Artikel & Tips Resep Jamu Tradisional yang Mudah Dibuat di Rumah
Resep Jamu Tradisional yang Mudah Dibuat di Rumah

Resep Jamu Tradisional yang Mudah Dibuat di Rumah

Ditulis Oleh
Official Umamin
Official Umamin
11 September 2026, 07:49
Bagikan

Jamu adalah bagian dari budaya Indonesia yang sudah dikenal dan diwariskan secara turun-temurun. Minuman tradisional ini dibuat menggunakan berbagai bahan alami, mulai dari rempah-rempah, rimpang, hingga tanaman herbal. 

Setiap jenis jamu memiliki perpaduan bahan, rasa, aroma, dan cara penyajian yang berbeda. Tidak hanya bisa ditemukan di penjual jamu, beberapa jenis jamu juga cukup mudah dibuat sendiri di rumah. 

Berikut ini berbagai jenis jamu tradisional yang populer dan cara membuatnya Yuk, kenali berbagai jenisnya berikut ini!

 

Jenis-Jenis Jamu Tradisional dan Cara Membuatnya

Setiap jenis jamu tradisional memiliki bahan, cita rasa, dan cara pembuatan yang berbeda. Berikut beberapa jenis jamu tradisional dan cara membuatnya yang bisa kamu coba sendiri di rumah.

1. Jamu Kunyit Asam

Kunyit asam menjadi salah satu jenis jamu yang cukup populer karena memiliki rasa manis, asam, dan menyegarkan. Sesuai namanya, bahan utamanya adalah kunyit dan asam jawa yang dipadukan dengan gula merah sebagai pemanis.

Kunyit perlu dicuci, dikupas, lalu diparut atau dihaluskan sebelum direbus bersama air. Setelah itu, air rebusan disaring dan dicampurkan dengan asam jawa serta gula merah. Jamu kunyit asam bisa dinikmati hangat ataupun dingin dengan tambahan es batu.

Secara tradisional, kunyit asam sering dikonsumsi untuk membantu meredakan nyeri haid. Kunyit juga mengandung kurkumin yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

2. Jamu Beras Kencur

Berbeda dengan kunyit asam, beras kencur menggunakan beras dan kencur sebagai bahan utama. Jamu ini memiliki rasa yang khas, sedikit manis, dan aroma kencur yang cukup kuat.

Cara membuatnya dengan merendam beras hingga lunak, kemudian menghaluskannya bersama kencur. Selanjutnya direbus dengan air dan gula merah, lalu disaring hingga menghasilkan minuman yang lebih halus.

Beras kencur sering diminum untuk membantu tubuh terasa lebih segar setelah melakukan aktivitas yang cukup berat. Rasanya yang manis dan menyegarkan juga membuat jamu ini lebih mudah dinikmati oleh orang yang baru mencoba jamu.

3. Jamu Temulawak

Temulawak merupakan salah satu rimpang yang banyak digunakan dalam minuman tradisional Indonesia. Jamu temulawak memiliki aroma rimpang yang khas dengan rasa yang cukup kuat.

Untuk membuatnya, temulawak dibersihkan dan diiris tipis, kemudian direbus bersama air. Beberapa resep juga menambahkan kencur, asam jawa, gula aren, daun pandan, dan jinten untuk memperkaya rasa dan aromanya.

Jamu temulawak sering dikonsumsi untuk membantu meredakan mual dan memberikan rasa nyaman pada tubuh. Minuman ini juga sering diberikan kepada anak-anak untuk membantu meningkatkan nafsu makan.

4. Jamu Cabe Puyang

Nama cabe puyang mungkin terdengar unik. Jamu ini memiliki perpaduan berbagai rempah sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Karena menggunakan banyak jenis rempah, proses pembuatannya membutuhkan lebih banyak bahan dibandingkan jenis jamu lainnya.

Bahan yang digunakan antara lain puyang, temuireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunyit, merica, kedawung, keningar, asam jawa, dan temukunci. Untuk memberikan rasa manis, biasanya digunakan gula merah atau gula putih, serta sedikit garam.

Cabe puyang dikonsumsi untuk membantu mengatasi rasa lelah dan pegal setelah beraktivitas. Jamu ini juga dipercaya secara turun-temurun dapat membantu mengurangi perut kembung dan membuat tubuh terasa lebih bugar.

5. Jamu Pahitan

Sesuai namanya, jamu pahitan memiliki rasa pahit yang menjadi ciri khasnya. Bahan yang digunakan adalah tanaman herbal dengan rasa pahit, seperti sambiloto dan brotowali. Beberapa racikan juga dapat menggunakan meniran, lempuyang, widoro laut, adas, dan berbagai empon-empon lainnya.

Cara membuat jamu pahitan cukup sederhana. Bahan-bahan herbal dibersihkan, kemudian direbus bersama air hingga sari dan aromanya keluar. Air rebusan lalu disaring sebelum diminum.

Dalam tradisi jamu, pahitan dikenal sebagai minuman herbal yang dikonsumsi untuk berbagai tujuan, seperti membantu menjaga kebugaran dan mengurangi rasa tidak nyaman pada tubuh. Karena rasanya yang sangat pahit, jamu ini biasanya diminum dalam jumlah secukupnya.

6. Jamu Brotowali

Jamu ini dibuat dari batang tanaman brotowali yang direbus hingga sari alaminya keluar. Brotowali memiliki rasa pahit yang cukup kuat sehingga tidak semua orang langsung menyukainya. Namun, rasa tersebut justru menjadi karakter khas dari jamu tradisional ini.

Cara membuat jamu ini adalah dengan mencuci dan memotong batang brotowali, lalu rebus bersama air hingga mendidih dan sari brotowali keluar. Saring air rebusan, tambahkan gula merah atau madu sesuai selera, kemudian sajikan hangat atau dingin.

Brotowali telah digunakan sebagai bahan jamu untuk membantu menjaga kebugaran tubuh. Tanaman brotowali juga diketahui mengandung berbagai senyawa aktif, tetapi penggunaannya sebagai jamu tetap perlu dilakukan secara bijak.

7. Jamu Sinom

Sinom merupakan jamu tradisional dengan rasa yang lebih ringan dan menyegarkan. Bahan utamanya adalah daun asam jawa yang masih muda, yang disebut sinom, serta kunyit.

Daun sinom dan kunyit direbus bersama air, kemudian ditambahkan asam jawa dan gula sesuai selera. Setelah matang, air rebusan disaring dan dapat diminum dalam keadaan hangat atau dingin.

Perpaduan sinom dan kunyit menghasilkan rasa asam, manis, dan segar. Sinom sering dikonsumsi untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan dan kebugaran tubuh. 

 

Jamu bukan sekadar minuman yang dibuat dari rempah dan tanaman herbal. Di balik setiap racikannya, terdapat kebiasaan dan pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Kunyit asam, beras kencur, temulawak, hingga sinom menjadi contoh bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.

Dari rasa manis dan asam kunyit asam hingga pahitnya brotowali dan jamu pahitan, setiap jenis jamu memiliki karakter yang berbeda. Yuk, lestarikan jamu dengan cara sederhana, mulai dari membuat dan menikmatinya di rumah bersama keluarga!

Baca Juga:

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait