Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Gudeg adalah hidangan nangka muda khas Yogyakarta yang dimasak dengan santan dan gula aren. Untuk gudeg kering ini di masak hingga tidak berkuah.
Bahan Utama
| 500 gram nangka muda (tewel), potong-potong dan rebus sebentar untuk menghilangkan getahnya, lalu tiriskan |
| 5 lembar daun salam tua (untuk memberikan warna cokelat alami) |
| 2 batang serai, memarkan |
| 2 jempol lengkuas, memarkan |
| 150 gram gula merah (sisir halus) |
| 1 liter santan (dari 1 butir kelapa, atau gunakan santan instan yang diencerkan) |
| Air secukupnya |
| 1 sachet Masako Ayam |
Bumbu Halus
| 8 butir bawang merah |
| 4 siung bawang putih |
| 4 butir kemiri, sangrai |
| 1 sendok makan ketumbar bubuk |
| 1 sendok teh garam (sesuaikan selera) |
Siapkan panci (sebaiknya yang beralas tebal). Alasi bagian dasar panci dengan daun jati atau daun salam. Tata nangka muda yang sudah direbus di atasnya, lalu masukkan serai, dan lengkuas.
Masukkan bumbu halus, Masako Ayam dan gula merah sisir. Tuangkan santan dan air secukupnya hingga seluruh nangka terendam sepenuhnya.
Masak di atas api sedang hingga mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api ke tingkat paling minimal. Tutup panci rapat-rapat dan biarkan airnya menyusut perlahan serta bumbu meresap hingga nangka menjadi sangat empuk dan berwarna cokelat kemerahan (proses ini biasanya memakan waktu 3–4 jam). Jangan lupa sesekali diaduk perlahan agar bagian bawah tidak gosong.
Setelah air santan habis dan tekstur gudeg sudah menjadi gudeg basah, teruskan memasak di atas api yang sangat kecil sambil terus diaduk perlahan agar sisa-sisa kelembapannya menguap. Matikan api jika tekstur nangka sudah kesat, tidak lagi berair, dan bumbunya terlihat agak berminyak (kering).
Bagikan pengalaman saat kamu membuat dan menyantap resep ini, dan dapatkan Umami coins!
Tulis Jurnal UmamiAjak teman untuk memasak resep ini dengan versi dan keunikannya sendiri.
Challenge Recook