Resep nasi goreng babat gongso khas semarang

Kalau Mama mendengar kata kota Semarang, apa saja yang muncul di pikiran Mama? Tentu selain merupakan ibu kota dari Jawa tengah, bandeng presto dan lumpia yang tersohor itu ya.


Namun Mama harus juga tahu ada salah satu makanan ikonik yang juga menjadi salah satu khas kota Semarang yakni nasi goreng babat gongso. 


Apalagi kalau Mama dan keluarga merupakan penggemar berat jeroan sapi, makanan satu ini akan langsung mengena di hati untuk keluarga tersayang.


Bahan-bahan nasi goreng babat gongso

Walaupun waktu yang diperlukan dalam membuat nasi goreng babat gongso ini termasuk lama, tapi hasilnya sebanding kok Ma. Nasi goreng ini akan menjadi favorit dalam keluarga maupun saat Mama sajikan di arisan. 


Bahan yang diperlukan sama saja dengan memasak nasi goreng yang lain, asal Mama harus lebih berani dalam memberi bumbu, agar rasa nasi goreng ini bisa mengimbangi rasa babatnya.


Bahan utama yang diperlukan adalah nasi putih (500 gram) yang sedikit pera dan tidak lembek. Untuk bumbunya, siapkan bawang putih bawang merah, cabe merah, dan cabe rawit.


Haluskan dengan chopper. Gunakan kecap manis untuk menambahkan rasa manis jika suka.

Untuk semakin mempersingkat waktu, Mama juga bisa gunakan SAJIKU® bumbu nasi goreng, jadi Mama tidak perlu menakar bumbu, karena rasanya sudah pasti pas.


Untuk babat gongso, siapkan 300 gram babat yang sudah direbus hingga empuk, potong-potong, daun jeruk, serai, dan air. Tumis babat dengan bahan bahan ini hingga meresap sempurna, sisihkan terlebih dahulu.


Cara mengolah

Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan nasi dan babat gongso yang sudah dipersiapkan dan aduk rata. Masukkan semua bumbu yang sudah disiapkan dan aduk aduk. Tes rasa. Masak terus hingga nasi goreng bertekstur agak kering. Sajikan bersama telur dadar dan kerupuk.


Jenis babat yang Mama harus pahami :

Babat merupakan jeroan dari sapi bagian lambung. Beda jenis babat, maka akan beda pula cara memasak dan penggunaannya.


  1. Babat omasum, babat jenis ini memiliki bentuk berlembar – lembar mirip buku. Dibandingkan jenis babat yang lainnya, babat ini memiliki cita rasa paling gurih. Cocok untuk masakan berkuah seperti campuran soto ataupun gulai.
  2. Babat retikulum, babat jenis ini paling membutuhkan waktu lama dalam pengolahannya. Babat ini memiliki bentuk jenis seperti sarang lebah. Jenis makanan yang cocok untuk ini adalah coto, ataupun gulai.
  3. Babat rumen atau orang Jawa sering menyebutnya sebagai handuk. Babat ini memiliki tekstur yang halus dan seperti handuk. Nah babat jenis ini cocok bila digunakan dalam resep nasi goreng babat gongso kali ini.


Cara mengolah babat agar empuk dan bebas bau :


  1. Pilih babat yang masih fresh dan tidak berbau. Babat yang masih fresh akan terasa kenyal bila dipegang dan berbau amis. Babat yang tidak berbau sama sekali malah perlu Mama curigai, bisa jadi telah dicampur pengawet kimia.
  2. Cara memotong babat sama halnya dengan memotong daging. Salah dalam pemotongan maka babat akan alot. Cara memotong babat yang benar yakni berlawanan arah dengan seratnya. Selain itu jangan memotong babat terlalu kecil, karena babat bisa menyusut volumenya bila diolah.
  3. Jangan merebus babat dalam air mendidih, hal ini akan membuat babat menjadi keras dan alot saat diolah. Sebaiknya Mama masukkan babat ini kedalam panci presto, namun bila tidak ada, Mama rebus seperti biasa. Masukkan juga serai, jahe, dan daun salam, selain akan menghasilkan babat yang empuk juga bebas bau.


Siap mengolah babat menjadi salah satu makanan favorit keluarga kan, Ma? Selamat mencoba.