Bikin Hangat di Musim Hujan, Ini 5 Olahan Daging Sapi Berkuah Khas Indonesia

Ada banyak olahan daging sapi berkuah dari berbagai wilayah di nusantara. Jika mengetahuinya, Mama pasti tak akan kehabisan inspirasi menu makan sehari-hari yang menggugah selera.

Baik yang berkuah bening maupun bersantan, ada pilihannya. Asal mengolah daging dengan bahan, bumbu, serta cara yang tepat, pasti akan menghasilkan rasa yang nikmat.


1. Rawon 


Olahan daging sumber protein dengan kuah berwarna coklat kehitaman ini berasal dari Jawa Timur. Berdasarkan apa yang terpahat dalam Prasasti Taji, makanan ini sudah ada sejak abad 9-10 masehi dan lebih dahulu dikenal dengan nama rarawan.¹

Warna gelap dan rasa khasnya berasal dari bebijian bernama kluwek. Jika mama ingin mengolahnya, bagian daging untuk rawon yang paling cocok adalah flank (perut) karena teksturnya kenyal dan kaya lemak.

Mengolah rawon membutuhkan bumbu yang relatif banyak dan pengolahan yang tak mudah. Namun, itu akan terbayar dengan paduan rasa legit, manis, dan gurih yang khas di lidah.


2. Empal Gentong

https://pixabay.com/photos/soup-curry-curry-soup-cup-soup-cup-1581504/


Sama seperti rawon, empal gentong juga punya sejarah panjang. Sejarawan kuliner, Fadly Rahman, memperkirakan Empal Gentong sudah ada sejak abad ke-15 dan berkembang di Cirebon.²

Memasak daging ala empal gentong mirip dengan gulai Arab karena masa penyebarannya bertepatan dengan tumbuhnya ajaran Islam di Cirebon. Pilih daging babat atau jeroan sapi sebagai isian kuah, diperkirakan karena pengaruh masyarakat Tiongkok yang kala itu sering singgah di Cirebon untuk berdagang.

Dalam tradisi aslinya, bahan bakar empal gentong adalah kayu bakar dan menggunakan gentong (kuali dari tanah liat) sebagai wadahnya. Mau coba?³


3. Sop Buntut


Jika mama mau memasak olahan daging sapi berkuah bening yang nikmat, sop buntut bisa jadi pilihan.

Memang, apabila dilacak dari sejarahnya, penggunaan potongan daging sapi bagian buntut (oxtail) dalam sop bermula di London, Inggris. Namun, makanan ini berkembang ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.⁵ 

Tentu saja, ada akulturasi dalam mangkuk sop buntut ketika sampai di Indonesia. Pengaruh rempah-rempah khas Nusantara tersaji melalui kayu manis, cengkeh, dan kapulaga. Kombinasi tersebut membuat resep ini lebih segar dan menghangatkan tubuh. 


4. Opor Daging 

https://www.pexels.com/id-id/foto/pedesaan-sup-gourmet-masakan-5865282/


Opor adalah olahan daging sapi berkuah santan hasil campuran pengaruh Arab dan India lalu populer di Indonesia. Kedua daerah tersebut punya gulai dan kari sebagai kuah khas yang menjadi inspirasi lahirnya opor.

Ciri khas opor adalah kekentalannya yang datang dari santan dan warna kuning dari kencur. Paduan sejumlah rempah mulai dari kemiri, daun salam, serai, hingga ketumbar, membuat kuah opor semakin nikmat.

Meskipun lebih populer tersaji bersama ayam, faktanya opor juga bisa mama buat dengan daging sapi. Beberapa bagian daging sapi yang sering digunakan untuk opor daging adalah sandung lamur (dada bawah) dan paha.


5. Sop Tahu Daging Asam Manis


Kreativitas orang Indonesia dalam menciptakan resep-resep lezat memang juara. 

Olahan daging sapi berkuah tanpa santan ini merupakan hasil akulturasi dari berbagai resep makanan yang menciptakan rasa khas dari Dapur Umami.

Memang, penggunaan daging sapi dalam sop banyak muncul dalam makanan khas nusantara. Namun, tambahan tahu dan bumbu asam manis dengan tekstur kental dalam makanan berkuah, adalah sentuhan dari resep negeri Asia Timur.

Kira-kira, mana olahan daging sapi berkuah yang mau mama eksekusi dalam waktu dekat, nih? Supaya masakan lebih gurih dan nikmat, Mama bisa tambahkan Ajinomoto secukupnya ke dalam olahan daging sapi. Hasilnya, kuah lebih gurih dan gurihnya meresap hingga ke dalam daging.

Kalau mau tau resep-resep lengkapnya, mama bisa mampir ke resep Dapur Umami yang sudah teruji.