Mengenal Tenderloin, Bagian Daging Sapi Paling Mahal

Tenderloin jadi istilah yang pasti Mama temui jika berkunjung ke restoran steak atau mencari referensi membuat steak sendiri yang menggugah selera. Selain rasanya yang lezat, harganya yang mahal membuat orang-orang penasaran mencobanya.

Memangnya, apa yang spesial dari tenderloin sehingga harganya mahal? Bagaimana karakter dan cara pengolahannya? Penjelasan Dapur Umami ini akan membantu menjawab berbagai keingintahuan Mama.


Mengenal Tenderloin

“Tenderloin adalah potongan daging yang diambil dari bawah belakang sapi, babi, atau ayam yang tidak banyak lemak dan mudah untuk dipotong atau dikunyah.” (Cambridge Dictionary)¹ 

Meskipun maknanya umum, faktanya istilah ini lebih populer untuk daging untuk sapi. Sebagian orang Indonesia mungkin lebih akrab dengan istilah bagian daging has dalam atau fillet. 

Pada sapi, bagian ini punya bentuk memanjang dengan ukuran yang tergolong paling kecil ketimbang potongan lainnya. 


Kelebihan dan Kekurangan Tenderloin

Karakter dari potongan ini adalah alasan mengapa harganya bisa mahal. Selain karena potongannya kecil, ada hal spesial lain yang menarik untuk Mama ketahui.

Letak tenderloin yang ada di bagian dalam, membuatnya jarang tubuh sapi gerakkan. Karenanya, teksturnya menjadi sangat empuk dengan kandungan lemak yang rendah.

Selain itu, potongan daging sapi ini juga sumber protein yang kaya. Dalam 100 gram, Mama bisa mendapatkan hingga 22 gram protein.² 

Untuk alasan-alasan tersebut, banyak yang pilih daging ini sebagai menu favorit di restoran steak. Terutama, mereka yang sedang dalam program diet atau menghindari lemak berlebih.

Namun, kadar lemak yang rendah berpengaruh pada rasanya yang kalah gurih jika dibandingkan dengan potongan lain dengan kandungan lemak lebih banyak. 


Perbedaan Tenderloin dan Sirloin

Sirloin atau has luar merupakan potongan lain yang pasti ada dalam menu-menu restoran steak. Sebelum mampir ke artikel ini, Mama juga pasti sudah mendengarnya, bukan?

Lalu, apa beda sirloin dan tenderloin? 

Dari segi potongan, sirloin diambil dari bagian punggung sapi. Terdapat tiga titik potongan sirloin yang letaknya mengapit tenderloin. Orang-orang sering juga menyebutnya dengan nama daging has luar.

Karena otot-otot pada bagian ini lebih sering sapi gerakkan, maka tekstur dagingnya cenderung lebih keras dan berlemak. Namun lemak di dalam sirloin ini membuat rasanya lebih gurih di lidah. 

Kesimpulannya, apabila mama hanya mempertimbangkan rasa, olahan berbahan daging sirloin bisa jadi pilihan yang lebih baik. Sementara untuk alasan diet dan kesehatan, sebaiknya pilih tenderloin.


Cara Mengolah Tenderloin

Steak tenderloin bisa menjadi menu makanan rumahan lezat dengan berbagai resep teruji dari Dapur Umami. Hanya saja, ketika mengolahnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jika sebelumnya mama menyimpan daging di freezer, maka sebelum mulai mengolahnya, biarkan es mencair. 

Namun, Food and Drug Administration Amerika menyarankan agar proses pencairan tidak di suhu ruangan karena akan membuat suhu daging tidak merata dan memicu pertumbuhan bakteri. Jadi, solusinya adalah mencairkan di dalam kulkas atau rendam di air dingin.

Adapun dalam proses marinasi, bisa menggunakan garam, kecap, atau saus tiram. Pastikan proses ini berlangsung hingga bumbu benar-benar meresap (30-120 menit).

Pengolahan tenderloin untuk diet sebaiknya dengan cara panggang (grill). Untuk tingkat kematangan, sebaiknya tidak membiarkan tenderloin hingga level well done (matang sempurna) karena teksturnya akan kering dan keras. Jadi, cukup panggang hingga level medium dengan waktu panggan 6-10 menit. 

Kalau masih takut salah dalam proses pengolahannya, Di Dapur Umami Mama bisa mendapatkan berbagai resep steak tenderloin. Hanya dengan mengikuti langkah demi langkahnya, Mama bisa menghadirkan sajian steak lezat di meja makan keluarga.