Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Setiap makanan membutuhkan garam untuk memberikan cita rasa. Bahkan untuk makanan bagi anak sekalipun. Namun, penggunaan garam pada anak perlu diwaspadai mengingat mereka masih dalam usia pertumbuhan.
Kalau anak mengonsumsi terlalu banyak garam, bukan cuma bisa bikin dehidrasi, tapi juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga obesitas.
Jadi, penting banget buat orang tua untuk lebih peduli dan tahu batasan konsumsi garam buat anak supaya tetap sehat. Yuk, simak lebih lanjut dampak dari kelebihan garam pada anak serta cara mengatasinya!
Garam memang sering digunakan untuk memberi rasa pada makanan, tapi kalau terlalu banyak dikonsumsi, dampaknya bisa serius banget.
Asupan garam yang tinggi bisa bikin tekanan darah naik, lho! Ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, sampai gangguan ginjal di kemudian hari.
Apalagi ginjal anak-anak masih berkembang, jadi kalau kebanyakan garam, kerja ginjal bisa terbebani dan akhirnya menyebabkan kerusakan.
Makanan yang tinggi garam juga biasanya mengandung banyak kalori, yang bisa bikin anak gampang obesitas kalau dikonsumsi berlebihan.
Kebiasaan makan asin ini juga bisa bikin anak lebih suka rasa kuat, sehingga mereka jadi cenderung menolak makanan sehat yang rendah garam.
Selain itu, asupan garam yang tidak terkontrol bisa mengganggu penyerapan zat gizi penting, seperti kalsium, yang sangat penting buat pertumbuhan tulang. Hal ini bisa menghambat perkembangan fisik anak.
Jadi, penting banget nih buat orang tua untuk lebih perhatian sama asupan garam anak dan pastikan mereka makan makanan yang sehat serta seimbang.
Baca juga: Ini Lho Penyebab GTM pada Anak
Sebelum membahas tanda-tanda dan dampak yang bisa terjadi kalau anak kelebihan garam, penting banget buat orang tua tahu batasan maksimal konsumsi natrium (garam) buat anak.
Batasan konsumsi garam pada anak-anak berbeda sama orang dewasa. Orang dewasa yang sehat sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 5 gram garam sehari, atau setara dengan sekitar 2000 mg natrium.
Nah, berikut ini adalah batasan konsumsi garam buat anak-anak:
Perhatikan juga label zat gizi pada makanan atau minuman kemasan, seperti roti, sereal, dan susu, ya! Ini buat memastikan jumlah garam yang terkandung di dalamnya.
Batasi juga konsumsi jenis makanan yang sudah melewati banyak proses, seperti daging asap, sosis, atau nugget.
Hindari juga menambahkan garam pada jenis-jenis makanan tersebut, karena bisa bikin anak kelebihan garam tanpa disadari.
Setelah tahu batasan pemberian garam pada anak, apakah kamu jadi lebih paham tentang pentingnya mengontrol asupan garam?
Semoga kamu jadi lebih bijak dalam memilih makanan yang sehat, supaya anak-anak tetap bisa tumbuh dengan optimal tanpa terkena dampak berlebihan garam yang bisa memengaruhi kesehatan mereka.
Baca juga: Moms, Ini Tips Sederhana untuk Hidup Sehat dan Bertenaga
Ingat, kebutuhan garam setiap anak itu beda-beda, lho! Tergantung usianya, berat badan, dan aktivitas fisiknya. Dengan memberikan makanan yang sehat dan seimbang, anak bisa tumbuh optimal dan terhindar dari berbagai risiko kesehatan.
Kunjungi website Dapur Umami untuk dapatkan informasi lebih banyak tentang gizi dan kesehatan lainnya. Di sana, kamu juga bisa memanfaatkan fitur Tanya NutriExpert untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan seputar kebutuhan gizi dengan lebih mudah.