Tips penyimpanan makanan agar terjaga kualitas gizinya - Dapur Umami

Tips Penyimpanan Makanan Agar Terjaga Kualitas Gizinya

Pernahkah Mama menemukan makanan yang Mama simpan mengalami pembusukan atau kerusakan? Tentu Mama tidak ingin hal tersebut terulang kembali bukan? Kerusakan dan pembusukan makanan utamanya disebabkan karena cara penyimpanan yang tidak tepat. Penyimpanan makanan yang tepat dapat mencegah terjadinya proses pembusukan sehingga daya simpan makanan lebih lama dan kandungan gizinya seminimal mungkin tidak mengalami kerusakan. Artikel Dapur Umami kali ini akan membantu Mama lewat informasi cara menyimpan makanan yang tepat agar tetap segar dan tahan lama.


1. Perhatikan tanggal kadaluarsa dalam makanan kemasan

Pada makanan kemasan biasanya akan tertera tanggal kadaluarsa atau expired date. Pencantuman tanggal kadaluarsa dalam makanan kemasan diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 mengenai Label dan Iklan Pangan. Mengecek tanggal kadaluarsa memiliki urgensi yang penting agar konsumen tahu hingga kapan makanan tersebut layak untuk dikonsumsi sehari-hari. Setelah melewati tanggal kadaluarsa biasanya makanan akan mengalami perubahan rasa, tekstur dan aroma sehingga tidak baik untuk dikonsumsi.


2. Penyimpanan makanan harus sesuai karakteristik bahan pangan

Setiap bahan pangan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak boleh disimpan dalam satu tempat karena dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi dan kerusakan bahan bahan. Penyimpanan bahan pangan harus sesuai dengan  suhu yang tepat sehingga proses pembusukan tidak terjadi lebih awal. Secara umum, berdasarkan penyimpanannya, makanan dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu makanan basah, semi basah dan kering. Berikut adalah suhu penyimpanan makanan berdasarkan Permenkes 2011.

  1. Daging, ikan, udang, dan seafood lainnya: -10⁰C hingga -5⁰C (lama penyimpanan 3 hingga 5 hari).
  2. Telur dan susu: -5⁰C hingga -0⁰C (lama penyimpanan 3 hingga 5 hari).
  3. Sayur, buah, minuman dan sirup: 10⁰C (lama penyimpanan 3 hingga 5 hari).
  4. Mentega dan margarin: -10⁰C hingga -5⁰C (lama penyimpanan maksimal 1 tahun).
  5. Beras, tepung, kopi, selai: 20⁰C hingga 25⁰C (lama penyimpanan maksimal 1 tahun).
  6. Roti dan bawang-bawangan: 20⁰C hingga 25⁰C (lama penyimpanan maksimal 7 hari).
  7. Pasta dan gula: 20⁰C hingga 25⁰C (lama penyimpanan maksimal 2 tahun).
  8. Kacang-kacangan dan minyak: 20⁰C hingga 25⁰C (lama penyimpanan 4-6 bulan).
  9. Pisahkan wadah atau tempat untuk menyimpan makanan

Beberapa makanan dapat mengalami pembusukan apabila disimpan dalam satu wadah yang sama. Sehingga harus disimpan secara terpisah. Beberapa bahan pangan, misalnya bawang-bawangan sebaiknya tidak disimpan dalam wadah yang tertutup rapat karena mengeluarkan uap air yang mengakibatkan lebih mudah busuk. Wadah penyimpanan yang tepat sebaiknya menggunakan tutup wadah berventilasi.


3. Berikan jarak antar makanan

Saat menyimpan makanan dalam kulkas, berikan jarak yang sesuai antar bahan pangan sehingga tidak terlalu berdempetan dan mengalami kontaminasi. Memberikan jarak juga dapat membantu mencegah makanan agar tidak mudah busuk.


4. Terapkan prinsip FIFO dan FEFO

Menyimpan makanan sehari-hari harus menggunakan prinsip FIFO dan FEFO. FIFO adalah First in First Out, sedangkan FEFO adalah First Expired First Out. Prinsip FIFO dan FIFO adalah menggunakan bahan makanan yang disimpan lebih awal dan yang lebih mendekati tanggal kadaluarsa untuk dikonsumsi terlebih dahulu.


Nah, di atas adalah tips yang dapat Mama terapkan dalam menyimpan makanan keluarga sehari-hari agar tetap terjaga kualitas gizinya dan memperlama proses pembusukan. Saat melakukan belanja bulanan, Mama dapat langsung membersihkan makanan dan menerapkan tips di atas secara langsung. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga hygiene dan sanitasi dalam menyimpan makanan ya, Ma!


(HF)