai cara mengolah cabe gendot.
Sesuai namanya, cabe gendot punya bentuk yang agak “gendut” alias bulat. Warnanya pun menarik, saat masih muda hijau segar, dan ketika matang berubah jadi merah menyala yang bikin tampilan dapur makin ceria.
Yuk, kita intip lebih dekat keunikan cabe gendot satu per satu!
Sesuai namanya, cabe gendot punya bentuk yang agak gempal dan bulat. Sekilas, bentuknya menyerupai lonceng kecil atau paprika versi mini. Bagian atasnya melebar, lalu sedikit meruncing di bagian bawah.
Uniknya, ukuran cabe gendot relatif kecil, hanya sekitar 2-5 cm, tapi justru itulah yang membuatnya terlihat semakin menggemaskan. Meski kecil, jangan pernah remehkan pedasnya.
Saat masih muda, cabe gendot berwarna hijau segar yang menyejukkan mata. Namun seiring waktu, warnanya akan berubah menjadi jingga hingga merah menyala ketika sudah matang sempurna.
Uniknya, cabe gendot punya aroma khas yang agak fruity atau sedikit manis, mirip dengan paprika. Tingkat kepedasan cabe gendot bisa mencapai 100.000 hingga 350.000 Scoville Heat Units (SHU). Angka ini masuk dalam kategori super pedas, bahkan bersaing dengan beberapa varian habanero.
Cabe gendot banyak ditemukan di daerah beriklim tropis. Di Indonesia, cabe ini tumbuh subur di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman cabe gendot juga cukup tangguh karena bisa tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi, asalkan mendapat sinar matahari yang cukup.
Supaya sensasi pedasnya pas di lidah dan aromanya tetap terjaga, ada beberapa trik yang bisa kamu coba. Yuk, simak tipsnya biar masakanmu nggak cuma pedas, tapi juga enak maksimal.
Langkah pertama adalah memilih cabe gendot berkualitas. Pilih yang kulitnya masih halus, mengilap, dan tidak keriput. Warna merah cerah menandakan cabe sudah matang dan rasa pedasnya lebih stabil. Kalau masih hijau, rasanya memang lebih ringan, tapi aromanya kurang keluar maksimal.
Karena tingkat kepedasannya bisa mencapai 350.000 SHU, gunakan cabe gendot secukupnya saja. Untuk sambal atau tumisan, 1-2 buah sudah cukup membuat rasa pedas meledak di lidah. Kalau masih ragu, coba potong kecil-kecil dulu lalu campurkan sedikit demi sedikit sambil mencicipi rasanya.
Aroma cabe gendot yang sedikit fruity dan manis akan lebih keluar jika dipanaskan. Kamu bisa menumisnya sebentar dengan minyak panas sebelum dicampurkan ke dalam masakan. Atau kalau mau sensasi smoky, coba bakar cabe gendot di atas bara api hingga kulitnya agak gosong, lalu haluskan menjadi sambal.
Karena cabe gendot super pedas, seimbangkan rasanya dengan bahan berlemak seperti santan. Lemak dapat membantu “meredam” rasa pedas sekaligus membuat masakan jadi lebih creamy. Misalnya, sambal cabe gendot dengan tambahan santan akan menghasilkan rasa gurih pedas yang pas di lidah.
Minyak cabe gendot yang menempel di tangan bisa membuat kulit terasa panas berjam-jam. Jadi, selalu gunakan sarung tangan saat memotong atau menghaluskan cabe ini. Kalau terlanjur kena, cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air hangat untuk mengurangi rasa panasnya.
Kalau kamu pecinta pedas sejati, cabe gendot pasti jadi salah satu bahan yang wajib dicoba. Nah, buat kamu yang penasaran mau eksplorasi dapur dengan si cabe gendot, berikut deretan resep olahan yang praktis dan pastinya menggugah selera!
Buat kamu yang suka menu unik, coba deh Nasi Udang Meksiko ala Saori®. Perpaduan nasi, udang, dan rasa pedas menggigit dari cabe gendot. Cocok banget jadi menu spesial untuk makan malam bersama keluarga.
Ini dia olahan paling wajib buat pecinta pedas, Sambal Cabe Gendot ala Umamichi Hanifah K. Resep ini punya rasa yang nggak hanya pedas, tapi juga segar dengan sentuhan khas Sunda. Pas disantap dengan ayam goreng, ikan bakar, atau bahkan dengan nasi hangat. Sambal ini juga cocok buat jadi stok di kulkas.
Pecinta iga sapi merapat! Daging Iga Asam Pedas ala Umamichi Zenia Nindita ini menyajikan perpaduan rasa gurih, asam segar, dan pedas yang menggugah selera. Cabe gendot di sini jadi bumbu rahasia yang bikin kuahnya makin nendang. Daging iga yang dimasak empuk dengan kuah asam pedas ini paling pas disantap selagi hangat.
Cabe gendot memang kecil dan imut, tapi jangan tertipu bentuknya. Rasa pedasnya yang ekstrem plus aroma fruity yang unik membuatnya jadi cabai yang spesial.
Jadi, buat kamu pecinta pedas, cabe gendot wajib masuk daftar belanjaan. Mau dijadikan sambal, tumisan, atau campuran sup, semua dijamin bikin nagih!
Baca Juga: Suka Pedas? Yuk, Intip Jenis-Jenis Cabai di Indonesia serta Ciri-Cirinya