Peran asam amino mendukung performa olahraga - Dapur Umami

Peran Asam Amino Mendukung Performa Olahraga

Kachimeshi atau Makanan Sang Juara pada dasarnya terdiri dari makanan bergizi seimbang dan suplementasi asam amino seperti aminoVITAL® untuk mendukung atlet mencapai performa terbaik tubuhnya. Asam amino yang merupakan unit paling sederhana dari protein, dan dikenal juga sebagai blok pembangun protein. Asam Amino dibagi menjadi dua kelompok, yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh sehingg harus diperoleh dari makanan, sedangkan asam amino non-esensial bisa diproduksi oleh tubuh. Terdapat 9 asam amino asensial diantaranya Phenylalanine, Valine, Threonine, Tryptophan, Methionine, Leucine, Isoleucine, Lysine, dan Histidine. Dari 9 jenis asam amino esensial terdapat 3 Branched-Chain Amino Acids (BCAA) atau Asam Amino Rantai Cabang yaitu Leucine, Isoleucine, dan Valine. Ketiga asam amino rantai cabang ini memiliki peran penting dalam mendukung performa olahraga diantaranya:


1. Meningkatkan Massa Otot

Protein otot yang banyak hilang akibat pemecahan protein ketika berolahraga akan digantikan melalui sintesis protein otot baru. Proses ini membutuhkan asam amino dalam jumlah yang cukup terutama protein dalam bentuk BCAA. BCAA Leucine, Isoleucine, dan Valine membantu mengaktifkan enzim dalam pembentukan protein otot. Selain itu, BCAA terutama Leucine juga memiliki peran penting sebagai bahan baku sistesis protein. Oleh karena itu, BCAA banyak digunakan atlet untuk meningkatkan massa otot dan mendukung proses pemulihan jaringan otot setelah cidera.


2. Mengurangi Nyeri Otot setelah Berolahraga

BCAA dapat membantu mengurangi nyeri otot yang disebut Delayed Onset Muscle Soreness atau DOMS. Nyeri ini diduga disebabkan oleh kerusakan otot karena tingginya kadar enzim kreatinin kinase dan laktat dehidrogenase dalam darah. Salah satu cara BCAA dalam membantu mengurangi nyeri otot setelah berolahraga adalah dengan menurunkan kadar kedua enzim tersebut. Hal ini juga membantu meningkatkan pemulihan dan memberikan perlindungan terhadap kerusakan otot. Sebuah penelitian meminta peserta untuk menilai tingkat nyeri otot mereka setelah melakukan latihan kekuatan. Peserta yang diberi suplemen BCAA memiliki tingkat rasa nyeri 33% lebih rendah dari pada peserta yang diberikan plasebo.


3. Membantu Meningkatkan Performa Latihan

Menurut sebuah studi kasus terkait pemberian BCAA selama latihan, kelompok peserta yang diberika BCAA memiliki kinerja 20% lebih baik dalam mengulangi latihan kekuatan yang sama 24-48 jam kemudian. Hal ini karena BCAA mampu mengurangi kelelahan, nyeri otot, dan meningkatkan pemulihan otot saat berolahraga. Mengonsumsi BCAA 1 jam sebelum latihan selain mengurangi kelelahan juga meningkatkan durasi olahraga hingga 17% lebih lama dibandingkan tanpa mengonsumsi BCAA.


Selain BCAA Leucine, Isoleucine, dan Valine tubuh juga membutuhkan asam amino lainnya seperti Arginine dan Glutamine. Dua asam amino ini juga memiliki peran penting untuk tubuh saat melakukan aktivitas olahraga. Untuk mendapatkan berbagai manfaat dari asam amino esensial seperti BCAA disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis pangan sumber protein seperti daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, keju, yoghurt, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Makanan yang mengandung protein membutuhkan setidaknya 3-4 jam waktu untuk dicerna dalam tubuh dan bisa dimanfaatkan sebagai asam amino dalam membangun protein tubuh. Sedangkan BCAA dapat diserap lebih cepet yaitu 30 menit setelah dikonsumsi karena memiliki struktur kimia unik yang memungkinkan BCAA bisa diserap dan dimetabolisme langsung di otot. Saat memilih suplementasi BCAA yang sesuai perhatikan juga rationya, rasio perbandingan jenis asam amino yang tepat yaitu 2:1:1 dengan Leucine menempati rasio tertinggi. Itu semua dapat diperoleh dari aminoVITAL┬« karena sudah mengandung 3000 mg asam amino murni terdiri dari BCAA Leucine, Isoleucine, dan Valine 1.640 mg dengan rasion Leucine paling tinggi, serta dilengkapi oleh Arginine dan Glutamine.  Baik dikonsumsi 30 menit sebelum berolahraga atau pun saat sedang berolahraga.


(SH)