Masak Sering Keasinan? Pakai Tips Ampuh Ini Agar Gurihnya Pas

Sayur tanpa garam memang terasa kurang. Namun, apakah kalau Mama masak sering keasinan?

Jika ya, berarti Mama perlu memahami tips menambahkan garam dan bumbu dalam masakan agar tidak keasinan.

Di artikel ini, Dapur Umami akan memberikan sejumlah tips memberikan bumbu agar gurih dan lezatnya pas, tidak terlalu hambar maupun asin.

Penasaran? Yuk, pelajari tipsnya.


Jangan Pakai Perasaan, Tapi Pakai Takaran

Kebanyakan yang masakannya sering keasinan adalah mereka yang baru belajar masak dan hanya mengandalkan perasaan saat memberikan bumbu.

Di satu sisi, sensitivitas lidah orang memang berbeda-beda. Ada yang menurut seseorang sudah asin, ternyata menurut orang lain masih hambar.

Di sisi lain, ada yang menurut seseorang masih hambar, tapi ternyata sudah asin menurut orang lain.

Karena itu, agar pas, akan lebih baik jika memahami takaran standar.

Seperti apa takarannya?


  • saus = 1 sendok teh per liter
  • sayur = 1 sendok teh per 3 gelas (¾ liter)
  • daging = 2 sendok teh per ¼ kilogram
  • pasta = 1 sendok makan per 2 liter air rebusan
  • adonan kue = 1 sendok teh

Dengan mengetahui takaran tersebut, akan lebih mudah nantinya untuk mengoreksi jika masakan terlalu hambar atau terlalu asin.


Pertimbangkan Menu Pelengkapnya

Masakan biasanya tidak berdiri sendiri, tapi dimakan bersama-sama. Misalnya, saat Mama masak nasi goreng, tentu akan ada telur, ayam, udang, atau sambal.

Penyebab masak keasinan, salah satunya karena menu utama dan pendampingnya sama-sama asin. Jadi, begitu menyatu dalam makanan, rasa asinnya jadi double.

Makanya, Mama juga perlu mempertimbangkan rasa dari menu pelengkapnya.

Jika perlu membuat sambal, usahakan untuk mengurangi takaran garam di sambalnya. Terutama jika sayurnya sudah cukup asin.


Kurangi Takaran Garam Jika Menggunakan Penyedap

Salah satu fungsi penyedap adalah memperkuat rasa asin dan mengurangi penggunaan garam. 

Artinya, jika sudah menggunakan penyedap, Mama bisa mengurangi takaran garam, atau bahkan tidak memakainya sama sekali, karena dengan menambahkan penyedap rasa pada masakan, masakan Mama akan bertambah juga kelezatannya.

Selain itu, pada takaran yang sama, kandungan natrium pada MSG cuma ⅔ pada garam. Jadi, lebih aman juga bagi yang bermasalah dengan tekanan darah tinggi.

Mama bisa mencontoh Resep Sup Udang atau Resep Oseng Buncis Telur Puyuh dari Dapur Umami untuk membuktikannya.


Jangan Lupa Koreksi Rasa

Tak boleh Mama lupa adalah mengoreksi rasa di akhir memasak.

Apa yang perlu Mama lakukan saat mengoreksi rasa? Yang jelas, jika masakan kurang asin, Mama perlu menambahkan garam.

Tapi, bagaimana jika keasinan? Mama bisa menambahkan bahan berikut untuk mengoreksi rasa.


Gula

Gula adalah penyeimbang rasa asin. Kombinasi rasa manis dan asin yang tepat akan menghasilkan rasa gurih yang nikmat. 

Cara ini adalah paling mudah dan simpel. Jadi, gunakan cara ini sebagai pilihan pertama.


Asam

Seperti rasa manis, asam juga bisa menyamarkan rasa asin. Untuk itu, Mama bisa menambahkan jeruk nipis atau cuka. Namun, pastikan jenis masakannya sesuai ya.


Air Panas

Menambahkan air bisa mengurangi konsentrasi garam per liter sayuran. Namun, pastikan tidak mendidihkannya lagi agar jumlah airnya tidak berkurang.


Bahan Masakan

Jika bumbunya double, maka bahan masakannya juga harus double agar seimbang. Dengan demikian, Mama bisa menambahkan bahan masakannya lagi seperti tambahan kentang dan buncis saat memasak sup, dan sebagainya.

Nah, dengan tips tersebut di atas, Mama nggak perlu khawatir lagi kalau masak sering keasinan. Jadi, tak perlu takut memasak. Semakin sering, justru keterampilan masak akan semakin membaik.

Jangan lupa gunakan Masako agar masakan Mama semakin sedap dan lezat.