Cek Fitur Ini di Aplikasi, Yuk!
Fitur ini hanya bisa diakses melalui aplikasi Dapur Umami. Buka aplikasinya sekarang!
Belakangan ini, salt bread menjadi salah satu jenis roti yang banyak dibicarakan para pencinta kuliner. Roti yang dikenal dengan teksturnya yang lembut di bagian dalam dan renyah di bagian luar ini mulai mudah ditemukan di berbagai bakery, cafe, hingga toko roti kekinian.
Berbeda dengan roti manis yang umumnya menggunakan isian cokelat, keju, atau selai, salt bread justru mengandalkan perpaduan adonan roti yang lembut dengan rasa gurih dari mentega dan taburan garam.
Lalu, apa sebenarnya salt bread? Dari mana asalnya? Dan mengapa roti ini bisa begitu populer? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Salt bread adalah roti berbentuk lonjong atau menyerupai croissant kecil yang dibuat dari adonan roti lembut dengan tambahan mentega di bagian dalam.
Roti ini dikenal di Jepang dengan nama shio pan, yang secara harfiah berarti "roti garam". Shio pan pertama kali populer di Jepang sekitar tahun 2014 dan kemudian menyebar ke berbagai negara Asia.
Meski namanya mengandung kata "salt" atau garam, rasa roti ini tidak terlalu asin. Garam berfungsi untuk memberikan sentuhan rasa gurih dengan aroma mentega yang harum.
Sebelum dipanggang, permukaan roti biasanya diberi taburan garam sehingga menghasilkan rasa gurih. Saat dipanggang, mentega di dalam adonan akan meleleh dan meresap ke bagian dasar roti.
Meski terlihat seperti roti sederhana, salt bread memiliki tekstur yang khas, yaitu lembut dan berserat di bagian dalam serta sedikit renyah di bagian bawah.
Seiring popularitasnya yang terus meningkat, salt bread kini hadir dalam berbagai variasi rasa yang menarik. Berikut beberapa variasi salt bread yang populer dan banyak ditemukan di bakery maupun cafe.
Variasi ini menggunakan campuran mentega dan bawang putih yang dioleskan pada permukaan atau dimasukkan sebagai isian. Saat dipanggang, aroma bawang putih yang harum berpadu dengan gurihnya mentega dan taburan garam semakin nikmat.
Roti ini biasanya diberi taburan irisan almond di bagian atas sebelum dipanggang. Almond memberikan rasa gurih yang berpadu sempurna dengan kelembutan roti. Selain menambah cita rasa, taburan almond juga membuat tampilan salt bread menjadi lebih menarik.
Keju menjadi salah satu bahan yang paling sering dipadukan dengan salt bread. Cheese salt bread biasanya menggunakan keju sebagai isian, topping, atau bahkan keduanya sekaligus. Saat dipanggang, keju akan meleleh dan memberikan rasa gurih yang lebih kaya.
Varian ini biasanya menggunakan isian atau topping mayonnaise pedas yang creamy. Perpaduan rasa gurih, sedikit asin, creamy, dan pedas menciptakan sensasi yang berbeda dari salt bread klasik.
Meski identik dengan rasa gurih, salt bread juga bisa dikreasikan menjadi versi manis. Chocolate salt bread menggunakan isian cokelat yang lumer saat roti masih hangat. Perpaduan rasa manis dari cokelat dengan sedikit sentuhan gurih dari mentega dan garam menciptakan kombinasi rasa yang seimbang.
Perpaduan tekstur yang lembut di bagian dalam, sedikit renyah di bagian bawah, serta rasa gurih dari mentega dan garam membuat roti asal Jepang ini semakin digemari oleh banyak orang.
Kalau kamu menyukai roti dengan rasa yang tidak terlalu manis, salt bread bisa menjadi pilihan yang wajib dicoba. Jadi, varian salt bread mana yang paling ingin kamu cicipi?