Bagian Daging Sapi yang Murah ini Cocok untuk Berbagai Resep

Daging sapi adalah daging merah yang paling populer di Indonesia. Siapa saja cenderung bisa menerima daging sapi sebagai sumber protein yang kaya zat besi. Aromanya yang cenderung netral dan rasanya yang legit menjadikannya sangat disukai. 


Namun, harga daging sapi cenderung lebih mudah naik turun dibandingkan daging ayam. Namun, ada bagian-bagian tertentu dari daging sapi yang apapun kondisinya, tetap tidak terlalu mahal. 

Ya, bagian-bagian ini murah bukan tanpa alasan. Mereka cenderung murah karena memang cenderung agak keras. Uniknya, masyarakat suka beli daging sapi ini dan mengolahnya dalam berbagai kreasi yang justru terasa lebih nikmat dengan bagian-bagian ini.

Apa saja bagian itu?


Sengkel

Bagian pertama yang cukup populer tetapi sebenarnya termasuk bagian yang murah adalah sengkel. Sengkel merupakan bagian atas kaki sapi. Bagian yang memang mengatur pergerakan kaki sapi ini cenderung keras karena sangat berotot. 

Namun, otot yang keras tidak menjadikannya lantas tidak disukai orang. Orang-orang justru memanfaatkan sebanyak mungkin bagian sengkel ini untuk digiling dan dijadikan bahan membuat bakso. 

Setelah daging utama di bagian sengkel ini diambil, yang tersisa adalah sedikit daging yang menempel di tulangnya. Nah, bagian ini juga tidak pernah disia-siakan. bagian ini merupakan sumber utama dalam pembuatan kaldu sapi yang nantinya dipakai untuk kuah bakso.

Makanya, pasti mama pernah sekali dua kali membeli bakso dan melihat bahwa di kuah bakso terlihat tulang yang cukup besar dan sedikit daging. 


Sandung Lamur

Bagian kedua yang juga populer adalah sandung lamur. Seperti terlihat di gambar, bagian ini berada di bagian dada sapi di dekat kaki. Meskipun tetap kaya protein yang baik untuk tubuh kita, sandung lamur adalah bagian yang banyak mengandung lemak. 

Oleh karena banyaknya lemak pada bagian ini, bagian ini pun cocok untuk membuat masakan-masakan yang memang membutuhkan banyak lemak. Salah satu kuliner yang terkenal menggunakan bagian dari daging sapi ini adalah Asam Padeh. Masakan Minangkabau ini terasa legit karena paduan bumbu dan lemaknya.

Di Jawa TImur, bagian sandung lamur ini banyak dipakai untuk membuat rawon. Karena dimasak dalam waktu yang cukup lama, bagian yang awalnya tidak sangat lunak ini pun akhirnya bisa jadi cukup lunak dan nikmat.


Perut atau Flank

Di antara bagian-bagian daging sapi yang paling murah, bagian ini mungkin yang paling keras. Namun, bukan berarti bagian ini kemudian menjadi tidak populer. Di setiap negara, daging yang cukup liat ini digunakan untuk berbagai kuliner. Intinya sepertinya terletak pada cara memasaknya. 


Di Meksiko, bagian ini dijadikan isi taco. Dia digiling atau dicincang sebelum kemudian diolah dengan bumbu-bumbu lain untuk taco. Menggiling jelas dapat menghancurkan otot-otot yang keras pada bagian ini sehingga dia pun menjadi lunak ketika dimasak. 

Di Indonesia, bagian ini juga dipakai untuk ditumis bersama sayuran. Untuk menyiasati kerasnya, ada beberapa cara yang bisa mama lakukan. Yang paling populer adalah menggunakan parutan nanas. Selain itu, soda kue dan air juga bisa dipakai untuk melunakkan daging ini.

Setelah mengambil langkah-langkah di atas untuk melunakkan, mama juga perlu mencincang bagian daging ini agar lebih mudah masaknya dan lebih lunak hasilnya. Selain itu, proses memasak untuk tumis dengan daging sapi ini biasanya juga lebih lama dari pada umumnya. 

Ada kalanya, sebelum melakukan ini semua, juru masak memukul-mukul dulu bagian ini dengan palu kayu untuk memecahkan otot-ototnya. 

Kalau melihat betapa populernya tiga bagian daging sapi yang murah ini, mama pasti takjub dengan betapa kreatifnya kita. Dengan kreativitas ini, bagian daging sapi yang sekilas terlihat agak merepotkan ini pun akhirnya bisa menjadi kuliner yang lezat.